::: kepul kretek jilid 2 :::

Mei 31, 2007

Selamat siang,
kali ini saya akan membahas kretek djarum SUPER;
Siapa yang tidak kenal dengan merek kretek satu ini? bagi pecinta sepakbola terutama liga inggris dan itali, maka perlu berterima kasih pada produk ini, karena getol manjadi sponsor pertandingan sepakbola eropa..Thx Per!

Brand: djarum super (kretek filter)
isi : 12 batang
harga : Rp.7500/bungkus (eceran warung/lapak pinggir jalan)
tampilan: kretek dengan filter impor bermotif corak coklat.
waktu: 16 menit (+/- sembari menikmati 3 lagu jazzy)

Saya mencoba untuk menikmati djarum super pada pukul 22.14 wib, dengan ditemani kapucino kental buatan istri.
Sense pertama yang tertangkap adalah bentuknya standar dan memakai kertas manis. Terkesan imut dan tampilan masih tradisonal, jauh dari kesan elegan..
saat dihisap pertama kali, sensasi hangat lebih kentara dibanding dji sam soe (kuning). Namun perbedaannya adalah pada rasa mengganjal (ngganjel) dan menyegrak (nyegrek) di tenggorokan.

Nuansa lengket juga terasa pada mulut dan sepanjang rongga mulut, entah apakah kandungan cengkeh dan rempah2 lainnya ataukah semata-mata rahasia racikan khas djarum. Hal ini mirip ditemui saat menikmati gudang garam kretek.

Dari sisi tarikan, terasa ringan, berbeda jauh dengan dji sam soe, karena rajangan halus dan terkesan basah..
saya pikir rokok ini cocok untuk conversation, bukan dalam wilayah kontemplatif. Teman diskusi, teman bergosip dan menikmati pertandingan bola di televisi

Satu batang dilalui dalam 14 tarikan hisapan, selama 16 menit.

Ada komentar?


::: kepul kretek :::

Mei 24, 2007

Selamat siang,
para penikmat kretek Indonesia, kali ini saya akan melanjutkan pembahasan mengenai sebuah brand terbaik dalam >> jagadkretek minimal versi ~kopidangdut~.

Brand: DJI SAM SOE; 234; Fatsal-5; H.M Sampoerna
Isi: 12 batang dlm satu bungkus
harga: eceran warung: Rp 8000
Tampilan: warna khuning khas (bungkus); dan putih gading strip kuning (batang kretek)
aroma: semu manis;
mulai: 23.06; selesai 23.30 waktu jakarta

Percobaan dilakukan jam 23.06 wib, dengan sembari meminum segelas teh celup sariwangi takaran satu sendok teh gula. pada tarikan pertama ada sensasi agak berat. Kepadatan tembakau dan rajangannya yang cenderung kasar mungkin yang membikin kretek ini berat untuk dihisap. Tarikan pertama langsung membuat hangat tenggorokan. Cantik sekali. Sangat berbeda saat kita menikmati rokok putih brand eropa seperti Marlboro atau Lucky Strike. Saya berhati-hati dalam menghisap karena apabila nyala rokok memudar dikarenakan “kaki coro” (batang tembakau atau rajangan tembakau yang kasar), maka rasa nya akan bernuansa pahit. Repetisi hisapan saya lakukan dengan santai. Rokok habis sampai ujung warna kuning (bersisa 2,5 cm), dalam waktu 24 menit, (kira-kira sama dengan mendengarkan 4 lagu pop) dengan 17 kali tarikan.

