Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • Mas Kopdang 11:30 pm on November 9, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: , Affandi, Basoeki Abdullah, Budi Darma, Chairil Anwar, Gombloh, hari pahlawan, Ismail Marzuki, Pramoedya Ananta Toer, Raden Saleh, , Soedjatmoko, Sudjojono, Sumitro Djojohadikusumo, Tan Malaka, Toto Sudarto Bachtiar,   

    Pahlawan Sosial (Media) Budaya 

     

    Romo_Mangun_by_lasigared

    Sudah saatnya kita luruskan arti pahlawan. Bukan lagi kaum ksatria pembela negeri yang memanggul senjata, berlumuran darah, dan berbau milterisme. Ya, memang bukan berarti jajaran “pahlawan” Indonesia melulu dipersepsikan dengan kaum militer, namun setidaknya dominasi dan yang terngiang di benak kita arti kata pahlawan adalah pria berani mati yang bertempur dan menyusun strategi dalam perlawanan fisik.

    Pahlawan lahir juga dari kaum sipil. Diplomasi tiada henti, mendidik anak negeri, pemrakarsa cipta rasa karsa dalam budaya yang mengisi kemerdekaan, juga dapat dikatakan pahlawan. (More …)

     
    • thimbu 12:11 am on November 10, 2009 Permalink | Balas

      selamat hari pahlawan mas
      smoga kita menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri

    • mas kopdang 2:09 am on November 10, 2009 Permalink | Balas

      Siap Gan!
      Hahaha..

      Selamat berhari pahalawan. Terima kasih atas doanya Kang.
      :)

    • Panji "Jogja" 11:32 am on November 10, 2009 Permalink | Balas

      Maknyus tenan…..100% setuju mas!! d^_^b

      Slm kenal buat mas kopdang….

      :D

    • papabonbon 12:19 am on November 14, 2009 Permalink | Balas

      perjuangan yg maskulin dan patriarkis itu jenis perjuangan yang mengagungkan masalah besar seperti nasionalisme, kebangkitan kaum proletar dan seterusnya … tapi meninggalkan di belakang nilai kemanusia yang individual …

      tapi udah siap gak dengan dunia feminis yang dipenuli tampilan tante tante desperate berpakaian etnis yang hobi merokok, cingkrang di warung kopi sambil sedal sedul rokok dan ngebir … :) ) teteup sambil gosip dan rasan rasan tetangga :) ) sambil ngomongin masalah wanita, tapi toh ninggalin anak di rumah diasuh oleh pembantu (asisten rumah tangga) … :) )

  • Mas Kopdang 2:32 pm on November 5, 2009 Permalink | Balas |  

    Revolusi Sosial Sesungguhnya 

    Orang Eksakta (bahasa jadul ortu kita) sudah punya karya besar (opus magnum) sehingga kemajuan ilmu pasti mengalami lompatan besar (quantum leap), seperti yang dilakukan oleh Galilei, Newton dan Einstein. Lantas bagaimana dengan Orang sosial?

    (More …)

     
    • Bernardia Vitri 2:40 pm on November 5, 2009 Permalink | Balas

      semoga jejaring sosial lebih berguna….

      • Mas Kopdang 2:56 pm on November 9, 2009 Permalink | Balas

        sepakat :)

    • KitaIsIsun 11:47 pm on November 5, 2009 Permalink | Balas

      Fenomena yg mnarik dan sdang trjadi d negri kita skg ini.

      • Mas Kopdang 2:57 pm on November 9, 2009 Permalink | Balas

        walau agak terlambat, tapi akan menjadi sesuatu “yg perlu diperhitungkan”..

    • papabonbon 5:55 am on November 6, 2009 Permalink | Balas

      dugaan pesimis : tifatul akan ngebanned forum forum “miring” karena tuntutan ideologis untuk itu akan tiba saatnya untuk menguat

      dugaan optimis : Mbah Tipat disibukkan aja dulu dgn masalah peningkatan akses situs ilmu pengetahuan seperti science direct, proquest, emerald, jstor hehehe :)

      • Mas Kopdang 2:57 pm on November 9, 2009 Permalink | Balas

        gak akan berani,kecuali mau dipersamakan dengan Harmoko
        :P

    • pengunjung rutin 3:14 pm on November 6, 2009 Permalink | Balas

      IT driven disini hanya kan menjadi komunitas underground…

      Untuk komunitas yang resmi saya rasa, hanya bisa diwujudkan oleh orang Sosial :(

      • Mas Kopdang 2:59 pm on November 9, 2009 Permalink | Balas

        siapapun bisa mewujudkan, dikotomi sosial/eksakta sudah atau akan makin “kabur”…
        :)

  • Mas Kopdang 6:55 pm on November 4, 2009 Permalink | Balas |  

    Prihatin 

    Ada yang bilang: being corrupt is not just bad for the soul, it also harms the economy.

    Melihat kenyataan yang terjadi, timbul beberapa pertanyaan:  “Apakah kaum pejabat (negara) di negeri ini selalu bisa dibeli?” “Apakah warga peranakan atau etnis tionghoa selalu bermain suap-suapan..?” Ada apakah gerangan? Dan akhirnya kita terjebak pada beberapa stereotip:

    1. Etnis Tionghoa adalah pelobi ulung yg etika bisnisnya selalu menggunakan “uang”
    2. pejabat selalau mudah untuk disuap.
    3. berurusan dengan birokrasi itu mudah sekaligus sulit. Mudah bagi yang rela bermain uang, dan sulit bagi yang enggan bermain uang.

    Adalah keprihatinan kita semua, bahwa integritas sudah sangat sulit ditemui di kalangan orang yang berwenang. Tentu saja ini tidak hanya berlaku bagi penegak hukum, namun juga bagi kaum birokrat di luar polisi, dan jaksa.

    Semoga saja, stereotip yang saya sampaikan di atas, adalah 100% salah..

     
  • Mas Kopdang 11:51 am on November 3, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: bareskrim, , buaya, century, chandra, cicak, , , mk, , susno   

    Hikmah Cicak Buaya Dalam Iklim Keterbukaan Informasi 

    Pada tingkatan tertentu, sepertinya kita memang harus berbagi kesusahan. Dapat dibayangkan bila saja Bibit dan Chandra berjalan sendirian, atau Susno berkelahi tanpa teman, mungkin gak terlalu heboh dan tidak ada banyak cerita yang dapat kita ambil hikmahnya.

    1. Rahasia sangat dekat dengan kebohongan, karena kerahasiaan akan memberi kesempatan pada ketidakjujuran. Berbeda dengan berksikap transparan, semua pihak tahu, maka bila ada kebohongan akan terkuak dengan cepat. Birokrasi harus terus berusaha bersikap transparan. Bukan materi atau substansi yang memang perlu ada rahasia, tapi pada “proses”.

    2. Polisi perlu terus didukung masyarakat. Kekuasaan tanpa dukungan rakyat, sama saja seperti cebok pake tisu. Gak marem dan terus-menerus diikuti perasaan tidak nyaman.

    3. Media makin mengambil peranan sebagai kekuatan baru. Apalagi dengan tingkat peradaban yang makin maju dan kemajuan cara berkomunikasi, dalam sekejab informasi tersebar tanpa dapat dikendalikan secara penuh. Hidup new media!

    4. Opini publik makin gampang untuk dipancing, namun ya itu tadi, sulit untuk dikendalikan. Kalau untuk beberapa waktu, pengelabuan wacana hangat dengan menghembuskan berita baru yang lebih heboh dan menarik perhatian memang manjur, namun ingat. Nuarani masih ada di sini, Bung!

    5. Hikmah terbesar adalah, penguasa tak lagi menganggap remeh masyarakat, terutama kelas menengah yang bekerja, dengan asumsi terdekat lebih berpendidikan, lebih kritis dan terpenting: berani mengambil sikap. Apakah kita perlu bicara substansi?

    Maka coba tim pencari fakta Bibit-Chandra dibubarkan saja, dan ganti dengan Tim-tim pencari fakta berikut ini:

    1. Kasus Century

    2. Kasus Dana Yayasan Kepedulian apa gituh. (ane lupa) yang dewan pembina isinya terdiri dari 4 menteri yang sekarang bercokol.

    3. Jangan coba berani-berani BIN dikepalai Polisi. Bakal runyam mulu ntar.

    4. Mereview kasus Bank Indonesia dengan melibatkan besan.

    Apalagi ya…?

     
    • supriyedi 7:53 pm on November 13, 2009 Permalink | Balas

      mas,…..malam, gue tertarik untuk mengangkat permasalahan ini (” cicak vs buaya” red), kira-kira latar belakang yang kita angkat apa saja ?? trus permasalahannya apa ya yang enak untuk diangkat, tolong responnya segera trims.

  • Mas Kopdang 1:19 am on November 1, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: corporate secretary, divisi legal, , legal manager, lo, sop, tugas legal officer   

    Tugas Legal Officer 

    Sodara Agus bertanya pada saya mengenai: Tugas Legal Officer (LO).

    Saya asumsikan, bahwa LO di sini pada perusahaan (swasta).

    Berdasarkan struktur organisasi.

    Bisa di bawah Legal Manager yang tergabung dalam Corporate Secretary. Ada juga LO yang berada di bawah bagian SDM, dan tugasnya akan mendekati LO sekaligus General Affair.

    Yang bagus ih kalau perusahaannya punya divisi legal tersendiri.

    Dilihat dari tugasnya:

    1. Mengurusi Badan Hukum Korporasi/ Perusahaan:

    - Mengurusi urusan RUPS, dan perubahan Anggaran dasar. (More …)

     
  • Mas Kopdang 12:16 pm on October 31, 2009 Permalink | Balas |  

    Kita Cuekin Aja..! 

    Ngapain ikut2an ngurusin huruhara Bapak2 tua bangkotan bau tanah yg isinya cuma bisa berpikir sekitar udel radius 20cm. Malu!

    Gak perlu ane ungkit lg urusan itu. Mending gak usah baca koran, nongton tipi, klo isinya dunia reptil mulu. Malu!

    Gak malu sama adik, ponakan, anak bahkan cucu yg trus meretas hari depan yg makin mnantang dan pnuh gairah? Cari kerjaan susah, mau usaha modal cekak, pengelola negeri yg harusnya mikirin kita malah sibuk timpuk2an, tawuran kepentingan dan ngurusin napsu sekitar udel radius 20cm tadi..!

    Bubarin aja Kapeka, Pulisyi, Jeksa, dan pengusaha media yg lagi getol2 tawuran! Eh gak mungkin ya? Ya sudah semuanya turun saja.. Ganti dengan yg baru, yg ganteng, gak doyan kuasa, apalagi sekadar urusan duit semata!

    Sampah semua!

    Kalau urusan duit, urusan jabatan, urusan kekuasaan dan lingkaran setan trus-menerus dipertontonkan, itu namanya be’ol!

    Taik kucring!

    Uda deh, kumpul di lapangan sofbol senayan, buka baju, trus tarung di situ. Gak usah pake senjata, gak usah bawa anak buah, gak usah bawa kaki tangan pengusaha, gak usah bawa nama atasan, gak usah bawa-bawa nama lembaga!

