Helly Gukguk…

November 28, 2007

dsc00121.jpg 

Mau kemana Anda hari ini? Berlibur, ke Salon, atau menemani hewan peliharaan Anda…?

Baca entri selengkapnya »


7 Tips Wawancara ala Kopidangdut

November 27, 2007

wawancara 

Siang hari. Terik. Namun di lantai 19 sebuah gedung dekat Monas- dengan sukses- si Gedung berhasil mendinginkan para penghuni ad-hoc sehingga terik dunia luar tak menembus dunia dalam. “Hiii, dinginnnn”  [kata si Ciprut kalau memegang botol yang masih fresh from the refrigerator]. 

Di lantai tersebut, nampak di ruang tunggu, delapan orang anak muda yang kinyis-kinyis –satu diantaranya ganteng banget—menanti dengan setia untuk diwawancara. Tiga pria, lima wanita. Ada yang duduk, ada yang mengobrol, ada yang tidur, ada yang membaca majalah, ada yang sibuk sms, ada yang bengong dan ada yang komat-kamit berdoa. 

Seorang Ibu setengah baya menghampiri mereka yang kelihatan tegang, keriput, kurang makan, dan susah. “Mas Kopdang mana ya? Ayo, Mas yang pertama…”. 

Giliran pertama, si Ganteng. Menuju ruang penghakiman. Semoga bukan penghukuman. Setelah lama meniti ujian dari lima bulan yang lalu, inilah hari yang ditunggu-tunggu.  

Mas Kopdang, pria beristri satu. Setelannya rapih, kemeja putih dengan lipatan dan tarikan setrika yang mumpuni dan terlihat dikelola baik oleh sang Penyetrika. Tak nampak sama sekali kalau baju itu baju pinjaman, apalagi lungsuran.  

Celana hitamnya dari katun yang licin. Sepertinya Ia masih ingat bahwa dua Idul Fitri sebelumnya baru saja dibeli di sebuah Toserba. [Celana Lebaran donk....? Emang!].  

Ia masuk. “Tok-tok-tok..”. Sembari menggedukkan kaki kanannya tiga kali [berdasarkan perintah Ayahandanya yang menerapkan ini sepanjang hidupnya] sembari mengucapkan: “Anak putu Mbah Cirebon”. Lalu, di meja penghakiman, duduk manis seorang Ibu yang kharismatik namun terlihat sedikit mengantuk. Pakai Jilbab. Bawa map berisi data diri. Ditemani Pria berkumis sekitar 40-an tahun. Lumayan ganteng, hampir menyamai kegantengan Mas Kopdang. Kemungkinan si Ibu adalah Bos, dan si Kumis adalah Asisten Bos. 

Ibu Kharismatik [IKha]: “Nama?”

Mas Kopdang [MK]: “Kopdang”

Ikha: “Silahkan Duduk”.

Baca entri selengkapnya »


Batam Vs Singapura

November 26, 2007

panorama batam 

Batam. Kota sekaligus pulau. Isinya orang dari mana saja. Mirip Jakarta. Kurang lebih. Isinya selalu mengarah ke duit. Makin mirip Jakarta- atau malah lebih parah? Apakah mengadu nasib ke Batam adalah sebuah pilihan? ataukah sebuah keterpaksaan?

Dahulu Otorita Batam dibentuk, supaya kue globalisasi yang mengarah ke Singapore dapat dinikmati sebagian oleh kita. Lalu ada pula SIJORI: Singapura, Johor, Riau-yang lagi-lagi Batam diuntungkan dengan program ini. Mau ke Singapore asalkan berKTP Batam, tak perlu membayar fiskal. Lumayan, 500 ribu bisa kita hemat.

Lalu apa sih perlunya bayar fiskal bila kita berpergian. Apakah sebagai upaya pencegahan? atau semata-mata menumpuk pundi kekayaan negara lewat penarikan pajak.

