DARIPADA BERANI MATI LEBIH BAIK BERANI HIDUP

Agustus 29, 2007

Apa sih yang kita ketahui tentang “kepentingan” 

Apakah kepentingan itu sejenis kue serabi yang enak dicomot dan kenyal bila tergigit? Ataukah sejenis karet lateks yang digunakan pasangan muda biar tak tumpah ruah dan mengotori sarung, seprai atau modul kuliah? 

Atau jangan-jangan kepentingan sama dengan kesiangan?  

Karena terlalu banyak pekerjaan, terlalu lama main playstation, terlalu asyik bercinta sehingga lupa bila pagi hari harus siap-sedia untuk bekerja, memasak, berangkat kuliah, menyiapkan teks pidato sehingga akhirnya bangun tak sesuai rencana. 

Apakah kepentingan sama halnya dengan itu? 

Ketika saking pentingnya sehingga lupa ada moral yang harus dijaga, nilai yang perlu dilestarikan, persahabatan yang semestinya abadi, ketuhanan yang seharusnya tetap tersembunyi dalam sanubari, dan nilai humanis yang manusiawi? 

Kepentingan – kata salah satu sahabat saya – adalah faktor kunci munculnya Good Governance, sahabat baik Tata Dado. Betul khan? Bukankah kita lebih sering mengendonesyakan menjadi tata kelola? Kepentingan harus berada dalam jalur yang benar, tanpa nyasar, agar seluruhnya seimbang. Balances. Ngepas … 

Konflik Kepentingan Yang Tidak Lebih Dari Nol Persen 

Itulah kunci tata kelola.  Terkadang kita berani saat diperintah. Menunduk sembari mengepalkan jemari di depan burung kita. Sikap sopan versi pribumi. Namun hati keras bagai baja. Melawan lewat doa tengah malam. Melawan lewat gosip yang giat disebar. Perlawanan khas orang tertindas. Pada saat kita punya kuasa tentu saja di balik koin itu kepentingan menempel erat. Eh, malah jadi penakut. 

Baca entri selengkapnya »


“Gagal Maning-Gagal Maning, Son..”

Agustus 28, 2007

Ingatkan Anda dengan kalimat tersebut? 

Dan bolehkah saya mengajukan pertanyaan kepada Anda? Satu pertanyaan saja…Terima kasih bila berkenan.

Pertanyaan saya adalah: 

Pernahkah Anda Merasa Gagal? 

Saya pernah. Ketika saya tidak tembus UMPTN masuk Kedokteran dan terpeleset di Fakultas Hukum. Sebelumnya pun saya pernah, ketika tinggi badan saya tidak mengijinkan saya mengikuti tahap selanjutnya untuk masuk SMA Taruna Nusantara. Saya ingat, itu di tahun 1996. 

Baca entri selengkapnya »


Sekolah Mahal Vs Sekolah Murah

Agustus 27, 2007

Dimana kita menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja? Sekolah.

Ya, sekolah, yang jaman dahulu hanya sebagai kegiatan di waktu luang, namun saat ini adalah sebuah kegiatan yang “diwajibkan”. Benarkah diwajibkan? Bukankah justru “dihak-kan?”

Sekolah atau belajar adalah hak setiap anak. Bukan kewajiban setiap anak. Coba tengok Undang-undang Dasar yang bicara mengenai ini. Lalu apa konsekwensinya? Bukankah kalau hak, bisa ya (digunakan) bisa juga tidak (dilakukan). Lantas bila menjadi hak, mengapa kita membayar? Bukankah hak seharusnya cuma-cuma?

Lalu mengapa pula ada yang harus bayar mahal untuk belajar dan ada yang tidak terlalu mahal dan ada yang gratis sesuai semangat hak mendapatkan pengajaran itu sendiri. 

Cobalah tengok barang sebentar dan amati deretan angka berikut ini:

admi.jpg 

Ini adalah admission fee yang bersifat total jendral untuk menyekolahkan anak di sebuah sekolah dengan taraf internasional (katanya) di daerah Kemayoran- Jakarta.

Dua kotak isian yang kosong akan menambah jumlah dollar dengan sungguh signifikan. 