    Sana baku hantam, sampe pada babak belur, sampe semuanya modar! Toh besok ada yg ganti.. Lebih cepet modar lebih baik!

    Jangan coba bawa dan cari dukungan rakyat. Mereka sibuk cari makan, mereka sibuk cari duit buat mbayar uang sekolah, bayar listrik byar pet, nabung buat pengsiyun, cari duit buat kawin, cari bahan skripsi, toh semua terus berjalan dengan dan tanpa kehadiran bapak2 ndeso..!

    Yang ketawa banyak! Negeri tetangga pada keprok-keprok tepuk tangan liat negeri indah ini babak belur perang sodara.. Energi, perhatian, mental, waktu semua terbuang percuma utk urusan perkelahian model kampung kayak gini!

    Cuekin aja!

    Biar yg doyan pacaran gak usah bahas negara sampe kalian putus atau malah jadian. Yg doyan ngeblog mending ngomongin gadget, twitter, dan sebangsanya. Yang lagi nyari kerja mending konsen ke sana. Wartawan gak usah ngoyo ngebuka dan crita urusan kpk, pulisi dan jaksa serta pengusaha hitam yg tawuran gak tau rebutan apa! Ibu rumah tangga mending belanja hemat saja, gak usah ngidam beli tas manohara, atau lebih baik ngomongin cici paramida atau pacar baru moreno, si Tasya yg jelita.

    Malu! Kita punya orang tua penyelenggara negara yang ribut mulu!
    Singapura dan Malaysia sibuk bicara kemakmuran rakyatnya, kita masih teler berebut periuk nasi, duit, kekuasaan sendiri-sendiri.

    Taik kebo! Kebo bule’..bule’ depok..!
    Uda deh, kalo trus-trusan begini Indonesia bakalan melahirkan fidel castro muda, moamar kadafi muda, yg dengan terpaksa akan mengembalikan khittah arti sebuah negara. Walaupun jelas inkonstitusional dan legitimasi penuh keragu-raguan!

    Tapi,
    Daripada urusan gini trus-menerus menghiasi surat kabar, tipi, sampe sosial media, maka akan tiba saatnya..
    Pada pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, yang dikembalikan pada rakyat yang berdaulah, berkeadilan dan dilindungi oleh Tuhan maha esa. Gak diisi propaganda semu! Keadilan semu! Jabatan semu! Pemimpin semu!

    Kita pengen sesuatu yg sunyata. Riil. Ideologi pancasila yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari..

    Kita pingin yang miskin jadi kaya. Yang kaya tetep kaya. semua rakyat jadi kaya. Kaya materi, kaya idea, kaya akan jiwa.

    biarlah yg bertengkar urusan sadap-menyadap untuk shut-up! Yg bertengkar urusan kapeka untuk berhenti bicara, jangan trus2an cari muka! Kita muak-semuak-muaknya. Kita sudah bosen sebosen-bosennya.

    Kalo pemuda Indonesia uda sumpah, jangankan sgelintir bapak-bapak tua, orang belanda, jepang, seluruh indonesia
    Bahkan seluruh semesta alam raya akan takzim dan segenap jiwa raga akan terkesiap! Bahwa semuanya harus kembali pada “satu”.

    Satu bangsa,
    Satu nusa,
    Satu negeri,
    Satu bahasa,
    Satu nasib,

    Demi Indonesia!
    Demi jiwa-jiwa merdeka yang memanusiakan manusia apa adanya. Demi kehidupan lebih baik, demi harkat martabat bangsa yang dijunjung tinggi. Atas nama Tuhan, atas nama Rasulullah Muhammad SAW untuk memberikan kasih sayang pada seluruh alam semesta!

    Hey kalian bapak-bapak Diam lah, bekerja sebaik-baiknya! Atau bi..na..sa..!

    Muali sekarang, kita cuekin aja.. :D

    Jakarta, 12:15:19 PM Sat, Oct 31, 2009 .

    Sent from my BlogBerry®
    powered by blog kopidangdut
    http://kopidangdut.wordpress.com/
    ~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~

     
    • yadot 3:41 pm on November 5, 2009 Permalink | Balas

      salut..atas suara hatinya….mari berjuang bersama!!

  • Mas Kopdang 7:11 pm on October 26, 2009 Permalink | Balas |  

    Summmpe’ Lllo?! 

    Sumpah pemuda. Dari dulu rupanya anak muda doyan sumpah. Bedanya dulu sumpah altruistik sedangkan jaman sekarang narsistik. :D

    Lantas untuk apakah sumpah itu? Meyakinkan diri sendiri? Ucap. Ikrar. Janji. Dengan keyakinan dan kesadaran menerima konsekuensi jika melanggarnya? Bila betul begitu Hebat!

    Bolehlah kita mengaku satu tanah air. Mengaku bahwa bahasa kita sama. Tapi bila nasib berlainan bagaimana?

    Satu kerja enak, yang lain, misalnya, masih pengangguran. Lalu tercipta jarak. Lantas berbeda komunitas. Beda pertemanan. Beda penghasilan. Apakah kita masih “satu..?”.

    Sekarang tanpa disadari pembagian klas makin kentara berdasarkan kemampuan ekonomi. Lihatlah yang paling kentara: tikes pesawat, pengajuan jenis kartu kredit, bahkan hingga lingkungan akedemis. Lantas, yang satu itu apa, bila saya naik eksekutif, dan kamu naik ekonomi.

    Ya. Tentu saja kita akan beralasan atau kamu berkilah bahwa itu bukan contoh yang tepat. Bahwa urusan nasib adalah urusan pribadi, tergantung perjuangan dan garis tangan. (More …)

     
    • papabonbon 2:03 am on Oktober 29, 2009 Permalink | Balas

      lapar … lapor …

      pagi : sebel, karena sekolahnya anak ternyata upacara, si kecil kudu jalan jauh juga, 500 m lebih sendirian, karena motor gak boleh masuk sekolahan

      sebel juga, anak TN di sby gak ada yg bikin acara asik berkenaan sumpah pemuda :) )

  • Mas Kopdang 4:59 pm on October 22, 2009 Permalink | Balas |  

    Apakah Memang Yang Bernama “Fauzi” Hobby Memelihara Kumis 

    Kumis satu adalah Menteri Dalam negeri yang baru: Sdr. Gamawan Fauzi. Sedangkan Kumis dua adalah Sdr.Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta.

    Berita-GamawanFauzi

     fauzi-bowo

     
    • thimbu 9:25 pm on Oktober 24, 2009 Permalink | Balas

      udah sama2 berkumis
      eh sama2 gubernur
      tapi apakah fauzi yg satu akan jadi menteri juga

    • randi168 2:47 pm on Oktober 31, 2009 Permalink | Balas

      ngakak baca post ini he3x.

    • affandy 2:56 pm on November 16, 2009 Permalink | Balas

      tapi Ikang Fauzi koq klimis bro ???

  • Mas Kopdang 11:48 pm on October 20, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: , award, , hermansaksono, kenduri narablog, mbilung, mister rigen, navinot, , pb2009, , rama mamuaya, , tolo-tolo, , usulan   

    Aspirasi Mister Rigen dan Tolo-Tolo Tentang Kenduri Narablog 2009 

    Jam lima sore. Saya mau pulang. Sudah ndak kerasan sama kantor. Jari tangan saya sodorkan, absen sok canggih, padahal kembali ke jaman baheula. Dulu tanda tangan, kok sekarang kembali ke tjap djempol, malah tidak cuma jempol, tapi empat jari lainnya.  Lantas saya hendak keluar lobby, tiba-tiba..:

    “Om Kopdang!”..

    Huih, siapa ya yang manggil saya saat senja mulai temaram.

    “Om Kopdang..” Suara panggilan yang makin lantang.

    Lha dalah..! gawat. Ada anak kecil berlari menuju pintu keluar di mana saya berdiri. Saya lupa-lupa ingat. Tapi..jangan-jangan..Saya clingak-clinguk, jangan-jangan ada orang tua depresi melepas anaknya di saat srengenge mulai raib.

    Gawat, saya tiba-tiba ingat. Anak cungkring dengan dandanan rambut kopral, belum genap 6 tahun, gayane kemaki, siapa lagi kalau bukan Tolo-Tolo, anak Mister Rigen. Ya benar! Tak salah lagi: Tolo-tolo!

    “Hoy, Tolo..mana Bapakmu je’..ngapain ada di sini..?”

    Belum sempat ia menjawab, sudah sepantasnya saya tak kaget lagi, saya disapa pria sok elegan yang berbaju batik kelas 60ribu di Pasar Klewer.

    “Senja yang Indah, Mas Kopdang…”

    Hahahaha..saya tertawa dalam hati, rupanya Mister Rigen sudah ada di depan saya. Mau bagaimana lagi, bila anak-Bapak menyapa maka saya urungkan niat untuk kembali ke rumah dan mau tidak mau meladeni mereka berdua.

    “Ayok naik, ngobrol di atas saja..nanti saya buatkan teh..”

    “Tidak perlu Mas Kopdang. Saya hanya mampir sebentar. Habis melihat-lihat kantor Mas yang ciamik ini. Megahnya hampir sama dengan Balairung Gama.”

    Kampret, enak saja..rupanya Mister Rigen menyama-nyamakan gedung kuno mirip Eropah yang ada di Jogja itu dengan gedung kantor saya yang dibuat dari pualam dan gading gajah Afrika, yang dibuat sewangun-wangunnya sebagai simbol kapitalisme global.

    “Ah, Bapak Rigen bisa saja…”

    “Maaf,.. Mister..panggil saya Mister..”

    Hoeeek! Gak salah Ki Ageng Kayam bilang kalau Mister Rigen ini gayane wis gak tertolong dengan upaya apapun. Aristokrat gaya Kabinet Bersatu. Persis persahabatan ala Sindetosca.. Kepongpong. Bolong. Tapi nggaya tur nggilani. Tapi saya bersabar.

    “Baiklah Mister Rigen…” Hahahaha..Mister mbatukmu!

    “Begini Mas Kopdang. Saya di sini hendak menyampaikan sesuatu. Kebetulan Tolo-Tolo suka baca blog Mas… Jadi saya sekalian saja bertemu sama Mas setelah keliling Monas dan menjelajahi Kebon Sirih ini. “

    Walah, ada apa ini. Batinku tiba-tiba tak enak.

    (More …)

     
    • Rama 10:18 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

      Sampe ketemu di PB09 mas :D

    • antyo rentjoko 9:42 am on Oktober 24, 2009 Permalink | Balas

      Wah ngaco ini. Saya ini blogger biasa. Kayak umumnya blogger. Jangan berlebihan gitulah. :P

    • Mas Kopdang 3:52 am on Oktober 25, 2009 Permalink | Balas

      @ Rama- Paman Antyo

      Akhirnya bisa bertemu ya..
      :D

      @ Paman,
      Iu yg bilang Mister Rigen. Bukan saya!
      :P

    • Ndoro Kakung 10:44 am on Oktober 26, 2009 Permalink | Balas

      paman itu sudah kaya tanpa harta dan mulia tanpa penghargaan … penghargaan hanya akan menurunkan derajatnya menjadi narablog biasa

    • Mbilung 8:18 am on Oktober 28, 2009 Permalink | Balas

      ngeri … hih.