Mungkin dulu memang lumrah. Ketika rupiah milik kita dipatok oleh Pemerintah sehingga uang rupiah kita dianggap “mahal” oleh negara lain. Maka barang-banrang di luar terasa “murah” bagi kita. Oleh karenanya banyak jutawan jaman Orba yang mengajak anak istri melancong ke luar negeri sekadar belanja beberapa busana dan keperluan sandang ala kadarnya. Yang penting belanja di luar, bo..!

Baca entri selengkapnya »


Mie Ayam Prancis Ala Batam

November 23, 2007

Mie Ayam

Silahkan perhatikan baik-baik gambar di atas.

Sudah? Sekarang jawab pertanyaan saya: Apakah toko tersebut menjual French bakery yang lalu diterjemahkan menjadi Mie Ayam French? Atau toko tersebut menjual French Bakery dan Mie Ayam French?

Baca entri selengkapnya »


JakJazz 2007

November 23, 2007

 poster JakJazz

Rejeki itu ndak kemana? Betul?  

From: Sigit Ardhianto Nugroho [mailto:sigitxxx@harpersbazaar.co.id]
Sent: Monday, November 19, 2007 4:27 PM
To: tridex88@yahoo.com; luthfidxxx@gmail.com; Mas Kopdang; tulus.xx@bankmandiri.co.id
Cc: Peni Andrxxx

Subject: JakJazz Festival at Esquire November 07 

Dear Sir,Congratulations !!! 

Anda menjadi salah satu pemenang promo JakJazz Festival (yang akan di adakan tanggal 23-25 November 07) berupa 3 ticket Daily Pass. Tiket dapat di ambil hanya pada tanggal 22 November 07 di Wisma Kosgoro lt. 6 (Jl. MH Thamrin no. 53, Jakarta) pukul 14.00 – 17.00 WIB dengan membawa copy KTP.Jika ada hal- hal yang ingin di tanyakan, dapat menghubungi saya (Sigit) di no. 021 3983 23xx ext.18x atau di 0856 7358 xxx.

Terima kasih atas partisipasi Anda untuk majalah Esquire Indonesia. 

Best Regards,

Sigit Ardhianto

[Promotion Executive]-Media Relation – MRA Printed Wisma Kosgoro Lt. 6Jl. MH. Thamrin No.53 Jakarta 10350 Indonesia email: sigitxxx@harpersbazaar.co.id PH: 021 3983 23xx ext. 18xx Fax: 021 3983 xxxx


Market Maven dalam Tipping Point

November 19, 2007

Sepatu Hush Puppies. Bila dipakai enak. Perpaduan antara empuk, ringan, campur trendy dan karena bersol tebal maka seakan-akan ada per-nya. Kuat sekaligus lentur. Enak tapi tidak terlalu mahal.  

Tahukah Anda bahwa dulu –di pertengahan tahun 90-an hampir saja brand ini akan dilikuidasi oleh pemiliknya karena angka penjualannya yang terus menurun di akhir tahun 80an hingga awal 90-an? Tiba-tiba di tahun 94-95 penjualan melonjak naik. New York menjadi kota terbesar yang angka penjualannya mengalami lonjakan besar. Tidak ada iklan yang bombastis sebelumnya, tidak ada riset jutaan dollar sebelumnya, tidak ada program diskon gila-gilaan untuk merek ini. 

Ada apa gerangan?  

Seorang lelaki dan beberapa temannya pada suatu malam memakai sepatu hush puppies dalam acara pesta pemuda gaul di Kota New York dan tiba-tiba setelahnya hush puppies yang hampir sekarat mendadak dangdut menjadi “bernafas” kembali dan digandrungi anak muda. Siapakah lelaki itu? 

Lelaki itu dalam buku Malcolm Gladwell –Tipping Point- disebut sebagai Maven, awalnya dari bahasa yahudi, “Orang bijak yang dapat mempengaruhi orang”. Dalam dunia investasi dan bisnis, tipikal orang seperti ini disebut  Market Maven”.  

** 

Market Maven? Siapa sajakah mereka? 

