Selamat siang,
para penikmat kretek Indonesia, kali ini saya akan melanjutkan pembahasan mengenai sebuah brand terbaik dalam >> jagadkretek minimal versi ~kopidangdut~.
Brand: DJI SAM SOE; 234; Fatsal-5; H.M Sampoerna
Isi: 12 batang dlm satu bungkus
harga: eceran warung: Rp 8000
Tampilan: warna khuning khas (bungkus); dan putih gading strip kuning (batang kretek)
aroma: semu manis;
mulai: 23.06; selesai 23.30 waktu jakarta
Percobaan dilakukan jam 23.06 wib, dengan sembari meminum segelas teh celup sariwangi takaran satu sendok teh gula. pada tarikan pertama ada sensasi agak berat. Kepadatan tembakau dan rajangannya yang cenderung kasar mungkin yang membikin kretek ini berat untuk dihisap. Tarikan pertama langsung membuat hangat tenggorokan. Cantik sekali. Sangat berbeda saat kita menikmati rokok putih brand eropa seperti Marlboro atau Lucky Strike. Saya berhati-hati dalam menghisap karena apabila nyala rokok memudar dikarenakan “kaki coro” (batang tembakau atau rajangan tembakau yang kasar), maka rasa nya akan bernuansa pahit. Repetisi hisapan saya lakukan dengan santai. Rokok habis sampai ujung warna kuning (bersisa 2,5 cm), dalam waktu 24 menit, (kira-kira sama dengan mendengarkan 4 lagu pop) dengan 17 kali tarikan.
Sensasi nikmat dalam dji sam soe ini jelas terasa. Kepulan asap yang dihasilkan jenuh dan menggumpal. Bermain halus melewati tenggorokan dan memanjakan lidah karena kertas (papir) cenderung terasa manis.
sekian,
terima kasih…
~kopidangdut~










Mei 24, 2007 pukul 7:05 am
kopi dangdut , mari kita kenalan. bagi komunitas yang suka dengan namanya pest/ hama
Mei 24, 2007 pukul 8:14 am
sip..!
banyak juga nih hama di blog..
hama wereng narcist namenye..!
he..he..he..
Mei 24, 2007 pukul 8:15 am
Coba lagi satu bungkus Mas?

Sewaktu jalan-jalan ke Semarang, saya beli samsoe disana agak anyep, dipegang dikit lembek, nggak padet, diudut dikit langsung abis….
Anyway, terima kasih sudah mampir di blog saya, dan salam kenal…
Mei 24, 2007 pukul 8:29 am
nah, mesti kalo diliat bungkuse, ada pita cukai tahun 1980-an ya?
he..he..he..
sampeyan ngisep opo, Dik?
Mei 24, 2007 pukul 9:45 am
definsi yang lengkap
met kenalll….
Mei 24, 2007 pukul 12:13 pm
saya masih cinta Djarum Black..
Mei 24, 2007 pukul 12:25 pm
Pak Dhany, salam kenal juga..
dan buat dik Tika neng Yojo, djarum black? enakkah? kirim donk komen ttg djarum item ini..
Mei 31, 2007 pukul 4:40 am
hari tanpa asap…. dilarang ngrokok!
Juni 3, 2007 pukul 7:59 am
hehehe…
sip lah!
April 7, 2008 pukul 7:45 pm
Mas kopi.. ajarin donk cara ngerokok yang enak gimana sih?… sy sih biasa pake a mild..
April 8, 2008 pukul 8:01 am
ngerokok yang enak itu kalo sampean punya temen joeragan rokok..
bisa minta dan pilih-pilih rokok..
hahahaha..
gak ding…ginih, sepanjang yang saya alami, rokok yang enak itu rokok yang diproduksi tidak lebih dari enam bulan dan sampai di jemari kita..(kretek lho ya..)..sangat bertolak belakang dengan wine.. yang konon katanya semakin lama semakin nik-madh..
saya pikir, mild itu bukan rokok kontemplasi, sebagai teman merenung.. mild dibuat sebagai kawan beraktivitas dan pengisi jeda.. (sorry kalo gak setuju)..
buat para pemula, mild memag asyik..tarikannya ringan namun sensasi rempah yang ada memang memabukkan..(bukan mabuk beneran lho ini..)..
ada orang yang seneng kretek, karena halus di tenggorokan dan menghangatkan dada..namun kadar tar dan nikotin yang tinggi terkadang mengganggu …
dan sebaiknya anda banyak minum…
kalo lawan djie sam soe ya, kopi item yang kuentel, rek…!