    • papabonbon 2:08 am on Oktober 29, 2009 Permalink | Balas

      jangan tolo tolo ah, beni prakosa aja deh, biar nta masuk ke TN :)

  • Mas Kopdang 2:37 am on October 18, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: apakah boleh bila hamil, , gaji, jurusan yang ada, lokasi, lulusan, , , pcpm 2009, pcpm bi, pinsil, tanya, tata cara pendaftaran, tes toefl, ,   

    QA Tanya Jawab Seputar Lowongan Bank Indonesia 2009 (PCPM BI) 

    Pertanyaan Seputar Lowongan Bank Indonesia (PCPM XXIX)

    Apakah ada pertanyaan yang mengganjal, bingung, masih  penasaran? ada baiknya simak beberapa tanya dan jawab berikut ini.

    :D

    Apakah perlu sertifikat TOEFL?

    Jelas perlu, tapi tidak mutlak Karena bagi Anda yang belum memiliki nilai tersebut, dapat mengikuti test TOEFL yang akan diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Gratis!

    Apakah Jurusan bidang studi yang tertera adalah mutlak, sehingga bagi saya yang bukan lulusan dari bidang tertentu sebagaimana tercantum tidak dapat mengikuti tes?

    Mutlak? Apakah yang mutlak di dunia ini… Coba saja dahulu, dengan mengisi formulir di http://rekrutmenbi.com/ bila ternyata jurusan yang anda miliki tidak ada tak perlu berkecil hati.

    Kakak saya sudah bekerja di BI, apakah saya bisa daftar?

    Kakak kandung? Wah sayang sekali, kalau kakak ipar masih boleh. Kalau kamu nekat, paling walaupun kamu sudah masuk dan berhasil lolos, kamumalah bakal dieliminasi. Kenapa harus membuang energi..?

    Saya punya penyakit kadas, panu, kurap. Apakah boleh daftar? (More …)

     
    • Desy 8:28 am on Oktober 18, 2009 Permalink | Balas

      anak akuntansi bisa ikut ga ya mas?

      • Mas Kopdang 10:33 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        bisa

    • Fadil 1:16 pm on Oktober 19, 2009 Permalink | Balas

      Yah ga pertamax… :P

      Mo tanya lagi… itu tesnya seluruh endonesia apa cuma di jakarta ajah?

      • Mas Kopdang 11:17 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        di seluruh pelosok negeri

    • Adinda 2:32 pm on Oktober 19, 2009 Permalink | Balas

      Kl salah isi mengenai alasan pilih BI & sudah keburu d submit, sebenarnya pengaruh apa engga dalam penilaian BI? Misalkan saja, saya ga lihat pertanyaan itu, yang keklik ada anjuran orang lain. Gmn ya?
      Mau diulang tp ternyata ga bisa.

      • Mas Kopdang 11:18 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        berdoa saja, kelihatannya sih hanya sebagai pertimbangan tambahan. urusan kompetensi masih utama. santai aja mbak..

    • marsita 10:34 pm on Oktober 19, 2009 Permalink | Balas

      permisi mo tanya..

      Jika sudah melakukan pendaftaran online, bagaimanah saya tahu jika saya lolos seleksi administratif??

      • Mas Kopdang 11:19 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        via surat elektronik.

    • romailprincipe 10:55 pm on Oktober 19, 2009 Permalink | Balas

      kocak banget, kayak FAQ gitu, tapi jawabannya ndeledek..hehe

      salam

      • Mas Kopdang 11:19 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        @romailprincipe
        ah, situ aja kali yang ngerasa…
        :lol:

    • retno 2:07 pm on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

      halo all,apa ada yang pernah mengikuti tes di bi?dan lolos?jika ya,share dong bisa mempersiapkan dengan tenang..seperti apa saja tesnya?jika harus mengikuti tes b.inggris yang diselenggarakan di bi,tesnya apakah sulit seperti toefl atau simpel pada umumnya soal biasa2 saja?siapapun pernah mengalaminya,mohon bantuan karena mungkin hanya sekali bisa ikut mengikuti tes di bi karena persyaratannya usia max.28.dan seperti orang lain,bekerja di sana merupakan impian saya sejak dulu.
      Terima Kasih.

    • jane 8:41 pm on Oktober 21, 2009 Permalink | Balas

      mas kopdang minta kisi2 soal tes masuk pcpm donk

      • Mas Kopdang 12:11 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

        Walah.. kisi-kisi buat apaan? kayak mau ngadepin UAN aje, mbakyu..
        :D

    • ayu 9:59 am on Oktober 22, 2009 Permalink | Balas

      salam kenal mas kopdang, saya salah satu fans blog-mu loh, heheh..
      saya ada sedikit pertanyaan nih mas, mengenai jurusan yang dibutuhkan.Kalau disitusnya, dihalaman awal disebutkan beberapa jurusan tertentu “yang lebih diutamakan”, tapi kalau di form aplikasi online jurusan yang dibutuhkan pilihannya lebih banyak termasuk jurusan saya (psikologi), bahkan ada kesmas dan kedokteran juga, nah pertanyaan saya apakah jurusan2 selain yang didahulukan mempunyai chance untuk lolos administrasi, dan memang dibutuhkan?
      trus mas…maksudnya shortlist candidates itu gimana???
      matur suwun sanget yah mas…

      • Mas Kopdang 12:12 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

        Wah, kalo itu mah yang paham orang SDM mbak..saya gak tahu urusan itu.
        Maaf.

    • parry 12:02 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

      Lulusan PCPM langsung G VIII yah? Warna name card-nya ijo atau oranye? ;p

      • parry 12:08 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

        Maksudnya name tag bukan name card.

        • Mas Kopdang 12:13 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

          wah, Parry orang partai ya? kok ingetnya warna mulu?
          :D

          • parry 12:25 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

            Wah saya bukan orang partai.
            Dulu sih sempat jadi orang2-an sawah. :D

            Kalo orang partai kan udah ga perlu warna karena udah politis. :)

            • Mas Kopdang 12:32 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

              orang2an sawah lebih berbahaya dari orang partai. Kancil ketangkepnya gara-gara menganggap remeh orang2an sawah.

              :D

    • mirl_z 7:14 pm on Oktober 24, 2009 Permalink | Balas

      om,,eh mas kopdang..
      mau nanya dong,,saya aga minder ni,,kmaren ipk-nya pas2an soalnya..menurut pengalaman mas kopdang, yang diliat pas seleksi awal tu apaan si? penyeleksian paling awal tu masalah nilai berpengaruh ga, mas? tentang gede kecilnya ipk terutama.. thx ya.. (uda mulai susah tidur mikirin ini ni mas…hehehehe)

      • Mas Kopdang 11:33 am on Oktober 27, 2009 Permalink | Balas

        ya iya lah….

    • suherman 7:29 pm on Oktober 26, 2009 Permalink | Balas

      iya mas, saya jg pernah denger ada orang yg bilang kalo yg diproses berkasnya itu cuma yg ipk nya >3,70 doang walaupun syarat ipk min 3,00. ntar di awal yg ipk nya 3,70.. ya minimal diliat hasil tesnya dulu lah.. btw temen mas di BI ada ga yg ipknya di pas2an (antara 3,00-3,30)? ato mas sendiri mkg..?? hehe

      • Mas Kopdang 11:34 am on Oktober 27, 2009 Permalink | Balas

        hahahaha..
        yg diproses ya yg >3,00 tho? mosok faktanya >3,70..gak betul itu.

        • mirl_z 3:31 pm on Oktober 27, 2009 Permalink | Balas

          pertanyaan yg sama mas suherman, maksud saya sama kayak pertanyaannya mas suherman..mas kopdang,,makasi ya jawabannya..jadi tenang ni…
          alhamdulillah… :-P

          • Mas Kopdang 5:54 pm on Oktober 27, 2009 Permalink | Balas

            sama-sama
            :D

    • pasukan cinta 9:48 pm on Oktober 26, 2009 Permalink | Balas

      mas kopdang terima kasih banyak atas pencerahannya lewat blog ini, oiya mas, mau nanya, dengan jangka waktu seleksi sekitar 2-6 bulan, kapan pegawai yang diterima mendapatkan gaji pertamanya? kapan waktu yang tepat untuk menyatakan berhenti di tempat yang lama (baik perusahaan swasta atau instansi pemerintah)?? terima kasih sebelumnya atas jawabannya.

    • Mas Kopdang 11:36 am on Oktober 27, 2009 Permalink | Balas

      1. gaji? saat pendidika sudah mulai dapat.
      2. saat akan mulai pendidikan, yang lolos diminta menyerahkan surat lolos butuh atau artinya yaitu surat keterangan dari instansi/perusahaan lama bahwa ybs sudah tidak memilik “kewajiban di kantor lama”.

      demikian.
      :D

    • suherman 4:42 pm on Oktober 30, 2009 Permalink | Balas

      keren.. jd makin bersemangat. hehe :D

      btw misalnya kt udah lulus kn abis itu ikut pendidikan. stelah itu penempatan kita kerjanya (mksdnya lokasi kerja dan ditempatkan di bagian apa di BI) itu berdasarkan apa ya mas? tempat lahir? jurusan? or peringkat dari hasil tes?

      • Mas Kopdang 5:44 pm on Oktober 30, 2009 Permalink | Balas

        suka-suka BI. PCPM 28, semenjak mendaftar daring (online) sudah diminta penentuan lokasi penempatan kerja. Hal ini berbeda dengan saat ini (PCPM 29) yang mirip PCPM 27, yaitu penentuan penempatan (lokasi dan jabatan) belum diketahui hingga akhir proses pendidikan. Wlaupun biasanya saat tes akhir (wawancara) bisa ketahuan gambaran di mana akan ditempatkan, karena akan diwawancarai Direktur sesuai satuan kerja penempatan.

        demiakian.
        :D

    • fay 9:34 pm on Oktober 30, 2009 Permalink | Balas

      om kopdang, saya mau nanya:
      1. Apa ada syarat ga boleh buta warna?
      2. Waktu om dulu, berapa lama jarak antara kita dinyatakan lulus dng tanggal kita harus melengkapi kelengkapan berkas/surat lolos butuh, krn saat ini sy krja sbg pns yg proses pngunduran dirinya bs lebih dr 1 bln?
      3. Jika lulus, apa ada perbedaan golongan antara yg S1 dan S2 saat pertama kali masuk?
      4. Masa kerja di tempat yg dulu (jk sdh kerja sblmnya) apa bs diperhitungkan?

      Trims. Sori banyak banget nanya.

    • tia 12:07 am on Oktober 31, 2009 Permalink | Balas

      Malem Mas Kopdang,ini kan udah pengumuman administrasi,yg lolos 2500 (wew)..Bisa tau gak dari berapa pendaftar? Trus,yang dibutuhkan BI nantinya berapa ya mas tiap jurusan? Karena di pengumuman kok gak disebut ya.Makasi sebelumnya.Blognya oke banget.. :)

    • om/mas kopdang 8:24 am on Oktober 31, 2009 Permalink | Balas

      Mbak Fay:
      1. Ya.
      2. Ya diberi waktu sebulan lah kira2
      3. Dipersamakan.
      4.Dianggap mulai dari NOL..