Di sekitar kita, teman-teman sepergaulan kita, atau salah satu keluarga kita, terdapat sosok pribadi yang dapat disebut Market Maven ini.  Pernahkah Anda berjumpa dengan seorang teman seperjalanan yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Anda? Yang mengajak Anda berbincang-bincang, bertanya tentang segala hal tentang diri Anda-tanpa Anda merasa terganggu- dan malah menjadikannya teman pengusir “kesepian dalam perjalanan”. 

Lebih dari itu, seorang Market Maven banyak berbagi tentang apapun. Segala hal. Mungkin saja Ia bercerita bahwa dirinya baru dapat tiket konser nonton JakJazz gratis setelah menjawab kuesioner di salah satu counter Gramedia Majalah. Dengan detail -yang seakan-akan mengajarkan kepada anaknya sendiri yang belum baligh-bagaimana soal-soal kuesioner itu dijawabnya. Butuh berapa lama menjawabnya dan salah satu ciri khas seorang Market Maven adalah Ia tidak bilang:

“Lumayan sebentar sih untuk isi kuesioner itu dan mengisi data diri kita berdasar KTP”.

Baca entri selengkapnya »


Ku Lupa Wajahnya, Namun Ku Ingat Wangi Tubuhnya

November 13, 2007

Rupanya parfum itu ada di mana-mana dan saat ini terbuat dari apa yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh kita.

Dalam cerpen saya, saya tulis berbagai parfum wanita yang sebetulnya wujud botolnya saja saya tidak tahu, apalagi wanginya.

Mungkin, kalau membayangkan tubuh yang memakainya, baru saya dapat dengan fasih melakukannya. ;)

Seno Gumira Ajidarma [SGA] dalam kumpulan cerpen “Jazz, Parfum dan Insiden” sangat piawai mengangkat tema parfum dalam kehidupan nyata-non nyata. Cerita lesbian berparfum “x”, kaum gay yang favorit merek tertentu dan seluruh lakon yang diindentikkan lewat pemilihan parfum favoritnya. Bacalah!

Jaman nenek kita dulu masih perawan, mungkin melati, kenanga, mawar adalah andalan mereka untuk membaluri tubuh dengan wewangian. Bagi kaum lelaki, mungkin “minya sinyonyong cap putri duyung” yang dijadikan acuan wewangian. Buktinya Benyamin. S selalu menggunakannya untuk menarik selusin wanita yang masih tergolong artis bahenol sekelas Ida Laela, Aminah Cendrakasih, Ida Royani dan saya lupa artis satu lagi yang terkenal jago menembang lagu India.

Mungkin saja jaman itu sudah ada minyak wangi dari air mata buaya atau fermentasi bunga kesturi di Bulan Puasa, namun parfum buatan orang bule justru lebih dipercaya. Cologne dari LOTTE, minyak dari Tancho Jepang jauh lebih populer.

Celakanya kalau jiwa modern tercampur peninggalan tradisionil dalam hal pemilihan wewangian. Balsem masih saja digunakan tercampur minyak angin cap Kapak yang bikin semriwing tercampur aroma rambut berminyak campuran jelantah dan orang-aring. Ini adalah gambaran nenek yang perawan kita setelah memiliki cucu usia 20 tahun. Biasa, menjelang “pergi” memang biasanya berusaha meninggalkan “jejak” yang amat-sangat mencolok.

Mau coba wewangian ini? Coba saja naik bus di daerah terpencil. Misalnya jurusan Pergi-Pulang [PP] Tirtonadi [Solo]-Purwodadi. Selain mitra bangku kita sudah “berpengalaman”, ada bonus tambahan aroma daun sirih [nginang-nyuruh] dan bau becek pasar tradisional.

Lalu di kemudian hari pacar-pacar kita mulai menggunakan parfum yang sudah tidak alamiah lagi. Menggunakan larutan kimiawi, ester. Wangi sih, tapi bukan natural.

Parfum untuk wanita berbeda dengan parfum untuk pria. Itu jaman dahulu!

Hebatnya, di dunia perwangian, semakin dikembangkan berbagai aneka cita aroma yang langka dan sulit untuk dikembangkan. Misalnya saja parfum keluaran The Different Company’s. Osmanthus, namanya. Diambil dari nama bunga langka di negeri Tiongkok, dicampur castoreum dan musk sebagai perpaduan maskulinitas pria. Dengan ditambah campuran pink pepper dan mawar membuat wanita pun berhasrat menggunakannya.