Baca entri selengkapnya »


Sampai Tetes Darah 250 cc Saja

Agustus 23, 2007

Itulah yang saya minta pada seorang perawat ayu dan kenes saat akan memulai prosesi ritual pengambilan darah. Lengan kanan sudah tegang dan itu adalah kali pertama. Jadi sudah sewajarnya saya mencoba mengalihkan perhatian dengan banyak berkicau dihadapan perawat –yang sekali lagi saya tegaskan- ayu dan kenes itu. 

Sebetulnya lima menit sebelumnya saya masih beranggapan donor darah itu merugikan kita. Enak saja PMI nyedot dan ngejual. Apa untungnya buat saya? Nanti juga dikomersilkan, iya khan? 

Berhubung saya sedang mengantuk ditambah dengan malas berjalan ke kantin dan diperparah dengan ingin tidur saja barang 5-10 menit sembari mendengarkan lagu dangdut yang sayup-sayup, tadi siang saya berjalan ke lobby pada lantai dasar tempat saya ngantor. 

Tak dinyana. Rasa kantuk saya bisa hilang bila saya tidur-tiduran di kursi kolam renang yang dijejer rapi di lobby ini. Ada apa ini? Dan bonus sukarelawan yang sedang asyik berjoget sembari mendendangkan lagu dangdut-melayu dengan diiringi organ tunggal. Penyanyinya tidak cantik, tapi ngundang!

Baca entri selengkapnya »


Tumbal Tambal Tumpeng

Agustus 22, 2007

Para Sahabat-ku,

Tahukah Anda dengan agama Kapitayan, agama tauhid pra-Hindu?

Inilah agama yang oleh Syeh Siti Jenar diakui keberadaannya dan perlu kearifan budaya lokal untuk menyikapinya. Bagi dia, untuk menyebarkan Islam, di Pulau Jawa yang sebagian besar penduduknya telah lama memeluk Hindu, maka perlu modifikasi dalam tata cara berdakwahnya. Butuh sistem manajemen terencana dengan mengenali karakter dan budaya yang melekat.

Menurutnya, kalau untuk menyembah Tuhan, bagi dia tak usah pakai istilah salat. Sebab, agama Kapitayan sudah pakai istilah sembah Hyang. Kata itu lalu dipakai. Hyang itu dalam bahasa Kawi artinya dewa.

Lho, kok tiba-tiba saya memunculkan topik ini. Ada apa? Tak ada apa-apa. Jalan pikiran saya seperti ini: Saya sedang dalam puncak rasa patriotis yang membara karena 17an. Sehingga saya senang membaca artikel semingguan ini yang berkaitan dengan ”kemerdekaan”. Salah satunya mengenai ”budaya” sebagai sara memerdekakan atau justru memenjarakan jiwa merdeka anak bangsa. Juga tentang ”Selametan”, Tirakatan yang membuat saya tersesat kepada web yang membahas mengenai Syeh Siti Jenar.

Masalah apakah 17an berkaitan dengan Syeh Siti Jenar saya malah bingung sendiri, namun ada sebuah nukilan wawancara yang menarik minat saya. Inilah secuplik artikel itu:

Baca entri selengkapnya »


Kisah Tujuh Belas Di Dekat Monas

Agustus 21, 2007

Tujuh belasan telah berlalu.

Namun ada noktah manis sepeninggal ritual tahunan bangsa Indonesia. Beragam cara kita merayakannya. Salah satunya, di sebuah kantor sudut monas pas berikut ini, karya dari Saudara Made Yoga, Seorang Fotografer sekaligus sahabat Mas Kopdang.

Dara manis yang begitu khidmat melakukan upacara, walaupun belum lupa semalam baru berdisko ria.

Dan lupakanlah hari-hari rutin setiap pagi. Di hari 17an yang meriah ini, banyak cara bila tak punya uang untuk membeli bendera. Salah satunya lewat wig yang bicara. 

tawa-merah-putih.jpg 

Lalu kenapa Maestro tari ini nyelungsep di sini, turut memeriahkan 17an di pinggir Monas? Ah betapa ayunya beliau..Upsss, gagah maksudnya..!