      Pagi mbak Tia:
      Lebih dr 70ribu kali ya..
      Berapa butuhnya trgantung sikon.
      Maksimal pasti ada lah.. Tapi kalo yg memenuhi syarat cuma 10 ya diterima 10..kalo cuma 2 yg qualified ya ambil 2..masa dipaksakan harus dapet “sekian”..
      Masalah akurasi kebutuhan sdm berapa, cuma tukang bajaj dan tuhan yg tahu.
      (Lagi2 sdm dipersamakan dengan tukang bajaj.. Maap :P )

    • Teguh 4:03 pm on Oktober 31, 2009 Permalink | Balas

      betul2 beda dengan PCPM XXVIII, untuk PCPM XXIX untuk ikut test aja sudah susah banget 56 ribu* : 2,5 rb… kalau dulu yang lolos administrasi bisa mencapai 50 ribu… dan saya bingung variable apa saja untuk seleksi administrasinya ni mas?

      btw apakah untuk PCPM kali ini keperluan maksimalnya hanya sedikit ni mas?

      mas kan dekat dengan SDM BI… hehehehe…

      * sumber dari konsultan ASI

      • mas kopdang 12:17 am on November 1, 2009 Permalink | Balas

        variabelnya ane kagak tau Brur.
        apalagi jumlah calon pegawai yg bakalan ditrima..

        maap.
        :D

    • jay 7:26 am on November 1, 2009 Permalink | Balas

      Wah,kebetulan mas ada blog bwt sharing gini..hehe
      mo tanya kira2 :
      1. tes apa yg paling susah mnrt mas?
      2. 1 aja tips bwt kt mas yg udh lolos admin..trims

    • om/mas kopdang 10:45 am on November 1, 2009 Permalink | Balas

      1. Kalo ane kuatir sama test boso enggris. Maklum, yg asing itu serba tanggung dikuasai.
      2. Tips apaan ya? Gini aja deh: soal karir itu soal kompetensi, integritas dan cocok-cocokkan.
      Kompetensi bisa dipelajari, integritas sudah selalu terasah, nah yg susah adalah urusan cucok tidak cucok. Karena terkadang yg terbaik belum tentu cocok..belum tentu pas.. Celakanya terkadang baru sadar setelah sekian tahun menempati jabatan tertentu itu.
      ..
      Thanks.

    • sally 6:00 pm on November 1, 2009 Permalink | Balas

      Mas Kopdang, terima kasih sudah mau share :)
      Btw mas, pengumuman nama peserta seleksi sudah diumumkan untuk mengikuti tes bahasa inggris online tgl 2 nov besok. Sementara yang sudah memenuhi syarat (tidak perlu ikut tes) menunggu balasan via sms atau email. Sayangnya, suami dan beberapa teman yang mengikuti penerimaan ini tidak ada satu pun yang tercantum namanya atau mendapat balasan via sms atau email. Kalo usia, IPK tidak memenuhi juga ga mungkin ngedaftar dan saya juga pastikan suami tidak ada yg terlewat persyaratannya… Ibarat kalah sebelum bertanding nih ceritanya.., ga lolos tes administratif..hehehe..kenapa bisa begitu ya mas?Penasaran…

    • mas kopdang 6:32 pm on November 1, 2009 Permalink | Balas

      Mbak Sally yg baik,
      Banyak hal tentunya yg jd perhatian panitia untuk menentukan seseorang dapat dikategorikan layak melaju ke ronde selanjutnya. Tentu saja sy tdk tahu pasti apa itu. Bukan semata-mata soal ipk atau usia. Tetap faktor kompetensi mungkin yg dilihat. Maksud sy adalah shortlist kandidat terbaik dengan jurusan spesifik yg memang dibutuhkan BI.
      Asal universitas, jurusan, ipk, usia, pengalaman kerja, pengalaman organisasi dan berbagai variabel lain saling aduk untuk menentukan siapa yang berhak utk ikut ronde selanjutnya.
      Ingat, yg berhak. Bukan yg (merasa) terbaik atau mampu. Karena bagaimanapun juga persoalan proses melamar pekerjaan, selera user terkadang aneh bin ajaib.
      Semoga saja untuk tahun ini, BI tidak salah menunjuk vendor.

      Secara pribadi sy pun kurang setuju dng proses tes bhs Inggris online. 1) tidak semua wil nusantara memiliki jaringan inet yg stabil dan memadai.
      2) Kalau yang mengerjakan org lain, apakah dapat dideteksi?
      3) Waktu yg terbatas (hanya 6jam).

      Tapi sudahlah, terkadang tukang bajaj memang susah ditebak!
      :D
      :lol:

      (Lg-lg org SDM ane anggep tk bajaj.. )

    • sally 8:34 pm on November 1, 2009 Permalink | Balas

      Mas Kopdang yang juga baik :D

      Masalahnya itu juga mas, seperti yang mas bilang jurusan, ipk, usia yang harus disebutkan dalam regristasi online harusnya ini kan memang shortlist awal untuk dpt nomer regristasi. Sementara pengalaman organisasi dan pengalaman kerja (kalo yg ini bisa juga ngarang2 kan mas waktu regristasi online supaya CV kelihatan oke?hehehehe :D ) bagaimana bisa untuk di “shortlist” (ato “di cut”) juga…, berarti kan namanya “judge” (alias selera berbicara) padahal belum unjuk kompetensi alias belum tes sesungguhnya.
      Mungkin seharusnya, setelah unjuk kompetensi barulah di listing nilai lalu selanjutnya dilihat dari toefl (meski diragukan yang ikut test online), pengalaman kerja, organisasi, dsb (tahap ini boleh-lah selera berbicara, karena memang bisa didapat dari “judge” dan wawancara)

      Waduhh..ini kalo saya yg jadi orang SDM-nya lho mas..hehehe..

      Tapi okay, saya jadi sedikit legawa (dan terhibur) dengan jawaban mas Kopdar.. eniwei thanks bgt! :D

    • mas kopdang 8:55 pm on November 1, 2009 Permalink | Balas

      Mbak Sally yg mulai legawa,
      Semoga yg terbaik melingkupi mbak Sally sekeluarga.

      Panitia punya cara, syangnya kita tak tahu pasti apa saja “cara-cara” yg mrk gunakan.
      Mungkin mereka menyewa mbah Loren, Mas Joko Bodong, atau sebangsanya.

      Saya pun kecewa, adik ipar sy ndak masuk 2500 besar ++ dengan yg pny surtipikat toefl.
      Tapi itulah asyiknya hidup bukan? Terkadang harapan dan kenyataan tak bertegur sapa.
      Semoga panitia membaca komentar mbak Sally.

      Sy sdg tdk berusaha menghibur, toh sy yakin mbak Sally tetap bahagia atas kecewa yg sesaat ini.
      Maju terus..!

      :D

    • atan suciya 11:34 am on November 3, 2009 Permalink | Balas

      mantap kopdang

    • ajang 9:59 pm on November 6, 2009 Permalink | Balas

      kapan dibuka lagi lowongannya mas…..

      maksudnya periodenya……
      klo udah skrng kapan lagi….

    • Ratna 5:26 pm on November 11, 2009 Permalink | Balas

      Kok test PCPM XXIX pake online , khan bisa dikerjakan dimana aja dan rame-rame barang teman-teman sudah itu bisa juga pake joki. Wah kayanya tidak murni nih hasil sendiri.

      • Mulan 5:34 pm on November 11, 2009 Permalink | Balas

        Kasihan dong yang emang ngerjain soalnya sendiri padahal murni hasilnya sendiri.

        • Waty 5:36 pm on November 11, 2009 Permalink | Balas

          Emang semua apa ada skenarionya ? kaya di berita2 aja.

          • Ratna 9:49 am on November 12, 2009 Permalink | Balas

            Wah bisa kerjasama sama yg buat soal dong, jawabannya pasti benar semua. Minta nomor teleponnya dong.

            • Mulan 6:18 pm on November 12, 2009 Permalink | Balas

              Hare gini masih ada kaya gitu, katanya reformasi.

              • Waty 8:31 am on November 15, 2009 Permalink | Balas

                Berarti hanya kamuflase aja dong, ngapain pake di iklankan di koran, toh yg keterima udah pasti ada orangnya. ckckckckck……

                • Mas Kopdang 2:48 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

                  pada ngomongin apaan sih?
                  :D

                  • Ratna 5:56 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

                    Hallo mas kopdang, sorry yah numpang nulis di blognya. Yah, saya kesal sama proses penerimaan pegawai BI : Sudah 2 kali saya gagal tes kesehatan, saya sudah cek ke rumah sakit lain ternyata kondisi saya sehat-sehat saja dan saya mengikuti PCPM XXIX ini saya mengikuti tes TOEFL ternyata gagal. Coba selama 2 kali saya mengikuti test bahasa inggris yg disediakan di 2 konsultan terkemuka kok yg sekarang malah saya bisa gagal itu berarti ujiannya tidak trasparan, masa online kenapa tidak langsung datang ke tempat konsultannya saja kalo memang ternyata ada apa-apa. Saya tanya sama konsultannya mereka hanya menyediakan hasil, yg memilih yah panitia seleksinya.
                    Terimakasih.

                    • Mas Kopdang 1:50 pm on November 20, 2009 Permalink | Balas

                      wah, kita sebaiknya berbaik sangka saja deh, daripada nantinya makin kecewa. :D

    • Kiky 2:49 pm on November 18, 2009 Permalink | Balas

      Mas kopdang… makasi banyak info2nya… sangat membantu…

      ada pertanyaan nie…

      saya Alhamdulillah lolos tes psikometri, dan besok sabtu-minggu ikut tes lagi :)

      yang mau ditanyain:

      1. kan ada syarat bawa dokumen2 fotokopi dan asli. Saat ini saya udah kerja, dan ijazah asli saya ditahan, saya udah minta surat peminjaman ijazah sendiri gak boleh (payah banget, padahal ntu punya sendiri), tu gimana ya mas?
      gak fair banget gitu kalo akhirnya gak bisa ikut tes, gara2 ijazah aslinya ditahan…hiks…
      tapi untuk transkrip ma toefl asli si Alhamdulillah ada…

      2. Tes pengetahuan umum biasanya bentuk soalnya gimana? esay nya ada gak?

      3. kalo tes wawancara, panel apa individu gitu mas?

      makasi banyak ya mas…

      ditunggu banget jawabannya…

      • Mas Kopdang 2:55 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

        1. ijazah asli ditahan karena gak bilang buat tes? coba hub panitia tes BI apakah boleh legalisir. karena pada akhirnya ijazah asli emang harus dibawa. plus dengan surat keterangan “lolos butuh” alias keterangan gak punya kewajiban sama kantor lama.
        2. gak tau juga.
        3. individu.

        sama-sama
        :P

    • aa 9:58 pm on November 18, 2009 Permalink | Balas

      mas kopdang kerja dimana ?