Baca entri selengkapnya »


The Three Musketeers and Batak Conflict

November 12, 2007

Bila Anda menyimak koran Kompas Sabtu, Kompas Minggu, Kompas Senin dan Koran Tempo hari ini di halaman pertama, maka dapat disimpulkan adanya perselisihan antara orang Batak di level negara. Positif-kah? Sebagai pertanda bahwa mereka telah banyak melahirkan pribadi level nasional. Atau negatif? Bahwa mereka bukan para birokrat baik dan jujur?

The Three Musketeers adalah tiga persona dari Bank Sentral. M.Goeltom, B.Hutapea, R. Simanjuntak, telah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK]. Awal mula pemanggilan itu terkait dengan laporan Badan Pemeriksa Keuangan [BPK] yang juga diketuai oleh orang Batak: A. Nasution. Isi laporan dan tema apa yang dilaporkan bukan lah hal ingin saya bahas. Namun hebatnya, A. Nasution ini pun tahun sampai dengan tahun 2004 pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, yang kemudian digantikan oleh M.Goeltom, sebelum menjadi Ketua BPK.

Ada apakah ini? Apakah perseteruan pribadi ataukah murni hukum?

Sudah seharusnya bagi para Yuris- hukum dimurnikan dari kerikil politik dan kepentingan lainnya. Hanya saja “hikmah kebijaksanaan” yang terkadung dalam Sila Keempat Pancasila hanya didapatkan lewat memeras sari pati berbagai disiplin ilmu dan mengambil jarak tertentu dengan sudut pandang yang berbeda pada suatu “perkara”.

Pertanyaan selanjutnya: Apakah the Three Musketeers ini memiliki ikatan batin yang kuat sehingga tercipta persamaan nasib hingga ke pemamnggilan KPK? atau kah tercipta klik dan garis koneksi yang bernafaskan kedaerahan di Bank Sentral?

Semoga saja tidak.

Disclaimer: Tulisan ini adalah tulisan pribadi. Tidak terkait kepentingan penulis maupun hubungan pekerjaan dengan persona-persona tersebut di atas maupun hubungan-hubungan lainnya. Saya hanyalah Blogger biasa. Sungguh!


Kenapa Saya Hapus Komentar “Ro”

November 9, 2007

Komentar di Blog Kopidangdut tak pernah disortir, dikebiri atau disaring. Sahabat berkomentar, maka setelah itu otomatis masuk dalam blog ini tanpa perlu persetujuan saya. Transparan, tanpa sensor, komunikasi lancar, lalu, kurang apa lagi? 

Hanya saja pagi ini saya terpaksa “menghapus” satu komentar dari Riau berinisial “Ro”.  

Kenapa Mas Kopdang, bukannya waktu dulu ada komentar saru dan porno malah dibiarkan? Apakah ini lebih saru dan porno komentarnya? 

Bukan porno! Tapi lebih dari itu, yakni kurang mendidik. Beliau menulis kurang lebih:Untuk yang ingin skripsi silahkan email ke xyz@email-nya.com.  

Saya pikir ini adalah cara membantu yang menyesatkan. Terlepas ia memperdagangkan skripsi itu atau tidak, namun bila sudah dengan membantu secara instan, maka justru sebenarnya bukan bantuan yang diberikan namun penjerumusan secara halus.   

Plagiat, copy-paste, skripsi dibuatkan pihak lain, adalah sesuatu yang kelihatannya remeh namun dampaknya cukup fatal.  Justru lewat skripsi-lah, bukan saja keilmuan, mind-frame, maupun metodologi yang dijui, namun juga mental dan fisik kita dituntut untuk berbuat lebih. 

Semoga saja para Sahabat memahami hal ini. Twerima kasih.