Baca entri selengkapnya »


Dunia Globali-Nasi

Agustus 20, 2007

Disturbance and Crises 

Kalau memang persepsi sangat menentukan alam bawah sadar, maka saya setuju saja bila kata “Krisis atau Crises” diganti menjadi “Disturbance”. Masalahnya apakah krisis selalu disosiasikan menjadi istilah yang negatif? Apakah disturbance juga –yang singkatnya berarti: gangguan yang bisa datang dan pergi sewaktu-waktu – juga adalah seratus prosen bernada positif? Istilah memang penting. Apalagi bagi pemerhati bahasa. Ah, bukan saja mereka, namun juga sosiolog, filosof dan tentunya penguasa.  

KRISIS EKONOMI 

Krisis Tahun ‘98, yang dikenal dengan Krismon adalah suatu yang istimewa bagi rakyat Indonesia. Titik genting di mana bukan saja merupakan persimpangan jalan secara horizontal, melainkan sebuah persimpangan anak tangga, yang berwujud lebih dari tiga dimensi dan mempengaruhi perjalanan berbangsa kita, naik-turun, bermartabat atau terhina. 

Pasar uang kini sudah mentok pada sisi liberal yang sebebas-bebasnya. Situasi di mana tidak akan bisa lebih liberal dibandingkan saat ini. Dan Indonesia, turut bermain dalam permainan gaplek alias domino kelas dunia ini. Semoga saja kita “Poldan”. 

Namun bila kita diibaratkan sebagai pemain, maka kita hanyalah dari kalangan kacung kelas pinggiran yang membawa uang secukupnya –tanpa lebih- namun memiliki harta melimpah di rumah yang belum dapat dicairkan sebagai obyek taruhan permainan ini. Kita punya minyak namun tak bisa buat agunan. Kita punya emas, namun gemboknya di rumah hanya si Bapak yang pegang.  Sedangkan sebagian hati kecil kita dan kawan karib kita berbisik halus: “ Dul, ra sah melu..”. 

Gengsi 

Apakah karena kita gengsi untuk main gaplek globalisasi ini? Bila tak ikut maka bukan manusia beradab, namun golongan manusia pinggiran yang masih dianggap berkoteka dan menyembah batu kali. 

Stiglitz bilang, globalisasi tanpa keadilan informasi adalah bunuh diri. Sedangkan Paman Sam rela membelanjakan amunisi hingga 1 trilyun dollar untuk memerangi masyarakat sungai Tigris yang tak berdaya, dengan anggaran 20 milyar dollar seminggu. Berarti, cadangan devisa kita hanya sanggup dipakai duapuluh hari untuk memerangi Irak setiap pagi. 

Globalisasi dan Taik Kucing 

Globalisasi, krisis, hot money adalah kata-kata dengan rating tertinggi sebagai kosa kata yang sering dipakai para ekonom dan pria berjas berdasi. Bagi kami yang minyak tanah saja susah dicari, handai tolan yang masih nganggur di rumah, istri yang susah belanja dengan uang dari gaji, globalisasi seperti taik kucing. Santer baunya, namun mengganggu rasanya. 

Ah, globalisasi.. duhai ekonomi… dan wahai informasi.. apakah sanggup mendatangkan kami seperiuk Nasi?


Cinta Negara Apakah sejalan dengan Cinta Tanah Air?

Agustus 16, 2007

INDONESIA 62 Tahun

 images-garuda.jpgimagesoma.jpgtopeng.jpgondel.jpgberas.jpgjktnite.jpgjuragan-utang.jpgwayang.jpgcak-nun.jpg180px-liberiawomen1910.jpg

smanda.jpg

bendera.jpg  

Salam hormat,
Semoga hidup ini selalu diwarnai kebahagiaan…

“Untuk menggambarkan Nasionalisme= Cinta Negara” dan “Patriotisme=Cinta tanah air”

Dalam sebuah wawancara dengan harian Nasional Swedia di Stockholm yang disadur oleh TEMPO beberapa tahun yang lampau, Hasan Tiro berujar:

Baca entri selengkapnya »


Yang Porno Masih Nomer Satu

Agustus 16, 2007

Bila dicermati, secara umum ada topik-topik tertentu yang diminati lebih oleh para pembaca atau pengunjung blog di Indonesia. 5 topik teratas ini datanya saya ambil dari blog Indonesia bukan dari wordpress 

Mengapa ?