      • Mas Kopdang 2:57 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

        masih di sini mbak..
        :)

    • anastha 9:07 am on November 19, 2009 Permalink | Balas

      Mas Kopdang, alhamdulillah saya lolos tes psikometri dan pertanyaan saya sama kaya Kiky…

      Satu pertanyaan lagi…waktu PCPM tahun 2007 berapa orang ya yang diterima?
      Lalu, sebernarnya program PCPM itu dibuka satu atau dua tahun sekali atau cuma tukang bajaj dan Tuhan yang tahu?

      Mohon dijawab Mas…terima kasih lhooooo…. :)

      • Mas Kopdang 2:59 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

        pcpm 2007? gag ada mbak.
        ada PCPM27 th 2006
        dan PCPM28 th 2008
        pcpm dibuka sesuai selera Tuhan dan tukang bajaj…
        :D
        hahahaha..

  • Mas Kopdang 10:44 pm on October 15, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: lowongan 2009, , , , , , pcpm 29, pcpm XXIX   

    Lowongan Bank Indonesia 2009 

    logo_biBelum tentu ada, tapi untuk memastikan, coba baca harian KOMPAS tanggal 17 Oktober 2009 ya..

    ;)

    Update terbaru: 16 Oktober 2009 15.40 WIB

    BANK INDONESIA membuka kesempatan kepada Putra/Putri terbaik Indonesia untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Pegawai melalui PCPM XXIX dengan proses e-Recruitment (Aplikasi online tanggal 17 s/d 21 Oktober 2009 melalui http://www.rekrutmenbi.com/

    P E R S Y A R A T A N :

    Warga Negara Indonesia Laki-laki/ Perempuan;

    Pendidikan minimal lulusan Strata 1 (S1); dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) baik untuk S1 maupun S2 minimal 3.00 (dari skala 4.00), yang lebih diutamakan dari bidang keilmuan sebagai berikut:

    Ekonomi

    Manajemen

    Hukum

    Teknik (Industri, Informatika/ Komputer)

    Sosial Ekonomi Pertanian

    MIPA (Matematika/ Statistika)

    Usia maksimum Per tanggal 1 Oktober 2009:

    28 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1).

    31 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 2 (S2).

    Memiliki kemampuan berbahasa Inggris, ditunjukkan dengan sertifikat ITP TOEFL score minimal 500, atau IELTS minimal 5,5 yang masih berlaku sampai dengan tanggal 1 Oktober 2009. Bagi yang tidak memiliki sertifikat, harus mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia;

    Tidak mempunyai Saudara Kandung/ Suami/ Istri yang bekerja sebagai pegawai atau calon pegawai di Bank Indonesia;

    Bersedia menjalani ikatan dinas dan atau bersedia melepaskan ikatan dinas dari institusi lain;

    Bersedia tidak hamil selama menjalani program pendidikan;

    Bersedia ditempatkan di seluruh kantor Bank Indonesia.

    Informasi ini telah dipublikasikan melalui Info Terbaru pada website Bank Indonesia dan akan dipublikasikan juga di harian Kompas dan Media Indonesia edisi Sabtu, 17 Oktober 2009.

    bonus: (More …)

     
    • Mas Kopdang 2:36 pm on Oktober 16, 2009 Permalink | Balas

      update info terbaru:

      BANK INDONESIA membuka kesempatan kepada Putra/Putri terbaik Indonesia untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Pegawai melalui PCPM XXIX dengan proses e-Recruitment (Aplikasi online tanggal 17 s/d 21 Oktober 2009 melalui http://www.rekrutmenbi.com).

      P E R S Y A R A T A N :

      Warga Negara Indonesia Laki-laki/ Perempuan;
      Pendidikan minimal lulusan Strata 1 (S1); dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) baik untuk S1 maupun S2 minimal 3.00 (dari skala 4.00), yang lebih diutamakan dari bidang keilmuan sebagai berikut:
      Ekonomi
      Manajemen
      Hukum
      Teknik (Industri, Informatika/ Komputer)
      Sosial Ekonomi Pertanian
      MIPA (Matematika/ Statistika)
      Usia maksimum Per tanggal 1 Oktober 2009:
      28 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1).
      31 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 2 (S2).
      Memiliki kemampuan berbahasa Inggris, ditunjukkan dengan sertifikat ITP TOEFL score minimal 500, atau IELTS minimal 5,5 yang masih berlaku sampai dengan tanggal 1 Oktober 2009. Bagi yang tidak memiliki sertifikat, harus mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia;
      Tidak mempunyai Saudara Kandung/ Suami/ Istri yang bekerja sebagai pegawai atau calon pegawai di Bank Indonesia;
      Bersedia menjalani ikatan dinas dan atau bersedia melepaskan ikatan dinas dari institusi lain;
      Bersedia tidak hamil selama menjalani program pendidikan;
      Bersedia ditempatkan di seluruh kantor Bank Indonesia.

      Informasi ini telah dipublikasikan melalui Info Terbaru pada website Bank Indonesia dan akan dipublikasikan juga di harian Kompas dan Media Indonesia edisi Sabtu, 17 Oktober 2009.

      • Reza 3:07 pm on Oktober 16, 2009 Permalink | Balas

        Mas, selain ijazah dan sertifikat TOEFL untuk kelengkapan administrasi biasanya apalagi yah yg harus disiapkan? trus biasanya pelaksanaan tes pertama selangnya berapa hari dari e-recruitment nya?

        thx Mas

        • Mas Kopdang 3:18 pm on Oktober 16, 2009 Permalink | Balas

          Mas Reza,
          itu saja, bahkan belum punya TOEFL jg gak masalah, nanti akan dilakukan test oleh Bank Indonesia.

          untuk jeda antara e-recruit dan test pertama, tidak tentu, karena biasanya penyelenggaraan test pertama dilakukan di seluruh kota besar di Indonesia, sehingga perlu waktu koordinasi.
          Dan biasanya setelah dilakukan proses seleksi administrasi.

          Pengalaman saya, antara e-recruit hingga test pertama (dalam artian test tertulis) bisa menunggu 4-8 minggu.

          ;)

          semoga membantu.

    • ip_dunk 5:15 am on Oktober 17, 2009 Permalink | Balas

      Hehehe…thanx ya infonya. Smg tmn atau sodara ad yg pake. Aku ud 28 maret kmrn, lagian sbg ibu yg baik (ehm), aku ga mgk ninggalin bogor. Hehehehe… Sayang bgt, setiap ad low BI, sll kelewat nih, sepertinya bukan rejekiku kerja d BI.

    • Desy 8:21 am on Oktober 18, 2009 Permalink | Balas

      Anak akuntasi bisa ga ikut ujian pcpm 2009 ini, soale tertulis cuma ekonomi dan manajemen?

    • samsiza 8:22 am on Oktober 18, 2009 Permalink | Balas

      ikut share infonya ya mas :)

    • wida 1:51 pm on Oktober 19, 2009 Permalink | Balas

      S2 teknologi informasi boleh gak ya mas? tertulisnya s2 teknik informatika/komputer…

      • Mas Kopdang 11:22 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        mboleh..

    • Andi 4:58 pm on Oktober 19, 2009 Permalink | Balas

      mas kopdang, saya lihat diform aplikasi pendaftaran BI ada pertanyaan mengenai pengalaman organisasi, sejauh mana/sebesar apa bobot utk poin pengalaman organisasi? jika kita hanya memiliki pengalaman organisasi sebagai anggota saja, namun kita memiliki ipk >3.00 & toefl 500+ apakah kemungkinan lo2s seleksi administrasi tidak terpengaruh pengalaman bergorganisasi tsbt?

      Makasi bnyk atas pendapatnya :)

      • Mas Kopdang 11:24 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        ya kira-kira begitu lah…
        ;)
        tetep yang utama kompetensi termasuk didalamnya ipk dan toefl.
        terkait pengalaman organisasi, pertimbangan biasanya di tahap akhir ketika kita sudah akan memasuki test wawancara..

    • muti 10:34 pm on Oktober 21, 2009 Permalink | Balas

      Mas.. td saya ragu udah isi jurusan apa blm.. hiks buru2 langsung klik kirim.. tapii untuk periode kuliah, universitas, fakultas, serta ipk udah isi, hanya jurusan akuntansinya itu sy ragu udh isi apa blm.. hiks ngaruh ga yah u/ babak penyisihan pertama ini? kalo iya sy pengen submit lagi .. apa lbh baik tidak?thanks

    • Mas Kopdang 12:15 am on Oktober 23, 2009 Permalink | Balas

      biasanya karena grogi, jadi ragu-ragu uda isi apa belum. berpikir positif aja, dan yakinkan diri sendiri kolom sudah terisi semua. Jadi tidurnya nyenyak deh..
      :)

    • randi168 1:32 am on Oktober 31, 2009 Permalink | Balas

      alhamdulilah muncul di list tes 1 hiks , long way to go ….

      must practice many things in english, i have bad grammar :( *positive thinking*

    • ade_nita 2:27 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

      mas kopdang, apa ada pegawai BI yang dulunya adalah PNS? apa klo udah jadi PNS boleh ikut rekruiment BI (kemungkinan ditolak nantinya)?

      mohon diblas ya mas kopdang,
      makasih bnyak

    • ade_nita 2:33 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

      mas kopdang, ini maksud saya PNS dari instasi pemerintah lain misal dari departemen ato lembaga tinggi negara

      please… di blas ya..

      thanks

      • Mas Kopdang 2:48 pm on November 19, 2009 Permalink | Balas

        boleh dan banyak.

  • Mas Kopdang 5:50 pm on October 15, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: agung laksono, ayat-ayat tembakau, pasal 113 ayat 2, rokok, tembakau, , zat adiktif   

    Ayat-Ayat Tembakau 

    20080408230904Apa sih yang aneh dari negeri ini? Tidak ada bukan. Semua serba normal. Semua serba cuek, semua serba bebal. Tentunya termasuk saya, dan mungkin juga karena termasuk saya turut berperan di situ. Dalam keanehan, dalam kecuekkan, dan dalam kebebalan.

    Jaman dulu, sebagian muslim dunia mengecam Salman Rushdie gara-gara bukunya yang diterbitkan: “Ayat-ayat Setan”. Pria kelahiran India ini dikecam oleh hampir seluruh warga Iran, karena Pemimpin Iran mengecam dirinya.

    Bukankah pemimpin adalah perwujudan seluruh rakyatnya?

    Kalau jawabannya setuju, maka berarti kita termasuk “tukang tilep! Juga bisa dibilang tukang catut”. Lho kok bisa? (More …)

     
    • papabonbon 11:39 pm on Oktober 19, 2009 Permalink | Balas

      lha sampean klepas klepus dari jaman kuliyyah kuwi, saiki melu melu menghujat rokok, tho, pakdhe mbilung ? :p

      • Mas Kopdang 11:21 am on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

        Hahahaha….
        :lol:

    • jamil_bond 10:43 am on Oktober 25, 2009 Permalink | Balas

      perokok itu pembunuh pasif… ya boleh dikatakan penjahat lah…
      apa bedanya dengan nordin m. top…
      gue cuma pingin kasih saran…. bagi pecandu rokok….
      stop merokok … kalau kagak mau dibilang penjahat….
      maklum di neraka kagak ada jual rokok…
      ya kalau masuk syurga nggak masalah, di syurga apa aja ada…

  • Mas Kopdang 12:20 am on October 1, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: bantu sesama, bencana alam, earthquake, gempa padang, , sumbangan   

    Kesaktian Pancasila Di Saat Gempa Padang Mendera 

    Hari ini adalah 1 Oktober, di mana kita mengenalnya sebagai ‘Hari Kesaktian Pancasila’.