Dengan Cinta Tiada Derita

November 8, 2007

Geri, sahabat Mas Kopdang yang pernah dibahas di sini mengirimkan email tadi siang:

“Mas nuhun pisan bwt solusinya, sekarang saya udah selesai skripsinya tentang persaingan usaha……..

Komentar saya:

Saya jawab email itu dengan tulisan singkat:

“Selamat!
sukses selalu buat Geri.

salam,
Kopdang

Ya, tak ada yang lebih indah dari pada ucapan tulus seseorang kepada kita dan sepertinya kebhagiaan yang paling hakiki adalh ketika kita dapat membahagiakan orang lain.

Banyak email yang masuk dan bertanya macam-macam. Kalau memang sempat, saya pasti akan sempatkan untuk membalasnya. Satu email bilang begini:

“Wah matur nuwun banget dibales, ga nyangka nih… yang aku heran kok sempet-sempetnya bales message tiap orang, padahal kan banyak banget. hehe. Aku kerja si persh software punya malaysia, tapi perusahaannya lagi sangat labil dan bentar lagi bakal karam. Apapun yang njenengan tulis tentang kelemahan BI tidak akan menyurutkan semangatku untuk berjuang !!!! haha. wish me luck ya. Btw njenengan dari mana toh, gek2 kakak kelasku…

Namun, tidak selamanya para Sahabat Kopdang itu “berbesar hati”.
Baru saja ada sms masuk dari 081.320.5049xx yang bertanya tentang proses wawancara. Tentu saja Mas Kopdang balas.

Hanya saja, semoga sang pengirim sms bukan lagi kehabisan pulsa alias Fakir Miskol, sehingga dua kali sms balasan Mas Kopdang tak jelas juntrungannya dengan penutup manis ucapan terima kasih.

Tak apa, terima kasih memang perlu namun bukan karena itu Mas Kopdang membantu.
Semata-mata karena cinta.

Dengan Cinta Tiada Derita

Mantaaabs!


Sekolah Desain, Sekolah Masa Depan

November 8, 2007

Pebisnis adalah orang-orang yang, ibaratnya, hanya berurusan dengan uang tapi mereka tidak dilatih untuk memperhatikan konten kreatif.” Dan yang paling parah, “Mereka tidak dilatih untuk berkolaborasi, untuk bercampur dengan orang-orang yang berbeda denga mereka.”

Itulah yang dikatakan Richard Boyko, seoarang profesional periklanan yang telh malang melintang selama 30 tahun di Ogilvy& Mather, Leo Burnett Worldwide, dan TBWA\Chiat\Day. 

Saya ambil quote tersebut dari majalah BW. BusinessWeek  minggu lalu menurunkan laporan utama sekolah-sekolah Desain Terbaik 2007.   

Ya, kalangan Generation X yang ditandai dengan babyboomers tahun 1965-1970an telah beranjak dewasa. Namun saat ini usia entry level tenaga kerja dipenuhi oleh anak-anak kelahiran 1982 dan setelahnya. Inilah Generation Y, yang kritis dan selalu berucap “Why?”… 

Generasi Y yang butuh eksistensi dan lebih personal akan lebih menyetujui inovasi dibandingkan efisiensi. Dimanakah “inovasi” akan dihargai seperti layaknya “efisiensi” dalam ilmu manajemen? Yap! Sekolah desain, sekolah kreatif yang menyetujui dan memompa para anak didiknya untuk selalu berinovasi, tiada henti. 

Namun masalahnya adalah: “orang-orang kreatif di periklanan serta accoun manager tak pernah saling berkomunikasi.” 

Dunia terus berubah.

Dahulu jaman berburu diawali dengan penemuan kapak dan peralatan purba. Dilanjutkan era berternak dan bercocok tanam. Lalu era perdagangan dengan ditandai penemuan banyak benua dan tanah baru. Lalu revolusi industri menggilas segalanya. Perubahan sosial masyarakat yang radikal.  

Lalu era perang dunia menjadikan penemuan teknologi mengalami percepatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Lalu lahirlah era teknologi informasi dengan kemunculan internet yang jauh lebih dahsyat pengaruhnya. 

iPod, youtube, widget, google, blogging adalah istilah baru yang menguasai dunia anak muda saat ini. Celakanya, konsumen yang potensial namun kritis adalah anak muda, terutama dari kalangan Generation Y tadi. 