Karena blog Indonesia menghimpun ribuan blog dari berbagai pusat layanan blog gratis semacam wordpress, blogspot, multiply, blogdrive dan pusat layanan blog gratis lainnya. Sehingga sebaran rupa-rupa gaya dan budaya dapat relatif terangkum dalam blog indonesia. Pembacanya lebih banyak non-blogger. Mereka lebih fresh dan haus akan informasi riil, bukan rekaan atau rekayasa sekadar sensasi.

Mereka butuh – bukan ingin.

Informasi umum dan bermanfaat akan lebih terasa dan riil –ada- bagi kehidupan nyata mereka sehari-hari. 

Sedangkan wordpress

Yang saya kenal, sudah tidak efektif menjaring pembaca dari luar blogger wordpress itu sendiri. Banyak yang menulis, membaca dan mengomentari, ya sama-itu-itu juga, sami mawon, dan terkadang sebatas “peer group-nya” di kampus, sekolah atau tempat kerja- bukan masyarakat umum non-blogger yang menikmatinya. 

Dan diperparah oleh sikap “ambil-untung” dari sebagian blogger yang sebetulnya sah-sah saja namun kurang elegan, dengan mengomentari berbagai tulisan dari blogger yang sudah populer di kalangan blogger, namun dengan komentar yang “aneh-cupu bin katrok”. Terkadang yang penting muncul atau setidaknya membuat sensasi dan menarik perhatian.  

Pornografi masih nomer satu

Kembali ke topik apa yang diminati, inilah daftarnya:

Baca entri selengkapnya »


Kenapa Tikus Senang Gigit Barang Kesayangan Kita

Agustus 14, 2007

 tikus.jpg

Semalam  saya kedatangan dua tamu, para teknisi INDOVISION yang ingin memasang alat berbayar itu di genteng rumah. Mereka masih muda. Dua orang asal Semarang yang cepat akrab dengan anak saya, Marecinta. “Ohm..”, sapa anak saya. 

Indovision. Marecinta. Apa hubungannya? 

Minggu siang kemarin, saya jalan-jalan ke Mangga Dua. Sekaligus menyicipi BusWay dari Matraman ke arah Ancol. Enak juga rupanya.  

Mangga Dua WTC dan Square sepi

Untungnya masih ada “Toko Perempatan ala Prancis itu. Belanja keperluan rumah tangga, yang dipenuhi agenda dari sang nyonya. Gantungan baju, majalah tentang rumah, rok gaul untuk ke “pasar”, beli es krim buat si kecil, DVD bajakan, sepatu buat saya untuk main basket, hingga kaus kaki dan sapu tangan. Semuanya “bungkussss”.

Baca entri selengkapnya »


Lowongan PNS: Deplu 2007

Agustus 14, 2007

Ada Yang Ingin Jadi Diplomat DEPLU? 

Departemen Luar Negeri buka lowongan lagi tahun ini. Baca selengkapnya di sini:berita lowongan

Cara yang berbeda

Namun ada perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya, Deplu juga menjaring calon PNS-nya via kerjasama dengan universitas ternama. Apa ya maksudnya?

Silahkan baca email sahabat Mas Kopdang berikut ini: 

Sedikit menmbahkan info lowongan deplu dari mbak abc  dan mencoba menjawab pertanyaan jeng aaaa, disampaikan sbb:
Baca entri selengkapnya »


Rooney dan Gerrard Diganti Bunga Citra Lestari

Agustus 13, 2007

bcl.jpg 

Istri di rumah senang sekali pastinya. Sabtu dan Minggu dapat leluasa:

  1. Mengajak Suami untuk keluar (makan-jalan-jalan)
  2. Tidak berebutan menonton antara Rooney atau Bunga Citra Lestari di televisi
  3. Rokok, kacang dan kopi jauh lebih ngirit…

 Kok Bisa? Kenapa? Aya Naon..Jang?

gerrard.jpg

KARENA LIGA INGGRIS TAK GRATIS LAGI!

Kenapa Liga Inggris Tidak Lagi Disiarkan TV Swasta biasanya? 

Ada yang kurang bagi penggemar bola liga inggris di musim 2007-2008 ini. TV7 yang menjelma menjadi Trans7 tidak lagi memilih liga inggris melainkan liga itali sebagai salah satu program olahraga-nya. 

Kenapa?

