Maaf, saya tidak sebaik yang Anda kira. Bahkan saya pun tak menduganya.
Ingin juga sih saat ada komentar yang meminta ”arahan” dan ”petunjuk” mengenai contoh soal, koleksi soal, prediksi soal mengenai prediksi dimaksud, saya langsung mengingat-ingat, mencatat, masukkan dalam blog dan mendapatkan ucapan terima kasih.
“Saya ingin, tapi tak mau dan tak mampu.”
Tak Mau
Saya tidak mau membuat Anda menjadi manja. Cobalah untuk berusaha. Cobalah untuk menerka. Bahkan berjudi! Sungguh!
Soal, akan adil dan berbobot bila akurat dalam mengukur kemampuan para penjawab soal.
Adil
Adil bisa diartikan macam-macam. Bisa karena soalnya sama, soal berbeda tapi bobot kesukaran sama, atau sama-sama para peserta dalam kondisi yang ”natural”, tanpa ada informasi awal mengenai soal tersebut sehingga tidak ada perbedaan perlakuan dan perbedaan situasi informasi. Inilah yang disebut soal yang adil.
Berbobot
Berarti secara kualitas, soal berhasil dalam memilah mana peserta yang dapat menjawab dengan baik, mana yang setengah-setengah, dan mana yang menjawab dengan sempurna.
Berbobot bukan berarti sukar dan pusing untuk dikerjakan. Berbobot berarti ampuh menjadi pisau pemilah panitia untuk menentukan peserta mana yang siap dan tidak siap. Mana yang bisa dan mana yang tidak bisa. Mana yang jujur dan mana yang mencontek. Awas saja kalau mencontek!
Tak Mampu
Ya, selain karena tak mau saya pun tak mampu. Saya bukan terdidik dalam disiplin ilmu psikologi yang ahli dalam masalah ini. Saya pun belum pernah membikin soal. Lha, wong jadi peserta yang menjawab soal saja baru sekali. Itu pun setengah mati. Sampai saat ini tak tahu mana yang salah mana yang benar. Jawaban yang sungguh tak pasti!
Juga saya tak mampu untuk menerangkan satu per satu. Seperti apa tes yang mirip Tes Potensi Akademik. Saya mujur saja bisa lolos. Kok bisa? Apa itu tes Bidang Studi? Saya pun sulit untuk mendeskripsikannya.
Di Komatsu saya ditolak
Jujur, saya pernah sampai tahap wawancara di komatsu, si pabrik kendaraan besar pengeruk harta alam yang melimpah ruah itu. Saya juga gagal di wawancara minuman dingin berdosa, uppss..! bersoda itu. Rupanya Coca cola tidak cocok buat saya yang lebih doyan wedang jahe bajigur ini.
Juga BAT. Mungkin karena bahasa Inggris saya hanya dimengerti oleh anak saya si Ciprut, maka pewawancara sangat bingung mendengar jawaban-jawaban saya waktu itu. Atau jangan-jangan karena beliau si bapak pewawancara mengintip saku kiri kemeja saya yang isinya malah Marlboro dan Djie Sam Soe. Bukan Lucky Strike atau Ardath.
Untung saja, Bank Indonesia mau menerima saya. Mungkin karena saya dianggap warga negara yang jujur dan tidak akan macam-macam dengan jabatan saya. Mungkin juga karena kasihan melihat tampang saya yang serba nanggung. Siapa tahu?
Kembali ke masalah Soal
Sebetulnya ada yang lebih penting, yakni masalah mental. Persiapkan saja mental yang mumpuni dan tahan uji.
Sejarahnya Bank Indonesia memproses calon pelamar hingga 2 (dua) tahun. Bahkan bisa tanpa kabar. Beberapa angkatan di atas saya juga mengalami hal yang senada. Dari tes pertama hingga namanya mendapat panggilan wawancara, butuh waktu hingga 1 tahun.
Dan jangan senang dulu. Setahun itu dirasa kurang bila lulus namun belum mendapat pendidikan yang lamanya 1 (satu) tahun juga.
Jadi, bila Anda saat ini baru mau menikah, mungkin bila mujur, Anda akan mendapatkan NIP dan tercatat sebagai Pegawai Bank Indonesia setelah anak pertama Anda belajar naik sepeda. Lihat saja!
Perlu Stamina dan Endurance yang Ciamik
Fisik juga jangan memble. Tidak boleh loyo. Lokasi tes akan berbeda-beda. Bahkan bila di luar pulau, saat wawancara Anda akan diterbangkan ke atas Monas di Jakarta. Turun tepat di pucuknya. Harus pandai flying fox dan minimal berani banji jamping. Lalu berlari dari Monas ke gedung BI, sembari memakai baju kura-kura dan peralatan pemadam kebakaran.
He-he-he …
Sudah lah. Dari pada saya semena-mena menjawab pertanyaan masalah soal, lebih baik pasrah saja. Belajar yang tekun dan jangan musuhi bos di kantor Anda saat ini. Karena akan butuh waktu cukup lama untuk tidak lagi melihat tampangnya yang membosankan setiap hari.