Maka muncul era baru, era yang lebih dahsyat, yakni era INDUSTRI KREATIF. 

Binatang apakah Industri kreatif ini?

Industri kreatif adalah sebuah iklim dunia bisnis yang potensi ekonomisnya berada di tangan para personal-personal yang kreatif, nyeni, inovatif dan dahulu  belum/tidak diperhitungkan sebagai industri  arus-utama (mainstream). Tak perlu memiliki karyawan yang banyak dan seabreg-abreg.   Baca entri selengkapnya »


Lowongan Legal Officer

November 7, 2007

Ada email masuk sore ini:

Mas Kopdang,
Kantor ane lagi butuh Legal Officer neh. dengan syarat :
1. Sarjana Hukum
2. punya ijin Wakil Penjamin Emisi Efek lebih disukai
3. Fresh Graduate welcome to apply
 
lamaran bisa dikirim lewat:
email : pipit_sefitadewi@yahoo.com ato pipit@reliance-securities.com
 
PT Reliance Securities Tbk
Menara Batavia Lt. 27
Jl. K.H Mas Mansyur Kav. 126
Jakarta

Catatan Mas Kopdang:

Mbak Pipit ini adalah sahabat Bun -istri Mas Kopdang-. Silahkan bila ada yang berminat silahkan langsung saja kontak email tersebut di atas.


Psikotes Bank Indonesia

November 6, 2007

Pertama kali yang perlu dicatat, saya bukan anak psikologi. Apalagi ahli dalam menilai dan memberi saran apa saja yang “harus” dan “sebaiknya” atau “tidak dilakukan” dalam pengerjaan test psikologi ini.

Ngomong-ngomong Psikotest dengan Test Psikologi sama gak sih?

Karena dulu judulnya bukan psikotes, melainkan Tes Psikologi. Semoga ini sama, yah minimal “hampir mirip”-lah..

Apa yang perlu dipersiapkan?

Pakaian.

  • Mengenakan kemeja berlengan. [karena kalau tak berlengan, bisa bisa ketiaknya kelihatan. Itu tidak sopan! dan Sahabat terancam diusir dari arena pertandingan]
  • Pakailah sepatu. Boleh tanpa atau dengan kaus kaki. Kalau saya senang pakai sepatu kets dan tak berkaus kaki. Sehingga sewaktu tes saya bisa nyeker alias tak beralas kaki. Lebih santai, bo!
  • Bawalah jaket. Ruangannya Full AC. Coba kalau Full Music, pasti jauh lebih enak. Saya kedinginan waktu mengerjakan soal di LAN Pejompongan sana. Serius! Untungnya depan-belakang-samping kanan-samping kiri lumayan cantik dan hot, sehingga temperatur suhu tubuh bisa seimbang dan masih dapat diandalkan. ;)

Alat Tulis.

  • Jangan lupa bawa pensil. 2B minimal 2, supaya ada cadanagnnya. Pinsil tipe lain pun boleh.
  • Rautan. Bilamana tiba-tiba mata pinsil patah. Sim salabim sesegera mungkin kita merautnya.
  • Penghapus dan alat tulis lainnya.
  • Tipe ex? Gak usah.

Materi Soal

Baca entri selengkapnya »


Sastrawan Masa Depan Indonesia

November 6, 2007

Selamat siang,

Sudah lama rasanya saya tak menyambangi blog “runyam” ini. Seminggu belakangan ini  saya ndak ngantor namun “dipaksa” bergaul dengan para reserse POLRI untuk saling bertukar ilmu dalam rangka mencari [penghidupan lebih layak] keahlian memperdalam ilmu investigasi. Mungkin bilamana dirasa ilmu ini sudah usang dan tak besifat rahasia, saya akan membagi ceritanya dengan para Sahabat Kopidangdut tercinta. 

Kali ini saya sedang tidak ingin bercerita mengenai hal-hal serius dan populer. Mungkin sedikit ganjil dan luput diperhatikan banyak orang [karena memang tidak banyak digemari?]. 