Padahal peminatnya banyak, iklan dari perusahaan rokok juga tak ambil pusing untuk menyokong dananya.  

Rupanya ada ASTRO

Rupanya perusahan ini lah yang mengambil alih “kesenangan” banyak pria Indonesia. Biasanya nonton sembari ngantuk (lantas tidur) dengan gratis. Mulai musim ini, diharapkan penggila bola liga inggris rela merogoh kocek untuk berlangganan siaran dari Astro ini. Sial… 

Kenapa Astro ?

Sulit juga menerima kenyataan ini. Jaman liberalisasi dengan bertuhankan “uang” memang segalanya menjadi sah, asal kita mau dan mampu (urusan duitnya). Padahal untuk jadi pelanggan astro –dengan tag line: hidup penuh warna—dibutuhkan sekurangnya 200 ribu perak, dengan rincian: ikut paket Citta –dengan 34 channel- seharga 150 ribu plus paket arena senilai 50 ribu untuk “menangkap Star Sport dan ESPN”.  Baca entri selengkapnya »


“Pengumuman mundur minggu depan….karena kmrn sabtu libur..”

Agustus 13, 2007

“Pengumuman mundur minggu depan….karena kmrn sabtu libur..” 

Email yang melegakan ini akhirnya sampai juga. Ada banyak alasan untuk menunggu sebuah email yang menurut kita penting- bisa penting: karena dari siapa, karena isinya apa, atau karena sekadar ada apa? 

Begitulah, semenjak postingan ini turun dan ternyata isinya “meleset”, banyak email yang masuk dan menyangsikan keperawanan kejujuran Mas Kopdang. Rupanya seseorang di sana ikut prihatin. Dikirimlah email kepada saya dan bilang dengan bunyi tersebut di atas. 

Mundur? Ada apa? Oalah, karena sabtu kemarin libur. Terima kasih. Cukup melegakan hati dan pikiran. It’s Ok. Dapat diterima. Dan semoga yang lain pun dapat menerimanya. 

Maaf dari Mas Kopdang bila mengecewakan Para Sahabat.


Tentang Skripsi Hukum Lagi

Agustus 10, 2007

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat email dari Geri yang menuliskan sebagai berikut: 

Nama saya geri… ambil jurusan hukum… berhubung saya liat blognya mas kopdang dan ngeliat latar belakang mas yang hukum juga… saya mau share sedikit mengenai skripsi saya. Btw skripsi saya mengenai masalah BLBI (perjanjian MSAA yang memuat klausul release n discharge dihubungkan dengan pasal 1320 KUH Perdata) tapi identifikasi masalah (IM) saya ditolak dosen pembimbing karena katanya terlalu mudah buat dianalisis. Yang mau saya tanyain :” kira-kira mas ada alternatif IM lain ga buat skripsi saya tadi (berhubungan dengan masalah keperdataannya)? atau mas ada saran judul buat saya terutama dibidang perbankan atau pasar modal… Nuhun pisan buat jawabannya. Jawaban mas menyelamatkan hidup saya… He…he…”. o ya mas ketinggalan, saya bisa minta UU PT yang baru??? skali lagi Nuhun pisan…. 

Komentar saya:

Coba baca ini dulu (silahkan klik).

Dan ini RUU yang baru disahkan oleh DPR. pjlsruuptfinal.pdf

Dan berhubung, mBak Putri yang pernah saya jawab atas pertanyaannya di blog ini juga telah menulis reply atas jawaban saya dalam postingan ini, maka akan saya muat juga email beliau yang isinya begini: 

Baca entri selengkapnya »


Berapakah Biaya Siluman Bagi Penjual Mie Ayam Kaki Lima di Blok M ?

Agustus 9, 2007

Tiga hari –kemarin-, saya tidak masuk kerja, namun ikut training di Kemang. Training ini dilaksanakan dari jam delapan sampai jam lima “Teng!”.  Sebelum kembali ke rumah, saya sempatkan waktu untuk ngampiri Blok M. Masuk ke Pasaraya Grande, lihat-lihat produk bagus-bagus, wangi, cantik-cantik, tinggi…(lho, liat apaan nih?).