Sensasi nikmat dalam dji sam soe ini jelas terasa. Kepulan asap yang dihasilkan jenuh dan menggumpal. Bermain halus melewati tenggorokan dan memanjakan lidah karena kertas (papir) cenderung terasa manis.

sekian,
terima kasih…

~kopidangdut~


::: dolan :::

Mei 23, 2007

Dolan dalam bahasa indonesia artinya main. Saya (~kopidangdut~) senang sekali maen-maen ke halaman blog orang lain. Banyak tema-gaya dan tutur cerita.
Ada blog isinya tentang protes. Pake acara sumpah serapah segala. Ada juga yang bicarain minyak. Ada juga yg bicarain masalah bursa saham thok! Salut lah! keren-keren! Tapi yang lebih keren ada yang bikin blog khusus masalah hukum, sampe-sampe tag line-nya dibuat: legal minded! wuih..apa gak bikin botak kepala tuh Om?
blog banyak banget gayanya. Makin segmented.

Dolan memang membikin wawasan makin kaya..
Dolan yuk, *Ta..!

*Ta: panggilan untuk Marecinta anak saya..


::: pribadi :::

Mei 23, 2007

alias personal..!
bagi sy sangat mahal harganya.
sesuatu dengan sentuhan pribadi adalah harta yg tak ternilai. memang unsur subyektivitasnya bakalan gede banget, tapi apakah itu menjadikan sesuatu yg personal jatuh harganya? tentu tidak!
dikisahkan dalam sebuh film apik yg disiarkan O channel 2 hari yg lalu, Duster, seorang pelarian penjara di cancun, meksiko bersama sahabatnya sekaligus majikannya, sebutlah si Arthur (karena lupa namanya, euy..) berlari di gurun yang begitu luas..tanpa sengaja mereka bertemu dengan seorang gadis pengelana (sebetulnya sebutan pengelana juga gak tepat2 amat! karena dr kecil emang tinggal di sana demi mencari harta karun milik keluarganya yg sempet raib bersama jenazah neneknya).
Dalam salah satu kisah di film itu, pada suatu momen Duster ngasih ke cewek pengelana ini batu-batu miliknya. batu biasa memang. Hanya saja setiap batu merupakan perwujudan dari sebuah titik di dalam perjalanan hidup Duster. Ada batu di mana Duster selesai khursus ahli kunci, batu di mana pertama kali dia masuk penjara, lulus sekolah, ketika keluarganya meninggal. Dari setiap kejadian penting dalam hidupnya dia mengumpulkan batu itu. Semuanya dia korbankan batu itu untuk ditukar di dalam kotak penyimpanan berlian untuk mengelabui sahabatnya. walaupun pada akhirnya berliannya pun dicuri orang lain, namun Duster sudah menukarkan batu miliknya dengan berlian. Cewek yang ditaksir Duster begitu kecewa, setelah mendapati bahwa kotak berlian yang sepanjang hidupnya dia cari ternyata berisi batu. Dibuanglah batu itu.
Saking cintanya sama wanita ini, Duster rela untuk menukar batu dengan berlian. bagi dirinya batu ini sungguh berharga. Semuanya hilang dibuang si cewek pujaan hatinya. Namun hanya satu batu yang tetap dia simpan, yakni batu yg dia temukan pd saat cewek ini mencium Duster.
“Berlian memang berharga bagi kamu! tapi apalah artinya bagi cinta kita..Bagiku, batu-batuku jauh lebih bernilai..semuanya menandakan penggalan kehidupanku..”
Batu begitu bernilai bagi seseorang. Begitupun dengan benda remeh lainnya. blog bagi si A, diari bagi si B, lukisan x bagi si C, bahkan korek telinga bagi si Z.
sesuatu yang pribadi sungguh tak ternilai…

salam kopidangdut!


::: mutasi :::