Esquire, Playboy dan Penulis  Lepas  Sosialis  Apakah ada hubungannya antara majalah bulanan franchise dari luar negeri semacam Esquire [ majalah pria mapan], FHM [majalah pria dipan*], dan Playboy [majalah pria kelilipan**] dengan penulis lepas berhaluan [kiri] sosialis sekaliber Eka Kurniawan, Asrid Reza dan Puthut EA. 

Apakah para sahabat pernah mendengar nama-nama dan istilah berikut: Eka Kurniawan? Cantik Itu Luka? Astrid Reza? On/off? Puthut EA?

Oke lah… apa kenal ini? Pramudya Ananta Toer? Ya, pasti jauh lebih kenal Bung Pram dibandingkan Eka Kurniawan dan Putut EA, apalagi Astrid Reza. 

Tiga nama terakhir adalah  serombongan penulis muda yang sekarang menyemarakkan kancah cerpen, novel dan sebagian karya sastra lainnya.  Apakah kebetulan atau tidak, mereka semua punya jejak sejarah di Jogjakarta di awal tahun 2000-an. Eka telah membuktikan dirinya bahwa Pram salah.

Dengan buku “Cantik itu Luka” yang tebalnya lebih dari 400 halaman, Eka secara tunai dan tuntas memutarbalikkan fakta bahwa Pengarang Jaman Sekarang tak mampu dan tak mau menulis semacam Roman yang berkualitas sekaligus berkuantitas [secara halaman].

Cantik itu Luka terbit lebih dari 400 halaman. Beberapa bulan yang lalu saya membeli Playboy edisi 2, rupanya Astrid Reza menulis cerpen di sana. Sayang saya lupa apa judulnya. Demikian juga dengan Eka yang mengirimkan cerpen di majalah bulanan esquire, edisi bulan November ini. Yang saya tahu, Eka pernah mengisi kolom Bentara KOMPAS.  Sedangkan Puthut EA sekarang sudah menjadi pelanggan tetap pengisi kolom cerpen KOMPAS minggu.

Jujur saya awalnya bingung. Dahulu, yang saya pahami, mereka menulis dalam media terbatas, bahkan terkesan membatasi diri dengan media yang seideologi dengan mereka. Lewat AKY [Akademi Kebudayaan Yogyakarta] mereka berinteraksi, membuat acara [contohnya: “Orang-orang yang bergegas”], menelorkan media alternatif on/off dengan salah satu edisi khususnya yang menampilkan cover provokatif:  “Dian Sastro for President”.   

Baca entri selengkapnya »


Tips Mengggambar dalam Psikotest

November 6, 2007

Dear mas kopdang,perkenalkan saya R. Puji Tuhan saya lulus tahap III seleksi tes BI, salah satunya berkat membaca blog mas kopdang di injury-time… :)

saya butuh pertolongan mas kopdang untuk sudilah kiranya share tips dan trik untuk melalui psikotes yang sering jadi momok itu…! terutama tips untuk membuat gambar 8 kotak, gambar orang , n pohon…. gambar orang sedang ngapain yang terbaik? (sehubungan dg kerja yang dituju adalah BI, apakah saya sebaiknya menggambar orang yang sedang duduk depan komputer atau bagaimana?

tapi, kalau duduk depan komputer, ntar kakinya tidak kelihatan, padahal DENGAR-DENGAR salah satu unsur yang dinilai adalah KELENGKAPAN organ-organ tubuh….. mohon di-share dulu mas kopdang gambar apa, orang lagi ngapain…? hehe…. (secara mas kopdang sudah lulus gitu…)

saya mohon balesannya mas… kalau mas sempat,,,,,,saya mohon dpt dibalas sebelum tanggal 5 mas,,,,,,karena saya tes tanggal 6 nov… tapi kalaupun tidak sempat, mohon tetap dibalas, sebagai pembelajaran buat laiin waktu. :) terima kasih banyak…… :)  

Mas Kopdang:

Ada yang bisa bantu?