Nah, kalau sudah saatnya makan, seusai Maghrib, saya tidak mampir ke rotiboy, KFC atau penganan enak nan mbikin mboros itu. Saya makan di kaki lima. Batagor, Mie Ayam, Otak-otak tersedia di sana. 

Pilih Makan Apa ?

Mie ayam. Murah meriah. Plus bakso dan pangsit goreng atau pangsit basah hanya goceng. Lima ribu saja. Enak. Masalah bersih, sehat, saosnya ada ijin Badan POM, Mie-nya bebas formalin, itu urusan lain. Saya gak mau ambil pusing. Letaknya di antara terminal dan pintu masuk Pasaraya Grande. 

Saat makan saya ditemani asisten penjual mie ayam-seorang pegawai TELKOM-, alias urusan keTEL dan basKOM. Istilah ini beliau sendiri yang katakan kepada saya. Dari cerita beliau, saya baru paham, kalau jualan di sana butuh modal besar.

Bayangkan, dalam sehari “uang siluman” yang kudu dibayarkan sebesar 40 ribu rupiah. Ada uang keamanan, uang sampah, uang kebersihan (bedanya apa ya?), uang lokasi/tempat dan macam-macam pungutan lainnya. 

Ada yang lebih Dasyat

Yang jauh lebih dahsyat adalah, bahwasanya 2 pemuda Dago-Bandung yang merantau itu, yang saat ini berjualan mie ayam, baru saja mengeluarkan uang 4 juta rupiah untuk “ijin berjualan”. Entah dibayarkan ke siapa, untuk siapa dan masuk ke kantong siapa ?

Baca entri selengkapnya »


Lowongan Bank Indonesia: PCPM dan MLE

Agustus 6, 2007

gdg-bi.jpg

Update terbaru: silahkan klik di sini:

http://kopidangdut.wordpress.com/2008/08/04/perihal-lowongan-bank-indonesia-mle-2008-non-staff/

Dapat diinformasikan bahwa kemungkinan BI akan mengadakan recruitment baik untuk PCPM ataupun MLE (Job specialist – untuk yang sudah berpengalaman). kemungkinan informasi dimaksud akan dimuat di surat kabar Media Indonesia, Kompas, dan Republika, pada tanggal 11 dan 12 Agustus 2007.

(Berhubung Sabtu kemarin, 11 Agustus 2007, hari libur Isra Mi’raj’…Sepertinya Pengumuman diundur minggu depan, 18-19 Agustus 2007)-Ralat ini ditulis Mas Kopdang, 13 Agustus 2007-

(baca selengkapnya di sini)

Kemungkinan juga, aplikasi akan dilakukan secara langsung lewat Web tanpa menggunakan surat menyurat seperti sebelumnya. (silahkan klik ini untuk aplikasi on-line) (diedit tgl.20.08.2007 oleh Mas Kopdang)

Demikian informasinya, semoga bermanfaat.

Berita terkait:

+ [Persiapan Test Masuk Bank Indonesia]

+ [Tentang Lowongan Bank Indonesia 2007]

+ [lowongan DEPLU 2007]

+ [Apa Yang Harus dipersiapkan Dalam Test Tahap Pertama?]

Disclaimer:

Berita ini berasal dan atas nama pribadi yang mengirimkan email kepada Mas Kopdang. Bukan dan Tidak mewakili lembaga secara resmi. Kebenaran dan Keakuratan info ini tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Komentar Mas Kopdang:

Mas Kopdang percaya berita ini, karena berasal dari persona yang memiliki integritas dan Mas Kopdang percayai.

INI IKLAN SELENGKAPNYA: (diposting oleh Mas Kopdang -20 Agustus 2007)

iklan_low.jpg

Update

KOMPAS Minggu, 3 Agustus 2008: Dibuka juga untuk level Pelaksana. Kualifikasi dasar ahli madya (lulus dari Diploma 3).  Pada dasarnya ini berbeda dengan PCPM, namun tentu saja bila lulus akan menjadi bagian dari Pegawai bank Indonesia dengan hak dan kewajiban yang [hampir] serupa.

Pegawai Pelaksana adalah tahapan sebelum menjadi Pegawai Muda.

Bila Anda berminat, segera daftarkan diri Anda.