Mei 23, 2007

terlepas dari hiruk pikus panas Jakarta yang saat ini masih saja doyan mendera dan menggilas suhu tubuh warganya, di bilangan jalan utama ada yang jauh lebih panas lagi, karena ada isu mutasi. Isunya sih nggak seheboh masalah resafel kabinet SBY, tapi cukup membuat badan yang kurus kering makin tak bersisa. Penyakitnya pegawai kan cuma dua: gaji dan posisi. Kalo urusan gaji mah itu kita sama-sama tau lah, tapi urusan posisi, ada hal yang subtil tersisa. Posisinya naik, tetap atau malah turun.
Nah bicara posisi, yg paling enak mah cuma promosi, karena kalo mutasi biasanya jadi malah makin jauh dr peradaban, apalagi degradasi alias down grade..bikin nangis anak istri!
siang tadi, pas lagi enak-enaknya ngopi dan gosok gigi, upsss..maksudnya mengepulkan asap rokok, ada berita sekonyong-konyong yang bilang bahwa sebagian dr kami akan di mutasi ke luar pulau (jawa) atau setidak-tidaknya keluar dari Ibukaota Jakarta.
1. ada enaknya: gak kena macet, bisa lebih santai dan bisa hidup relatip tentrem..
2. ini bagian keluh kesahnya: mudik jadi mahal, susah ngejer karir dan terakhir: jauh dr peradaban..
wah..wah..wah..
mutasi aja kok repot! itulah kalo sudah merasa nyaman dengan korsi yang sedang diduduki buat ketak-ketik, haha-hihi, buat ngelamun campur ngelamun yang sexy-sexy..

selamat mutasi,
semoga di tempat yang baru Tuhan masih ada!


:::Negeri Cinta:::

Mei 14, 2007

Wahai kawan, ayo kita duduk melingkar. Silahkan, sembari menikmati kopi hangat dan hangatnya api unggun, kau dengarkan kisahku ini. Merokok pun boleh. Asal jangan tiba-tiba ngentut, nanti baunya mengganggu suasana. Kalau bisa, tahan sajalah. Hingga akhir cerita.

“Huahaha…”

Kawan-kawanku,
Ini adalah ceritera tentang sebuah negeri. Namanya Negeri Cinta. Dikepalai oleh seorang Raja yang amat berkuasa. Mau tahu namanya?

“Yoi, Bro..siapa tuh?”

Mas ~kopidangdut~ nama rajanya.

“Huuuuu…”..”Pakai acara punya putri cantik jelita nggak?”

“Hmm..tentu saja, nama putri itu adalah Marécinta!”

“Akh, gombal..! Itu kan nama putri sampeyan sendiri, gak mutuuu?!” (Tidak berkualitas).

Ohoo, ini ceritera tanpa nuasa nepotisme, hanya sedikit unsur kekeluargaan, efek samping rasa cinta pada keluarga..Ok? Ojo protes, sik tho..!” (Jangan protes, bentar dulu dong..!).

“Huahaha..oke lah..lanjuuut.”

Nah,
Alkisah kerajaan Cinta ini memiliki seorang ratu yang ayu, kenes, ngangeni (membuat kangen), sedikit centil namun daya tariknya luar biasa, sehingga membuat milik sang Raja dapat mengalahkan gaya tarik bumi!”..

“Huahahaha…”

”Ratu ini adalah aset kerajaan yang paling berharga”. Ibarat kata, tanpa Ratu, maka Raja layaknya tanpa mahkota..!

“Ciyeee, mahkota nih ye..”

“Rajanya punya selir gak?”..”Mesti buanyak banget, tho..?ayo ngaku..!”

Oh, maaf, sudah aku bilang di awal tadi, ini adalah Negeri Cinta, sehingga hanya cinta yang mulia dan disahkan agama saja yang ada di negeri Cinta..Top banget, tho…?

“Uohhh..dikira saya, Rajanya Negeri sampeyan seperti Raja Dangdut, gitu lohhh..!”

Hihihi. Baik. Keadaan negeri Cinta sangat luar biasa. Matahari bersinar penuh gegap gempita. Tanpa pernah ngambek untuk melakukan aksi gerhana.

“Wah, berarti gak ada bulan dong?”

Memang. Karena bulan, telah pindah ke paras Ratu yang cantik jelita.

“Weekk, gaya mu, Yo..Yo…!” (Cih, gaya kamu itu, ~kopidangdut~..~kopidangdut~..!).