    Bersyukurlah bahwa Indonesia punya Pancasila, maka kita dengan leluasa dapat berketuhanan, memanusiakan sesama secara adil dan beradab dalam naungan persatuan Indonesia.

    Di saat pesta pora kerakyatan dalam Dewan Perwakilan Pembayar Pajak yang baru dan dilantik, ada saatnya kita melakukan apa yang disebut keadilan sosial bagi seluruh warga.

    Pancasila? Untuk apa? Apa pengaruhnya di saat sekarang, misalnya terjadi bencana alam seperti Gempa Padang sore kemarin?

    Gempa di Padang? Lantas apa yang bisa kita lakukan? Berdoa? Sudah tentu! Alangkah baiknya kita dapat berbuat lebih. Misalnya?

    Sumbangkan seberapapun dana milik Anda. Seikhlasnya. :)

    Lewat mana?
    Dompet Kemanusian Media Grup Gempa Sumbar: Mandiri No rek 117 0000 778894 cab Jkt Taman Kebon Jeruk atau BCA no 288 3333 888 cab Puri Indah.

    Syukur-syukur Anda adalah seorang dokter. Tentunya di sana sedang butuh banyak tangan-tangan medis.

    Sibuk? Gak punya dana berlebih?
    Tak apa. Dukungan doa yang ikhlas, menghibur teman-teman Anda yang punya sanak famili langsung di sana sudah merupakan bantuan yang tak terkira.

    Anda yang tinggal di Jakarta, Jogja, Tasikmalaya, tentu masih teringat bagaimana perasaannya saat mengalami gempa. Bukan hanya fisik, secara psikologis pasti ikut terguncang.

    Ada baiknya mulai sekarang kita semakin waspada dan terbiasa, untuk tanggap bencana, tanggap membantu, baik dukungan moril, finansial maupun tenaga, karena bumi semakin tua dan kebetulan, Indonesia berada di daerah yang paling renta.

    Turut bela sungkawa. Semoga Tuhan makin mencintai kita dan kita makin menyayangi sesama, secara nyata..

    Akhir kata, semoga para wakil kita di Senayan sana, mau menyisihkan sebagian uang sakunya.. :D

    Jakarta, Thu, Oct 1, 2009, 12:11:53 AM

    ****************************
    Rio Wardhanu
    Y!M : wardhanu@yahoo.com
    gTalk : kopdang@gmail.com
    ****************************

     
    • Mas Kopdang 12:31 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Dompet Kemanusian Media Grup Gempa Sumbar: Mandiri No rek 117 0000 778894 cab Jkt Taman Kebon Jeruk or BCA no 288 3333 888 cab Puri Indah

    • Mas Kopdang 12:32 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Indonesian Red Cross NHQ(PMI) Crisis Center/Posko for Padang Earthquake phonenumber : +6221 7992330 ext 112

    • Mas Kopdang 12:34 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Sumbang gempa SumBar: ANTV Peduli BankMandiri-Casablanca Jkt 1240096010906 / tvOne-Satu Utk Negeri BankMandiri-Pulo Gadung Jk …

    • Mas Kopdang 1:24 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Untuk donasi bencana ke @palangmerah silahkan cek website mereka http://www.pmi.or.id/ina/donation/

    • Mas Kopdang 1:45 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Bantuan #gempapadang lewat ACT (Aksi Cepat Tanggap): BCA 6760303133, MANDIRI 128 000 4555 808

    • Gaaf Österstjärn 2:00 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Sedjak djoetaan tahoen jang laloe, gempa boemi soedah sering terdjadi di tanah Noesantara. Nenek mojang kita djaman dahoeloe kala soedah pandai bikin bangoenan tahan gempa boemi seperti misalnja roemah djoglo di Djawa ataoe roemah gadang di Ranah Minang.
      Apakah saoedara tahoe tentang Kampong Naga? Saat gempa boemi di Tasikmalaja satoe boelan jang laloe, tidak ada satoe poen roemah di Kampong Naga jang roeksak. Orang2 Kampong Naga bikin bangoenan roemah pakai constructie traditioniil nenek mojang mereka jang memang terboekti tahan gempa boemi.
      Saja tidak bermaksoed menjoeroeh orang2 di djaman sekarang oentoek bikin bangoenan seperti roemah djoglo ataoe roemah orang Kampong Naga. Tetapi seharoesnja kita bisa pikir oentoek bisa bikin bangoenan tahan gempa boemi jang modern.

      • Mas Kopdang 6:53 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

        Wow, betul Bung Gaaf. Saya cai dan dapat tautan di sini: http://www.adangdaradjatun.com/berita/terbaru/1378-kampung-naga-tahan-gempa-hingga-10-sr/

        ternyata hingga 10 skala richter-pun, perkampungan kampung naga (perumahan-red) tahan goncangan gempa.
        tks atas info-nya.
        :)

    • kopral cepot 8:30 am on Oktober 8, 2009 Permalink | Balas

      Selamat pagi ..
      Selama masih ada mentari, anak negeri tak pernah mati
      Hidup hanya untuk berbakhti pada Ilahi Rabbi ..
      Anak bangsa terus berkarya …
      Ada Asa dan cita di depan mata …
      Untuk Indonesia kembali JAYA …

      Salam

    • atmakusumah 6:42 pm on Oktober 12, 2009 Permalink | Balas

      34 tahun yang lalu, Panca sila menjadi sakti karena adanya G30S/PKI…tahun 2009, G30S (Gempa 30 September) buatan Tuhan tak mampu dibendung oleh kekuatan apapun, kecuali kita banyak mengingat-Nya sebagai satu2nya jalan agar kita diselamatkan oleh-Nya…

  • Mas Kopdang 1:07 am on September 30, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: , hi5, , , rumah tangga, , , yammer   

    Sinyal Keluarga: Dari Dompet, Tagihan Pulsa Hingga InboX BukuMuka.. 

    Agussyafii bertutur:

    Seorang suami mendekati gadis cantik di supermarket dan mengatakan, ‘maaf saya kehilangan istri di sini, bisa ngobrol sebentar, dua menit saja?’

    ‘Kenapa?’ tanya si gadis.

    ‘Karena setiap ngobrol dengan gadis cantik, istri saya tiba-tiba muncul entah darimana..’

    :D

    Kocak! Ya, pasti Anda juga pernah merasakan dicemburui istri. Sinyal: “miswaguelagingapain?” Baik di kantor, di parkiran, dinas dan lainnya sepertinya adalah satu paket dan terkoneksi seusai ijabkabul (atau jauh sebelumnya).

    Ada yang bilang “itulah namanya jodoh”. Ada ikatan batin-perasaan.

    Tapi pernah juga kan cemburunya istri (maap, karena saya seorang suami-jadi cerita dari sudut pandang suami) malah bikin risih? Karena ter..la..lu (gaya Bang Rhoma).

    Dahulu, yang paling gampang ya lihat dompet. Barangkali ada nota pembelian cincin kawin baru, bill makan di restoran, atau kwitansi cek-in di losmen. (Apalagi yang jadul? Silahkan tambahkan..)

    Sekarang, piranti parameter yang jadi korban cemburu suami bermacam-macam: dari inbox sms di hape, catatan call in- call out hape, akun facebook baik inbox dan wall (kalau di wall mah ya terla..lu kwadrat), atau malah di twitter, hi5, yammer, draft tulisan di dashboard blog, atau segala macam jenis “social media” lainnya.

    Lalu, apakah iya kecurigaan istri dibenarkan. Jangan-jangan memang tipikal kita (ya sudah: saya) yang patut dicurigai? Bahwa social media memang memudahkan CLBK, perkawanan terlarang, bahkan ajang komunikasi yang berpotensi merusak hubungan rumah tangga?

    Ah, daripada nanti ini dikira curhat colongan, mending disudahi saja..

    Hohohoho..
    :D

    @argodwipangga Solo-Jogja Wed, Sep 30, 2009, 1:04:13 AM

    ****************************
    Rio Wardhanu
    Y!M : wardhanu@yahoo.com
    gTalk : kopdang@gmail.com
    ****************************

     
    • papabonbon 3:16 am on September 30, 2009 Permalink | Balas

      judul nggak sesuai ama isi oom. nulisnya sambil ngantuk kayaknya :p

    • Mas Kopdang 7:11 am on September 30, 2009 Permalink | Balas

      Waks iya ya. Uda tak ganti Om..

    • andi 3:06 pm on September 30, 2009 Permalink | Balas

      ass, salam kenal mas kopdang. saya sering liat blogg mas. tapi baru sekarang nih berani gabung.

  • Mas Kopdang 1:59 pm on September 29, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: download lagu gratis, ratu plaza, , zeke khaseli   

    “Ratu Plaza”, Amboi Zeke Khaseli Memang Top M(arko)top! Melebihi Zach “Beirut” Condon.. 

    Selintas dulu saya pernah baca artikel mengenai pagelaran “Zeke and the Popo” di majalah Tempo. Sayang saya belum sempat melihat penampilan mereka.

    Tadi pagi, saya, sebagai follower dari @ZekeKhaseli (http://twitter.com/zekekhaseli), mendapat twit darinya:
    “tweeps.. just the right time to download my week #3 song: “Ratu Plaza” go to http://bit.ly/IfHPC

    Tanpa tedeng aling-aling, kalau sudah gratisan, apalagi berasumsi lagu itu bermutu, saya langsung meluncur ke TKP, lantas diunduh di gadget. Selesai. Durasi 2.43 kalau tidak salah.

    Saya ambil earphone dan saya dengarkan…

    ..
    Cuma satu kata:
    “Wow..!”

    Kalo kata ABG: “sumpah, nhih laghu lucyu banget!” (Dibaca: serius, lagu ini dahsyat euy) :)

    Begini syairnya:
    ” Ai..
    istrinya mulai bingung/ Suaminya belum pulang/ dia checkin kamar lagi../Di hotel bintang tiga.

    Hidupnya baru datang.. /Cameo seumur hidup/ Mobilnya bisa diparkir aja di Ratu plaza/

    Janjinya jam sepuluh/ Setengah sembilan sudah siap../ Pura-pura les bareng Samarannya titip makan../

    Hobinya kurang seru/ pernah di Zimbabwe. /Kapalnya selalu dihujani awan di tengah laut

    /Garagaragaragaragaragara…satu orang!”
    /

    Rapi. Otentik, dengan tema ringan menggelitik khas tipikal kisah waga kelas menengah ibukota.

    Jadi teringat film “arisan” atau “berbagi suami”.