;)


Skripsi Hukum dan Skripsi Pada Umumnya Serta Permasalahannya

Agustus 6, 2007

Inbox gmail Mas Kopdang kedatangan sepucuk surat dari Putri, Mahasiswi Hukum, yang menuliskan pertanyaan sebagai berikut: 

nama saya putri… ambil jurusan hukum… berhubung saya liat blognya mas kopdang yang kayanya enak kalo diajak share dan saya liat latar belakang mas yang hukum juga… saya pengen tanya kira2 topik/kasus apa yang bisa dijadikan bahan skripsi yah… saya lagi binguuung banget untuk menentukan judul skripsi padahal deadline bentar lagi..saya ambil jurusan hukum ekonomi bisnis dan tertarik sekali dengan persaingan usaha dan perusahaan/hal2 yang berbau PT kira-kira mas bisa membantu saya untuk berbagi ide dan kalo dipake sama saya, saya akan banyak2 terima kasih sekali…                                                                   

sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan mohon kiranya dibalas 

wassalam 

Komentar Mas Kopdang: 

Pertama: Maaf, baru saya sempat balas  hari ini. (Surat masuk tanggal 31 Juli).

Kedua: Menurut saya, Putri sebaiknya lebih terfokus pada “rumusan  masalah” terlebih dahulu. Carilah situasi, fenomena, topik di mana ada gap / jurang antara das sein dan das sollen suatu keadaan. Pilihlah topik yang mudah, mampu dibuat dan bermanfaat bagi Putri. 

Mengenai topik, judul dan permasalahan yang akan diambil, silahkan Putri menganalisa keadaan yang paling dekat atau yang sedang nge-trend saat ini. Sehingga akan mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dilakukan. Karena Sebetulnya menurut saya, Skripsi itu Cuma terdiri dari 3 hal: 

  1. Menentukan masalah (pertanyaan yang harus dijawab dalam Bab Pembahasan Skripsi) dengan penyesuaian judul terhadap masalah.
  2. Membahas (mencari tahu) tentang aturannya- dan kenyataannya tentang masalah tersebut.
  3. Menyimpulkan hasil pembahasan sesuai rumusan masalah. Sehingga antara masalah, pembahasan dan kesimpulan segaris lurus dan “nyambung”. Sedangkan bonus bagi skripsi itu adalah “saran”, yakni uraian singkat untuk menambal jurang antara qua aturan dan yang terjadi dalam kenyataan sehari-hari [solusi sederhana]

  Contoh paling sederhana, bila diselaraskan dengan hukum ekonomi bisnis adalah: Baca entri selengkapnya »


Tidak Ada Ijin Edar Atau Karena Berbahaya

Agustus 3, 2007

si kelinci putih 

Dua  tahun yang lalu, hampir dua kali seminggu saya pergi ke Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) di bilangan Percetakan Negara, berhadapan persis dengan Rumah Tahanan Salemba.

Waktu itu saya masih sebagai legal officer sebuah perusahaan industri makanan kecil yang Corporate Office-nya  menclok dekat pekuburan Tanah Kusir. 

Politik Para Mantri Suntik  

Konon katanya, dahulu Badan yang mengurusi perijinan obat, makanan, kosmetik dan jamu tradisional ini masih di bawah institusi Departemen Kesehatan. Namun, entah kenapa, Badan ini berdiri sendiri dan eksis sebagai otoritas peredaran barang dalam jagad food & beverages, consumer good, cosmetics, jamu di tanah air. 

Mungkin masalah politik ada, bahkan cerita mengenai pergantian pimpinan yang saat ini adalah “restu” Menkes yang menjabat pernah mencuat. Begitu pula saling lempar isu kesehatan antara Depkes dan BPOM beberapa waktu lalu. 

Apakah bom yang pernah meledak ada urusannya dengan perpolitikan ini? Aih, entahlah..saya tak pandai hitung-menghitung peta persikutan para pejabat di lingkungan kesehatan. 

Good Bye… Permen Yang Kertasnya Bisa Dimakan 

Namun yang ada di masyarakat awam, bukanlah masalah begituan. Saya tahunya, permen favorit saya sudah tidak layak makan gara-gara pengumuman dari Badan ini. Permen kelinci yang biasa saya beli duaribu rupiah untuk enam butir, saya bagikan buat ponakan dan si kecil ternyata bisa membuat Baca entri selengkapnya »