Tenang-tenang..ayo kawan-kawan sruput dulu kopinya. Jangan terbawa nafsu. Kawan-kawanku tak perlu banyak mengeluarkan energi untuk memprotes cerita, karena sudah final sifatnya. Dalam proses penceritaan ceritera ini, tidak diadakan surat-menyurat bahkan untuk urusan titik koma. Penambahan sedikit saja, terutama intonasi yang berlebihan atau tanda baca, dapat mempengaruhi akhir cerita. Pokoknya dengar, rasakan dan nikmati.

“Siiiiip lah!”..”Lanjut!”

Sampai mana tadi? Oh ya, karena tanpa gerhana, maka negeri ini tidak pernah ada mitos sang kala dimakan Buto Ijo. Rakyatnya gemar bermain logika. Tidak ada cerita masalah tahayul, sulap-sulapan hingga ilmu hitam. Semuanya, berdasarkan fakta, dan yang terpenting semuanya love melulu. Cinta semua.

Pada suatu hari sang raja ingin sekali berlibur ke negeri seberang, namanya negeri Indonesia. Konon ceritera negeri itu tidak kalah indah pemandangannya dengan negeri Cinta. Hanya saja, Raja ke sana bukan karena itu. Raja ke sana untuk beranjang sana, bersilaturahmi dengan Sang Kepala Negara, dan hendak memberikan hibah kepada proyek-proyek infrastruktur yang ada di Negeri Indonesia.

Namun sang ratu Karima, oh ya nama sang ratu tadi Karima, mencegah Raja untuk ke sana. Alasan beliau adalah bahwa Indonesia sudah aneh semua warganya. Mereka percaya Pencipta namun kerjaannya merusakkan segala kekayaan alam yang ada. Katanya memegang amanah, tapi nyatanya banyak pengkhianatan di mana-mana. Katanya rajin ibadah namun saling sakit-menyakiti di antara warganya. Dan parahnya ideologi Negeri indonesia sangat bertentangan dengan Negeri Cinta, karena mereka berideologi: Selingkuh hal biasa, asal suka-sama suka! Gilaaa…
Bukan sekadar selingkuh soal cinta, namun selingkuh politik, selingkuh agama dan selingkuh membohongi Tuhannya.

“Lha, kok bisa?”

Bisa! Sehabis korupsi, sebagian rejekinya dipakai buat berderma. Sebagian lagi buat datang ke negeri Kabah. Semakin banyak uang korupsi, semakin banyak mereka menengok kabah. Makanya, untuk mengetahui besarnya dana yang dikorupsi, maka dapat diukur dari berapa kali dan berapa sering pergi haji dan pergi umroh bersama keluarga.

“Nyindiiiir..!”

Ini bukan soal sindir-menyindir.

“Huoy, nasib Putri Marecinta, piye..? Kok gak dibahas-bahas…?

Oh, itu nanti..maklum, biasanya tokoh utama selalu mulai panas di pertengahan cerita.

Singkat ceritera, Sang Raja memutuskan untuk tetap melakukan acara kenegaraan ke Negeri Indonesia. Namun, demi menjaga stabilitas Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan Kerajaan, dibuatkanlan surat wasiat buat Keluarga tercinta. Sebuah surat yang diketik dalam format soft copy, dengan kode enkripsi yang teramat canggih, sehingga apabila aku jelaskan kepada kawan-kawan betapa canggihnya tingkat keamanan surat wasiat ini, Kawan-kawan bakalan tetap gak ngerti, jadi pada intinya canggih lah! Titik.

“Huuuuu…!”

Surat wasiat ini dibuat dari beberapa paragraf, yang secara bergantian ditujukan kepada Sang ratu Karima dan Putri Marecinta. Paragraf satu buat Ratu, dua buat Putri, tiga buat Ratu dan terus begitu selanjutnya. Entah mengapa Raja Mas ~kopidangdut~ melakukan ini. Ketika ditanya, apa jawabnya? “Ini semata-mata demi keadilan bersama, tidak menciptakan fitnah dan yang terutama: ngirit kapasitas bandwidht, bow!”

“Huahahaha…”

Ini isi suratnya:

SURAT WASIAT
(Teriring dengan segenap jiwa penuh cinta yang mengembara dari Zaman Purba hingga dominasi Nokia. Mohon jaga baik-baik dan amalkan makna apa yang ada di dalamnya!)

Ratu Karima,
Apa pun yang terjadi, kakandamu selalu cinta kamu. Titik. Ingat selalu itu. Cinta yang melebihi Romeo dan Juliet, Sampek dan Engtay, Lois dan Clark, apalagi Toyib dan Juleha.

Marecinta,
Ayah anggap kamu sudah dewasa, sehingga anggaplah ini adalah surat antara Lelaki dewasa dan perempuan yang akan dewasa. Lewat wasiat ini, kutuliskan sebuah kisah tentang seorang perempuan mulia. Karima namanya. Teriring rasa kagum dan hormat padanya. Bukan berarti kamu harus seperti Dia. Bukan. Sama sekali tidak.

Karima, Cintaku.
Kutuliskan penggalan perasaan ini di saat tubuhmu berbalut gaun keletihan hidup. Mengurusi Kerajaan Cinta yang semoga selalu abadi. Berdampingan bersamaku, selama ini dengan segala warna. Bila ada sumber energi selain matahari, pada dunia Cinta ini, maka itu adalah kamu, Cintaku. Dengan gagah berani mengatasi segala keadaan sulit dengan penuh luapan cinta. Pemberontakan dari pasukan keputusasaan, gerombolan gundah-gulana, dan dari berbagai percobaan kudeta rasa cemburu.

Marecintaku.
Kemarilah sini, Sayang. Peluk aku dalam keremangan senja. Minum teh bersama. Makan kue serabi di beranda. Bawa serta boneka kesukaanmu. Bukan kita yang mencoba untuk menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu, namun memang hidup kita sepertinya menjemput kita untuk selalu menghadirkan cinta. Lihatlah, di kebun belakang ini, dahulu, kamu mencoba untuk belajar berjalan. Tertatih-tatih memang, di awalnya. Namun lihatlah sekarang, berlari ke mana pun, Kau pasti sanggup. Asalkan jangan berlari dari kenyataan hidup. Marilah kita selalu berembug bersama. Mencari apa sebenarnya sebuah arti keluarga.

Karima sayangku.
Merapatlah kesini. Biarkan aku melihat kembali kerling matamu yang indah itu. Ah, masih dengan sorot mata yang sama. Masih dengan kuluman senyum yang mempesona. Apakah Tuhan begitu sayangnya padaku, hingga ciptakan kamu. Tatap dalam-dalam mata cintaku untukmu. Kupercayakan buah cinta kita kau didik dengan rasa welas asih, dengan kehangatan seorang Bunda.

Marecinta,
Bila tetes air mata menandakan kelemahan manusia dalam menjalani hidupnya, maka ijinkan aku meneteskan air mata saat ini. Air mata kegembiraan hidup yang meluap-luap. Bahagia menyaksikanmu beranjak dewasa. Belajarlah mengatasi kesulitan-kesulitan dengan lapang dada. Percayalah Tuhan takkan memberikan satu gayung kendala pada gelas mungil hidupmu, kecuali kamu belum paham saja, betapa lautan hidupmu dapat mengahadapi segala macam badai kehidupan. Belajarlah dari Bunda.

Duhai Karima,
Ingatkah kamu? Saat bahu-membahu bersamaku, dari titik kurang? Bukan dari titik nol, yang orang lain selalu katakan. Mendengar itu dariku, kaupun hanya menanggapinya dengan tertawa renyah. Ah, betapa cantiknya kamu saat-saat seperti itu.
Dan ingatkah kamu betapa kuatnya dirimu menghadapi kelemahan-kelemahan diriku? Kau sediakan waktu untuk menjadi perempuan pembasuhku. Membasuh sekujur tubuhku dari keletihan urusan dunia. Kau basuh wajah hingga telapak kakiku sembari kuberbaring pada sofa cokelat itu dengan bersandar di tungkai kakimu.
Ah, indahnya saat-saat itu.
Perempuan pembasuhku, tak terkira rasa terima kasih kuberikan padamu.

Wahai Marecinta,
Bila kelemahan diindentikkan dengan sebuah kekalahan, maka jangan takutlah pada hal ini. Lemah lembutlah kamu pada siapa pun juga. Melemahlah pada kesulitan hidup orang lain. Melemahlah ketika menyaksikan betapa Rakyat kita butuh untuk dicintai. Dari sini. Dari hati di sisi dadamu, terbukalah untuk merasakan betapa perlunya melemahkan rasa harga diri demi menjaga sumbu kebahagiaan Negeri Cinta. Cintai Rakyat Negeri Cinta seperti Kamu mencintai Tuhan.

Karimaku,
Mari kita hening sejenak. Cukuplah kita sekadar tatap-menatap. Jangan kau ijinkan satu kata pun hadir di antara kita. Kadangkala diam adalah lebih dari sejuta makna. Adanya kata terlalu menyederhanakan perasaan kita sebenarnya. Perasaan Cinta yang meluap-luap yang mengalahkan segala. Tatap hatiku lewat sorot mata ini. Teruslah tatap.
Hening.
Tatap lekat-lekat wajah cintaku padamu.
Bahkan ini bukan sekadar cinta.
Entah apa namanya.
Lebih mulia dari sekadar rasa cinta.
………………….
…..

TETOTTTTTTTT…..!

“Ayo, Bapak-bapak..waktu istirahat selesai, silahkan kembali ke kamar masing-masing. Yang belum habis makannya ayo cepat habiskan dahulu. Obatnya juga diminum..Ayo cepat!”..”Hey, siapa yang bakar ranting pohon di sini? Apa maksudnya…?”

“Ah, Pak Bungsu, kami kan sedang dengar Cerita Mas ~kopidangdut~..”
“Iya Pak Bungsu, api unggun kami jangan dimatikan ya.., Please..?”
“Buat besok lagi…”
“Pak Bungsyu mau kopi?, tapi Pak Bungsyu masyih punya rokok kan? Untuk syaya syatu ya?”

“Sudah, nanti bisa dilanjutkan..Sebentar lagi Dokter Reita dan Dokter Pusti datang!”
“Ayo, pada mandi, jangan lupa sabunan dan gosok gigi, biar cakep dan wangi…”

Demikianlah kawan-kawan, sepenggal kisah dari balik gedung megah di bilangan Grogol sana.
Bagaimana dengan anda semua?
Terima kasih. Terima kasih. Dan terima kasih.

~kopidangdut~,
Kayumanis, 28 Juni 2006.


::: sebuah pertanyaan :::

Mei 14, 2007

Dunia blog/ dunia yang terpisah dari dunia kenyataan…

Selayaknya sebuah kritik dapat dilontarkan kepada komunitas blogger dan pemilik blog (termasuk ~kopidangdut~ sendiri). Banyak ditemui blog berisikan cerita dunia blog tanpa sedikitpun menyentuh dunia kenyataan sehari-hari yang berkelindan dalam keringat manusia kebanyakan.
Blog tidak berangkat dari sebuah reportase; blog tidak mengakar pada budaya kehidupan sehari-hari; blog muncul dari kudapan malam dan igauan manusia kesepian.

Ada baiknya blog Indonesia sudah mulai menyentuh beberapa pertanyaan: Bargunakah bagi masayarakat kebanyakan? Apa manfaat bagi masyarakat jelata?
Apakah efektif sebuah blog dibandingkan secarik koran stensilan pinggir jalan dalam menyampaikan informasi orang kebanyakan.

~kopidangdut~ merasakan bagaimana masyarakat masih buta dunia maya. Dunia riil mereka adalah keringat, umpatan dan aroma uang recehan.
Dapatkah blog mencapai ranah ini?