Apalagi dengan 17 ribu peserta tahap pertama dengan kans hanya seratus orang saja. Apakah Anda berani memastikan Anda –lah Sang Juara?
Sekali lagi, cobalah untuk berniat baik dan paripurna. Semoga kebaikan niat Anda dapat mengantarkan kepada suatu keinginan yang Anda cita-cita kan.
Semoga sukses!
Berita terkait:+ [Persiapan Test Masuk Bank Indonesia]+ [Tentang Lowongan Bank Indonesia 2007] + [Apa Yang Harus dipersiapkan Dalam Test Tahap Pertama?]










September 14, 2007 pukul 12:43 pm
17000 ? wow.. 1 banding 100 euy..
September 21, 2007 pukul 6:33 pm
salah 59,000 banding 100 hehe
September 21, 2007 pukul 6:39 pm
ya, boleh..berapapun perbandingannya yang penting bila lolos dan jadi pegawe, jangan lupakan bahwa kita cuma abdi negara, abdi masyarakat.
September 26, 2007 pukul 8:51 am
Aku mau sharing Tipe soal Untuk tes 1 (general test)
Bagian 1. Kepribadian 210 soal
antara 2 hal mana yg dipilih
bagian 2. Test kepribadian juga 60 soal
antara dua hal lebih cnderung kemana
bagian 3. Sinonim 20 soal
Bagian 4. Matematika 20 soal
Bagian 5. Test Analogi kata 20 soal
Bagian 6 Test Irama bilangan 20 soal
smua hrs sls 3 jam (jadi waktu musti bisa dibagi2 sndiri)
Desember 7, 2007 pukul 8:45 am
mohon bantu kami mendapatkan soal-soal tes psikologi yang up to date. mohon kirim via email ekosupriyanto9009@yahoo.co.id trima kasih atas bantuannya.
Desember 10, 2007 pukul 6:13 am
@ eko
1. Sebaiknya email jangan dicantumkan dalam komentar, karena akan mengundang “spam”.
2. soal-soal psikologi yang “up to date?” Bukankah soal psikologi beberapa tahun belakangan ini ya itu-itu saja? [sejauh saya mengikuti tes psikologi]
Januari 23, 2008 pukul 2:01 pm
Mas Kopdang, saya mau tanya nih. Kira-kira untuk tahun 2008 ini BI ada buka lowongan lagi ga ya? Kalau iya kira-kira kapan tuh mas? Trus BI tiap-tiap tahunnya apa menyediakan lowongan mas?Trus dalam penerimaan karyawan BI, masalah tinggi badan dipertimbangkan juga ga mas? kalau iya, untuk cewek berapa tingginya mas? Terima kasih atas perhatiannya.
Agustus 4, 2008 pukul 5:40 pm
[...] MLE 2008 Non StaffTahap Ujian Test Masuk Lowongan Bank IndonesiaTentang Lowongan Bank Indonesia 2007Prediksi Soal Test Tahap I PCPM XXVIII dan MLE Bank Indonesia“Pengumuman mundur minggu depan….karena kmrn sabtu libur..”Rizal Mallarangeng, Iklanmu uang [...]
September 11, 2008 pukul 9:09 am
Mas Kopdang, saya alhamdullillah udah lulus test thp II untuk MLE 2008 kemudian akan berlanjut test tahap III yaitu test bahasa inggris dan test pengetahuan. Nah yg ingin saya tanyain nih mas….kira2 test bahasa inggrisnya itu apa hampir sama kayak test untuk toefl? dan test pengetahuan itu apakah mengenai BI atau mengenai bidang studi yang kita pelajari dibangku kuliah dulu?? Terima kasih infonya ya mas
September 11, 2008 pukul 9:17 am
@ ita..
jadi ceritanya ane diminta bocorin soal..?
mana bisa..
ane juga nggak ngertio soalnya apaan..
September 18, 2008 pukul 8:22 pm
Pengumuman test tahap III MLE PBP & UMUM BI 2008 yang rencananya 18 September 2008 diundur menjadi tanggal 25 September 2008… Begitu yach….
September 26, 2008 pukul 2:45 pm
Mas Kopdang yang baik, ane mo tanya…. Kalo dah jadi pegawe BI, bisa buka usaha ndiri ga, misalnya buka toko, kos2an, jadi penulis, dsb. Coz, selaen bekerja mengabdi pada negara (BI) qta juga pengen mengapresiasikan karya qta di bidang laen kan? Plizz bales yah!
September 26, 2008 pukul 3:01 pm
@ Nur..
gak boleh..!
bahkan jadi blogger pun gak boleh..
tapi kan prinsipnya satu:
“Kalo ketauan..!”
Kalo gak ketauan sih mau jumpalitan, mau bikin bisnis bom nuklir juga, siapa yang bisa ngelarang…?
tapi qua aturan jelas dan terang: TIDAK BOLEH…!