    Bagi saya, lagu dari Zeke ini lebih assoy dibanding Mas Zach Condon dengan “Beirut Band”-nya yang bercerita mengenai “postcard from italy..”

    Mantap. Silahkan Anda unduh. Gratis lagi.
    :D
    Nb: kalau gak salah Zeke ini iparan sama pemain bultang Taufik Hidayat. :)

    Boyolali, Tue, Sep 29, 2009, 1:56:00 PM
    *follow me at twitter: http://twitter.com/kopdang/

    ****************************
    Rio Wardhanu
    Y!M : wardhanu@yahoo.com
    gTalk : kopdang@gmail.com
    ****************************

     
    • anti-shit 10:48 am on Oktober 13, 2009 Permalink | Balas

      Cuman ingin membenarkan beberapa kalimat yang anda tulis:

      1. “kalau sudah gratisan, apalagi berasumsi lagu itu bermutu” —> Atas dasar pemikiran apa ya kok situ bisa sampe yakin betul lagu ini bermutu?? Okelah, wajar memang mungkin bila sebelum dengar, mas berfantasi “lagu ini akan bermutu”…

      2. “Cuma satu kata: Wow..!” —> Nah kalau sudah tahap ini mas tetap menganggap lagu ini bermutu, apalagi sampe “wow”, waaah… saya sih cuman bersimpati sama telinga sampean aja. Kasian situ punya telinga dijejali lagu yang bahkan seekor anjing pun bisa langsung mengonggong keras karena kupingnya keganggu sama lagu tersebut. Tidak hanya lirik yang tak bermakna seperti diciptakan saat lagi mabok bir 6 botol (yang penting jadi), tapi juga nada-nada yang luar biasa menganggu dan benar-benar TIDAK ENAK bahkan untuk didengar saat buang air besar sekalipun (karena pasti kotoran anda tidak akan keluar saat mendengar lagu sampah ini). Belum lagi suara yang fales yang tidak jauh beda saat seekor sapi sedang melalui pengecekan kesehatan lewat duburnya. Point 1: Kasihanilah telinga anda.

      3. “Kalo kata ABG: “sumpah, nih laghu lucyu banget!” —> Mas sangat amat perlu meralat kalimat ini. Saya sangat amat tidak tahu “ABG” macam apa yang mas bicarakan tetapi saya sangat amat yakin kalau tidak semua ABG di Jakarta begitu bodoh dan “clueless” sampai dapat menikmati lagu ini atau sampai merasa bahagia dan berfikir “sumpah nih lagu lucu bangeeeeet” (ngga usah membawa konteks se-Indonesia deh soalnya kasian lagu ini bakalan memajukan ketololan otak muda Indonesia). Point 2: Jangan membodohi ABG Indonesia dengan lagu yang sangat amat bodoh.

      4. “Rapi. Otentik, dengan tema ringan menggelitik khas tipikal kisah waga kelas menengah ibukota.”
      Rapi? mungkin (wong yang bikin punya studio sendiri jadi biar dikata baru bangun tidur maish ileran ato abis bersetubuh dengan kambing ida bisa aja rekam kapan aja).
      Otentik? Satu-satunya hal otentik mengenai lagu ini adalah ketololan yang tak berujung yang tak hanya dirujuk dari lagi ini sendiri, tapi juga akibat pada otak-otak manusia setelah mendengarnya.
      Tema ringan? Lebih tepatnya tema brainless. memang apa sih sebenarnya temanya? Zimbabwe? Cameo? mau sok-sok “enigmatic” tapi malah jatohnya tolol dan “pintar” karena membawa kata-kata “aneh” (kecuali kalao memang si penulis lagu ingin orang-orang dan anjing-anjing menganggap dia “tolol” dan “pintar” karena membawa kata-kata “aneh”).
      Tipikal warga kelas menengah Jakarta? nah mungkin ini adalah satu-satunya point yang saya sedikit setuju. Akan tetapi dia bukan kelas menengah mas, kelas atas ini mah yang udah kebanyak uang jadi bingung mau ngapain. Naaaah saya curiganya, dia mau mencuci otak generasi muda nih dengan lagu-lagu yang berkesan “yang penting gaul”. Astaghfirulloh, jangan sampe sekte setan tolol ini benar benar mewabah. Point 3: Jangan biarkan sekte setan tolol ini mewabah!

      5. “Mantap. Silahkan Anda unduh. Gratis lagi.” —> SAYA MOHON, JANGAN. Kecuali anda mau tinggal di luar negeri dan tidak perduli bagaimana nasib Indonesia di masa depan karena dijejali oleh sekte setan tolol macam ini. Kalau anda seperti saya yang masih tinggal dan akan tinggal di Indonesia dalam waktu yang lebih lama, JANGAN UNDUH. Ingat pepatah bang Napi di televisi, Point 4: KEJAHATAN TERJADI KARENA ADA KESEMPATAN, WASPADALAH!

      Cukup sekian komentar saya mengenai tulisan ini. Saya tidak mau menganalisa liriknya satu per satu dikarenakan kemuakan saya yang sudah sangat amat berlebihan. Mungkin komentar saya ini dapat menimbulkan kontroversi dan bagi beberapa seniman, kontroversi dianggap sebagai tolak ukur bila dia sudah terkenal apa belum. Sayangnya, kontroversi dan KEGOBLOKAN itu terkadang beda tipis. Apalagi bagi mereka yang hidupnya udah tidak mengerti mau diapain. Saya sama sekali tidak ada masalah dengan pribadi mas, tetapi saya ingin menyelamatkan kuping saya sendiri dan kalau bisa kuping orang-orang lain.

      Bila anda ingin kapasitas intelejen anda terancam hilang, maka “unduh” lah lagu ini. Dijamin satu hari mendengar, IQ anda langsung turun sejajar dengan anak taman kanak-kanak karena berfikir “iiih lagunya lucuuuuu”. Bila anda tetap sayang dengan otak dan kehidupan anda point-point ini akan sangat membantu anda:
      Point 1: Kasihanilah telinga anda.
      Point 2: Jangan membodohi ABG Indonesia dengan lagu yang sangat amat bodoh.
      Point 3: Jangan biarkan sekte setan tolol ini mewabah!
      Point 4: KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KARENA PELAKUNYA TETAPI JUGA KARENA ADA KESEMPATAN, WASPADALAH!

      • Mas Kopdang 11:09 am on Oktober 13, 2009 Permalink | Balas

        :lol:

        hahaha. Terima kasih atas pendapat sampeyan.
        :)

      • molskee 2:28 pm on Oktober 27, 2009 Permalink | Balas

        niat amat mas kritiknya. Kalau ga suka mah ga suka aja.

        • Mas Kopdang 2:46 pm on Oktober 27, 2009 Permalink | Balas

          molskee:
          eits, ane malah suka kalau kritiknya panjang lebar..
          ada usaha, Brur..
          :lol:

  • Mas Kopdang 8:59 pm on September 28, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: , gadget, , , multitasking, , the lonely planet story   

    MultiTasking, More Communicating, Less Meaning. 

    Jumat 2 minggu yang lalu, ane bawa 2 buku: “the Lonely Planet Story” dan satu buku essay ekonomi, yang maunya sih dilahap habis selama “mudik lebaran”. Maksudnya, disaat santai, senggang di kampung, ane bisa habiskan waktu untuk baca.

    Ternyata..

    Sampai hari ini, 2 buku itu belum tersentuh lebih dari 5 jam bila diakumulasikan.

    Bukan..

    bukan karena sibuk silaturahmi, pergi sana-sini. Tapi kekonyolan ane untuk terus meluk blackberry, yang dipenuhi:
    Compose sms, reply comment status fb, reTweet, posting blog, dan mantengin google latitude.

    Komplain ane panen dari Ibun, yang kebetulan bini ane. Hahaha.. .

    Ya. Hikmahnya ane jadi multiTasking. Hampir mirip ibu-ibu yang bisa nonton cintafitri, sambil ngiris bawang, dan bantuin anaknya ngerjain PR.

    Ane bisa balas sms, sembari bikin status fb, lihat tweet kaum ngartis, sesekali ngelirik ciprut, lantas apalagi.

    Ternyata, setelah tak pikir-pikir isinya sekadar “supaya-kelihatan-eksis”, sebagaimana ABG sering bilang.

    Tiba-tiba merasa rugi, 10 hari hilang sekadar omong-omong kosong via “social media”. Coba kalau kemarin getol buka buku yang ane bawa. Pasti ane bisa posting blog perihal 2 buku itu.

    Hiks.
    Semakin sering kita berkomunikasi, tapi sepertinya makin sulit memaknainya.

    Dan Ciprut, gak terlalu banyak kehilangan momen gara-gara bapaknya ngelus-ngelus gadget mulu.. :D

    >> Nah, sekarang giliran ente yang cerita, lebaran ngapain ajah..?

    Boyolali, Mon, Sep 28, 2009, 8:59:02 PM

    ****************************
    Rio Wardhanu
    Y!M : wardhanu@yahoo.com
    gTalk : kopdang@gmail.com
    ****************************

     
    • papabonbon 11:35 pm on September 28, 2009 Permalink | Balas

      sip. tinggal nunggu dapat lungsuran bold dari mas kopdang huehehhe :D

    • ip_dunk 1:47 pm on September 29, 2009 Permalink | Balas

      Ada penyakit, autis by bb. Nyaris, aku jg kena. Krn di tengah demam fb, eh ndelalahnya dpt kado bb. Alhamdulillah bgt sih… Tp astaghfirullah jg bwt anak2ku. Mknya, pas lwt jkt, daerah mana aku lupa, ad iklan yg nulis gini: liburan paling asyik klo batre hp papa low. Hahaha, keren tuh…

    • eecho 8:56 am on Oktober 4, 2009 Permalink | Balas

      klo di luar sana dah mulai concern dengan gejala information overload…masalahnya ini sifatnya kasat mata sih jadi susah mengetahui efek ‘trend’ ini secara jelas

  • Mas Kopdang 7:07 am on September 27, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: algoritma, fisikawan, google, komputasi, oxford, stephen wolfram, wolfram, wolfram alpha, yahudi   

    Wolfram|Alpha, sebuah jawaban tegas dunia maya 

    Apakah yang ente lebih suka:
    1. jawaban final yang tegas, atau
    2. jawaban yang terus dapat ditelusuri hingga ente sendiri menemukan jawabannya sendiri?

    Bila yang ente pilih adalah jawaban no. 2. maka ente memang hobi googling di http://google.com/

    “Kalau nomer satu Mas?”

    Nah, kalau itu, cobalah ente menggunakan mesin komputasi (yang akan semakin) luar biasa, namanya Wolfram|Alpha ( http://wolframalpha.com/ ).

    Apa itu?

    Wolfram alpha adalah mesin komputasi yang ambisius untuk mengumpulkan seluruh pengetahuan (terutama dunia sains) secara tepat dan akurat.

    Apa saja yang bisa dijawab?

    Hampir seluruhnya. Dari urusan larutan kimia, nama kota, perhitungan rumus yang kumplit, wawasan mengenai planet, yang pada pokoknya membantu kita dalam mengetahui persamaan dan atau persoalan matematika, kimia, rekayasa mesin, geografi, teknologi, perhitungan teknis terkait dunia sains dan sebagian ilmu sosial.