::: ulangtahun :::

Mei 8, 2007

Kemarin minggu, tgl 6 mei ’07, Marecinta putri kesayangan saya berulangtahun yang pertamakali dalam sejarah kehidupannya. Begitu pun saya, baru pertama kali merasakan bagaimana terharunya mengalami pengalaman pertama merayakan ulangtahun bagi anak tercinta..

Semuanya serba pas,
Pas yang pertama, pas bingung mau merayakan seperti apa, pas sedang bokek, pas diajak pakde saya ke rumah peristirahatannya yang besar dan asri, pas pakde saya mengundang seluruh kerabat, pas acara rapat rutin keluarga..semuanya passsss…dan Marecinta disalami dan didoakan seluruh keluarga besar dari ibu saya..wah asyiknya..! Saya melihat si kecil begitu sumringah dengan kado dan derai tawa yang terus-menerus diperlihatkan sanak-saudaranya..

Sebetulnya rencana saya dan istri adalah sekadar mengundang “rekan-rekan bisnis” sepermainan anak saya. Ada Darves (1,5 th) anak tetangga saya dari bengkulu yang hobinya mencium Marecinta, Trio Rara-Tata dan Lulu (8,6,4 th) anak peranakan etnis cina di belakang rumah yang kalau mendengar lagu “jablay” otomatis akan bergoyang, dan saking “hot-nya” Marecinta pun telah berhasil menirukan sebagian gerakan panas mereka..juga ada Sus Sela dan Bang Dafa (10 dan 6 th) mereka adalah kakak dari Darves..Dafa ini adalah partner in crime saya untuk urusan bermain Playstation terutama Gim Bola..hehehe..
Istri saya sudah meminjam kamera dijital adiknya, saya sudah membeli balon dan pita warna-warni yang rencananya akan saya gantung di pohon mangga belakang rumah. Dipan bambukesayangan akan saya jadikan panggung pementasannya..dan nasi kuning sudah saya pesan ke Tante Pipi, tetangga dari Maluku yang kalau buat penganan selalu saja “maknyusss”..

Tapi apa daya, untung saja “tiket” belum sempat “dijual” sehingga panggung rakyat balita belum sempat gaduh dan berubah menjadi anarkis..dan akhirnya pengagum Marecinta minta pagelaran tetap dilaksanakan minggu depan..
Tentu saja, sebagai ayah yang baik dan Om yang bijaksana bagi kolega marecinta, saya mintakan istri tersayang untuk membelikan sepeda roda tiga bekas di pasar rumput untuk dorprais beserta coklat silverkuin, permen dan agar-agar jeli dan sirop tjampolay dari cerbon sebagai welkam-drink acara minggu depan…

Selamat ulang tahun sayang…

~kopidangdut~


::: rapat :::

Mei 7, 2007

Pagi ini saya ikut-ikutan rapat: di salah satu direktorat sebuah kantor resmi di bilangan Thamrin Jakarta. Asyik juga sih. Belum sepuluh menit ikut rapat sudah dihidangkan segelas teh hangat, sekerat roti bakwan dan sepotong sus. Nyam..nyam..!

Di dalam rapat, karakter orang kentara jelas mana yang senang bicara, sedikit pandai, bertanggung jawab, pendiam, “orang gila!” dan penggembira.

Ada hikmah yang dapat dipetik dari sini bahwasanya untuk menjadi pemimpin ternyata sulitnya setengah mati. Ada anak baut yang “dibantai” dalam forum, namun atasan ongkang-ongkang kaki dengan nyaman. Sekadar nonton tanpa komentar apalagi berniat membantu anak buah yang sedang sekarat. Kasian deh Lu punya atasan macam gitu!

Apakah ada yang punya pengalaman buruk dengan keberpihakan atasan kita kepada ultimate atasan kita dibandingkan dengan anak buah sendiri?

Thamrin Sore;
Sehari setelah Marecinta ulang tahun yang pertama
~kopidangdut~


kala kupandang

Mei 7, 2007

test


Hello world!

Mei 7, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!