    Siapa itu Stephen Wolfram?

    Wolfram adalah fisikawan inggris yang juga konglomerat sukses. Ia dianggap penerus Hawkins, sang legenda Inggris juga. Ya, ia adalah orang Yahudi yang dapat dikatakan jenius. SMA di Eton hanya setahun. Laantas masuk oxford di usia 17, menulis fisika kuantum (teori quark) di usai 18 dan mendapatkan gelar PhD di usia 20. ( http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_Wolfram ) :shock:
    Ya, beti-lah sama ane! Beda-beda tipis.. :lol:

    Hebatnya, ia adalah juga pebisnis yang kaya raya. Mungkin memang lagi jamannya yang jenius juga adalah pebisnis? Seperti Brin|Page-nya google.

    Uda deh, timbang ente penasaran, coba sendiri karyanya. Memang belum sempurna karena ia mengatakan bahwa wolfram|alpha adalah proyek jangka panjangnya.

    “Mmaaaannntabs dah!”

     
    • Gaaf Österstjärn 10:25 pm on September 28, 2009 Permalink | Balas

      W|A is not good. It doesn’t has the answer for the simple questions such as “longest penis” nor “biggest penis”

      • papabonbon 11:32 pm on September 28, 2009 Permalink | Balas

        huahahaha, gaaf lutju juga yah … :D

    • Mas Kopdang 11:41 pm on September 28, 2009 Permalink | Balas

      Papab ketipu:
      Gaaf itu anak ITB 96. Lagi ngangsu kawruh di sweden. Kenapa sweden, bukan amrik? Karena namanya. Gaaf itu nama pendek dr Gamaludin al-Afgani. Emang lebih songong dari ane..
      Huahahaha..

      *sorry Bro..*

  • Mas Kopdang 11:29 am on September 26, 2009 Permalink | Balas |
    Tags: aborsi, cisa, etika, , janin, jesuit, , khidir, kompas, musa, phang, steven d levitt, , uud 45   

    Antara Aborsi, Etika Katolik, dan Freakonomics 

    Aborsi. Beda dengan Abolisi. Beda juga dengan Polisi. Tak iye? :D

    Aborsi secara sederhana artinya apa ya? Menggagalkan kehamilan secara sengaja? Taruhlah artinya itu.

    Pertanyaan pokok: bolehkah?

    Inilah persoalan yang menggelayuti seorang etikawan, bernama Benny Phang, yang dalam tulisannya “Masalah Aborsi” pada kolom opini halaman 7 di harian Kompas hari ini (26/09/09), mempertanyakan pasal 84-85 UU Kesehatan yang baru saja disahkan. Perihal apa? Ya itu tadi: Aborsi.

    Secara singkat dan padat, ia memberikan argumen keberpihakannya kepada “hak hidup sang janin dan secara tegas tidak setuju pada aborsi”.

    Sedangkan pasal dalam UU Kesehatan berlogika pada prinsipnya aborsi dilarang!
    Namun ada pengecualian. Pasal 85 menyatakan sahnya aborsi sebelum kehamilan enam minggu.

    Inilah yang ia kritisi. Pada dasarnya ia beranggapan bahwa janin, adalah makhluk bernama manusia sejak embrio, yaitu ketika si kecebong kecil bernama “sperma” berpeluk mesra di “ovum” sang bunda dan melebur menjadi satu. Ia tegas menyatakan “janin perlu disambut hormat, karena itu adalah bentuk penghormatan kepada martabat manusia berupa janin. Bila tidak, kita juga pasti gagal menghormati martabat orang lain..”

    Hmm..
    Patut diperhatikan bagaimana ia, sebagai seorang anggota Centro Internazionale San Alberto (CISA), Roma, sungguh-sungguh membela hak hidup sang Bayi.

    CISA adalah organisasi katolik ( http://translate.google.com/translate?hl=en&sl=it&u=http://http://br.geocities.com/wilmarsantin/Historia_CISA.htm ) sebagaimana Bishop Francesco Saverio Sudartanto Hadisumarto, di Sorong-Manokwari adalah termasuk anggotanya. Tentunya etika katolik selalu mengutamakan sesuatu hal dengan penuh kemuliaan-cinta kasih-beri pipi kanan bila yang kiri telah ditampar. Khas. Unik. Mulia. Kurang apalagi?

    KOMENTAR mAS kOPDANG
    Saya sebagai manusia biasa, tentunya coba memahami konsep yang ditawarkan CISA melalui Bung Benny tersebut.

    Lengan sejarah katolik tentu saja terorganisir dengan baik, dengan garis komando tertata dan terutama “dana” yang “luar biasa” uwokehe. Bejibun!

    Maka, ketika aborsi urung dilakukan, karena itu adalah kehendak Tuhan, maka konsekuensi logis terdekat adalah “biaya” kelahiran (persalinan), asuh, pola didik, sekolah, hingga menjadi “yang terbaik”. Bagi kelompok katolik. Itu persoalan sepele.

    Tapi persoalan sekarang adalah persoalan negara. UU Kesehatan adalah ranah berkewarganegaraan.

    BERKACA PADA STEVEN “freakonomics” D. LEVITT.

    Salah satu tulisan levitt adalah teorinya bahwa ternyata penurunan angka kriminalitas di amerika di penghujung tahun 80an hingga awal 90an bukanlah karena anggaran kepolisian yang meningkat, jumlah polisi yang banyak, atau taraf hidup masyarakat yang makin sejahtera. Namun sejatinya adalah karena “keputusan pengadilan di tahun 60an yang dimenangkan seorang ibu muda yang menuntut dilegalkannya ABORSI”.

    Logikanya:
    1. Ibu muda yang aborsi kebanyakan karena masih belia.
    2. Akibat seks bebas atau korban perkosaan.
    3. Usia sekolah.
    4. Belum bekerja.
    5. Calon bapak kabur, kriminal, dipenjara, atau belum bekerja. 6. Kehamilan bukan “diinginkan”.

    Maka, ketika bayi lahir dari orang tua tunggal dengan kondisi di atas, dapat dipastikan anak akan tak terurus, dekat dengan kemiskinan, dekat dengan kejahatan, dan berprofesi sebagai kriminil.

    Maka kesimpulannya: dengan Aborsi, mencegah lahirnya pria-wanita dewasa kriminil. Dan itulah yang membuat Amerika mengalami penurunan angka kriminalitas.

    Bayangkan!
    Amerika dengan jaring sosial begitu mapan, penuh dengan tunjangan bagi warganya masih dimungkinkan warganya serba “kekurangan”, bagaimana dengan Indonesia?

    Pasal UUD’45 terkait anak terlantar dan kaum fakir yang seharusnya diurus negara saja bagai Macan Ompong buaya mandul!

    Mungkin bagi organisasi kaya macam ordo katolik dan kaum jesuit, memelihara anak terlantar adalah hal gampang. Negera mereka adalah negara internasional yang kekayaannya ada dimana-mana.

    Indonesia?
    Masih berkutat urusan cicak-buaya, urusan “suara”, dan bedebah pulitikus lain dengan segala permasalahannya.

    Urusan aborsi adalah hak pilih sang bunda. Kematian memang hak absolut Tuhan. Tapi dengan kondisi ibu korban perkosaan belum bekerja, masih sekolah dan tak tahu bapaknya siapa, apakah tak boleh memilih untuk memperbaiki kualitas hidupnya?

    Seperti tua renta yang pesakitan hingga berwindu-windu, dan ingin istirahat tenang denga eutanasia.

    Bagi saya, manusia adalah pemilih. Biarkan ia yang memilih. Karena rahasia Tuhan siapa yang nyana? Seperti sang Musa yang terus bertanya-tanya, pada Sang Khidir yang membunuh anak belia dan membocorkan kapal niaga.
    :)
    >> Kalau menurut Anda..?

    Boyolali, 11:25:52 AM, Sat, Sep 26, 2009

     
    • Gaaf Österstjärn 10:16 pm on September 28, 2009 Permalink | Balas

      please check this:
      http://filipspagnoli.wordpress.com/2009/08/29/political-jokes-funny-quotes-51-two-tough-questions/

    • papabonbon 11:29 pm on September 28, 2009 Permalink | Balas

      1. mas kopdang kudu tahu juga kalau si ibu muda yg kasus aborsinya menang itu, belakangan jadi aktipis hardcore pro life. rada rada tragis bukan :D sama kayak kasus miranda law …. si penyebab miranda law jadi wajib dibacakan, justru mati sia sia karena urusan kriminil … :p

      2. kalangan fundies ugamak di indonesia belakangan ini malah makin mirip ideologinya dengan kawan kawan katolik. jadi pro life.

      sementara uu kesehatan banyak yg ngegolkan adalah orang liberal … contoh : pak KM

      :) sorry pak boss, nama anda diseret seret .. :p

    • Sylvia 10:40 am on September 30, 2009 Permalink | Balas

      hmm..tough questions
      ranah yang abu2…memang manusia selalu dihadapkan pada pilihan..itu juga suatu pandangan, manusia have his own free will
      tapi ada juga pandangan bahwa, layaknya gravitasi yang menarik batu yang terlempar ke udara kembali ke bumi, maka free will juga ditarik oleh kekuatan tak kasat mata…

      IMHO, terkadang manusia cucok ditempatkan pada pilihan, selama ia sudah cukup umur (akil balig dalam Islam), dianggap berkesadaran dan bertanggung jawab penuh terhadap perbuatannya, tapi jika sebaliknya maka tugas wali/orang tua serta negara yang memberikan guidance dan pakem.

      Bagaimanapun, banyak negara muslim yang sangat strict dengan pencurian, hukuman potong tangan, tp di negara lain, pencurian (bahkan masuk peringkat 2 korupsi terbesar di dunia) sudah dianggap lumrah. Maksud saya adalah, tiap negara punya policy masing-masing, dan asalkan dikomunikasikan dengan baik tingkat kredibilitas yang tinggi, sepertinya warga negara dapat menerima keputusan selama didasarkan oleh common sense dan empati yang kuat, sepertinya rata-rata akan menerima.

    • ip_dunk 7:46 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Jadi wanita emang berat.

    • ip_dunk 7:47 am on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Jadi wanita memang berat. Banyak sekali dilematisnya.

    • V 6:43 pm on Oktober 1, 2009 Permalink | Balas

      Mas kopdang minta email mas donk..saya mau tanya2 n mnta pndapat soal skripsi saya ke mas kopdang..plizzzzz..help me T.T

    • V 3:06 pm on Oktober 3, 2009 Permalink | Balas

      koq saya cari2 UU Kesehatan yg baru sisahkan itu ga ada y?
      ada yg bisa bantu?

    • Mas Kopdang 11:59 pm on Oktober 3, 2009 Permalink | Balas

      email? kan ada di postingan.
      :P

    • YESTI 6:57 pm on Oktober 20, 2009 Permalink | Balas

      intix….spa jual mka man beli….sbgi woman hrus tau jga diri…..

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal