Dear mas kopdang,perkenalkan saya R. Puji Tuhan saya lulus tahap III seleksi tes BI, salah satunya berkat membaca blog mas kopdang di injury-time…
saya butuh pertolongan mas kopdang untuk sudilah kiranya share tips dan trik untuk melalui psikotes yang sering jadi momok itu…! terutama tips untuk membuat gambar 8 kotak, gambar orang , n pohon…. gambar orang sedang ngapain yang terbaik? (sehubungan dg kerja yang dituju adalah BI, apakah saya sebaiknya menggambar orang yang sedang duduk depan komputer atau bagaimana?
tapi, kalau duduk depan komputer, ntar kakinya tidak kelihatan, padahal DENGAR-DENGAR salah satu unsur yang dinilai adalah KELENGKAPAN organ-organ tubuh….. mohon di-share dulu mas kopdang gambar apa, orang lagi ngapain…? hehe…. (secara mas kopdang sudah lulus gitu…)
saya mohon balesannya mas… kalau mas sempat,,,,,,saya mohon dpt dibalas sebelum tanggal 5 mas,,,,,,karena saya tes tanggal 6 nov… tapi kalaupun tidak sempat, mohon tetap dibalas, sebagai pembelajaran buat laiin waktu.
terima kasih banyak……
Mas Kopdang:
Ada yang bisa bantu?










November 6, 2007 pukul 12:25 pm |
gubraks
[Kopdang: Lha..?! kok malah jatoh, dab?]
November 7, 2007 pukul 5:43 pm |
Psikotes yup?
aq punya tuh bukunya… gara2 dlu sering jd bahan uji anak2 psikologi… aq penasaran arti2nya… eh, ternyata berguna.
Intinya sih simple… just be your self… kerahkan segala daya yg qt punya dh… daya analitis, imajinasi… blah3… Pokoe dr situ ntar ketahuan kepribadian qt yg sebenernya, jd ga bs dibuat2 tuh… qt orangnya realistis, kaku/saklek, khayalan tingkat tinggi he2 kkk… etc… trs qt cenderung feminin or maskulin… qt tipe introvert or ekstrovert… kepribadian qt hidup, ngalir, or terorganisir, serba sistematis…. smua tipe kepribadian ada plus minusnya kok… Yg dicari pun bukan kepribadian yg ga da cela, tp yg penting CUCOK ma kerjaan yg mo qt perjuangkan itu….
Bahan gambar, sederhana aja… bs dr segala hal/benda yg qt liat sehari2 kok…. interest qt kmn gto… Ga musti qt ngarah kerjaan di Bi, trs sgala yg qt gambar musti berkaitan ma BI, gambar duit mlulu???? he2h kkk…
trs… dr hasil goresan jg ngaruh tu. kita org tipe pekerja kasar or halus. Intensitas garis, Pilihan gambar yg qt dulukan… mn yg mudah, mn yg sulit, mn yg ga disuka, mn yg paling disuka…
gambar org, tar ditanya jg usia org yg qt gambar brp, jnis kelaminnya, profesinya… etc… ntar ketahuan tingkat intelektual qt dh… Pa lg yah… jd diri sndiri aj lah…
just relax, tidur nyenyak sblm tes aj dh… mmm latihan gambar boleh jg tu… Gut Lak dh bwt smua…
Desember 12, 2007 pukul 3:50 pm |
@ cunz
sip, terima kasih atas masukkannya.
Desember 16, 2007 pukul 1:31 am |
tapi pertanyaan yg muncul kemudian: apakah psikotes adalah hal yang mutlak?
psikologi, bagi saya adalah satu ilmu yang tidak pasti.
Juni 3, 2008 pukul 10:28 pm |
mohon bantuan’
saya mu daftar AKMIL tapi saya tidak tau gmn cara menghadapi psikotest
tolong dong saya dikirimin lewat email contoh soal untun Logika,gambar dan hitungan dan juga sekalian jawabanNya
sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih
hadi_hombr@yahoo.com
Agustus 29, 2008 pukul 1:28 pm |
Wuaduh hmpir smua dah tak lht n baca kok smua ngambang aja ya, gak da jwbn yg pasti cm kulitnya mulu. Lha mbok skalian dikasih contoh konkret atawa eksplisit gitu misal gambar pria, 30 tahun, manajer, sedang berdiri di depang pintu kantornya, ato apalah jd yg bnr2 butuh info bs mudeng. Skedar sharing aj, dl sy jg g ngerti blas tes psikologi apalagi gambar, lha wong bisanya gambar pulau di bantal hahaha, tp ya itu td tak cb utak-atik isi kepala eh akhirnya lolos juga. Saran aja utk smua, klo mo kasih info atawa masukan skalian aja total gak ngambang, kasihan dah dagdigdug nunggu jawaban eee lha cuma dapet kulitnya doang. Matur nuwun, salam…
September 12, 2008 pukul 8:47 am |
bagi gue, psikotest tuh sebenarnya gak mutlak….. sangat2 gak penting n membosankan.
Oktober 9, 2008 pukul 1:00 am |
Lg binun ne..
Cz kmrn jg bz psik0test.N brmasalah pz dgambar.ngblank,cz br prtama kali he2..
0ya,pd umumunya psik0test diadain diawal recrutment.Tp kmrn yg Q hdapi koq mlh diakhir ya,stlh intrview ma HRD,sblm mdical check up.
Emg m0dus psik0test yg umum spt ap?
Oktober 22, 2008 pukul 5:15 am |
ada modul panduan tes psikotes dan soal-soal psikotes
-edited-
Oktober 30, 2008 pukul 4:26 pm |
…seperti teori Big Bang, filsafat pecah menjadi ragam serpihan ilmu dan salah satunya psikologi. seperti kata mas arif ia adalah ilmu yang tidak pasti. tapi in my humble opinion setiap ilmu sebenarnya tidak ada yang absolut tapi sebenarnya bermain di ladang probabilitas. bahkan untuk ilmu psikologi kita memiliki pisau analisis untuk membedah dan mengurangi area ktidakpastian dalam memprediksi psikis (termasuk perilaku) seseorang.
psikotes sebagai salah satu tools untuk mencapture satu atau beberapa aspek kepribadian, kecerdasan dan sikap kerja memang dari dahulu kala mengandung pros n cons..tapi sebenarnya ia perlu sebagai tools penunjang (bukan yang utama)…
strategi menghadapi psikotest sebenarnya hanya 1: beristirahat yang cukup agar konsentrasi selama tes tetap terjaga sehingga hasil benar-benar menggambarkan diri individu yang sesungguhnya. Boleh-boleh saja untuk belajar via buku-buku psikotes yang dijual bebas, tapi pada dasarnya hal tsb dimaksudkan agar si pembaca lebih sering berlatih…sehingga kepercayaan diri semakin tinggi untuk berhasil. kekuatan sugesti sangat besar lho bagi kesuksesan.
maaf ya jika tidak membantu banyak. tapi intinya just be you but please b confidence for being you
Oktober 31, 2008 pukul 4:11 am |
@ SDA
Makasih Ya Bu.
Sebagai Informasi buat teman-teman, SDA atau dikenal sebagai Sylvai Damayanti Amril adalah psikolog yang bertugas di Bank Indonesia.
Beliau adalah kontributor tetap blog kopidangdut.
Tulisannya pada blog kesayangan kita ini :
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/10/15/guestblogger-sylvia-damayanti-amril/
sekali lagi, terima kasih Bu.
November 1, 2008 pukul 8:12 pm |
sudah berkali2 saya mengalami kegagalan dalam melakukan psikotest akhirnya muncul pertanyaan dalam diri saya apakah psikotest merupakan indikator penilaian bagi seseorang untuk layak atau tidak untuk bekerja…
apakah psikotest dapat gambaran seseorang secara real? sementara skrngkan bnyk sekali buku2 yang membantu permasalahan para jobseeker tsb dalam melawati serangkaian test tersebut..
dan apakah nilai seseorang dalam menjalani psikotest dapat berubah???
dan kmrn saya baru saya test untuk salah satu perusahaan BUMN d jakarta dan ternyata saya masih gagal juga…
pertanyaannya
1. apakah yang harus saya lakukan?
2. apakah ad standard baku dalam menentukan nilai seseorang dalam psikotest
3. ketika saya d suruh menggambar manusia saya gmabar manusia yang sedang menunggu seseorng apakah itu bagus dan gambar pohon saya menggambar pohon mangga ap yang orang dapat nilai dari hasil gambar saya.
November 4, 2008 pukul 8:45 am |
saya minta tolong dong dikirimkan penjelasan tentang penyelasaian gambar pada saat psikotest.
makasih ya!!
November 4, 2008 pukul 8:50 am |
@ afif
Kirim ke siapa? Ke mana? Minta tolong sama siapa?
Ah kau ini..
Kalau mau instant lebih baik masak indomie aja.
November 4, 2008 pukul 9:44 pm |
psikotest ya? perasaan topik ini selalu rame buat dibahas ya mas kopdang
@aLdo,
gimana mau kasih gambaran yang total dan gamblang mas, psikotes yang bentuknya test proyeksi seperti WZT (wartegg) ini mana ada kunci jawaban. Even nggak ada hubungannya pinter ngegambar atau nggak dengan hasil psikotest. Nggak ada jawaban yang benar atau salah dalam test proyeksi semacam ini, karena tujuannya untuk mendapatkan data penunjang mengenai beberapa aspek kepribadian. Dan aspek kepribadian nggak bisa dinilai benar atau salah.
Kuncinya sih sama aja kayak yang disebutkan oleh tester sebelum kita psikotest: tidak memerlukan persiapan apa-apa, istirahat yang cukup menjelang psikotest, dengarkan dan setiap ikuti petunjuk/instruksi yang diberikan…
CMIIW yak.. mungkin bukan ahli, tapi garis besarnya kayaknya sih begitu..
November 26, 2008 pukul 1:25 am |
psikote gambar?
- gambar dengan jujur sesuai dengan alasan kenapa anda menggambar gambar itu.
menurut saya tes menggambar itu sudah mencerminkan hasil keseluruhan tes tetulis yang ada. jd kesimpulannya apakah sesuai ngk dengan apa yang di gambar dengan yang tertulis. heheheee (mungkin lho…).
gali terussssss brooo.
Desember 6, 2008 pukul 10:11 pm |
permisi…
cuma mu ikutan komen..
kalo kata aku sih tes ngegambar itu ga usah dipusingin…
gambar aja apa yang pertama kali muncul di kepala kita…
dan ga usah mikir yang terlalu ngejelimet mau ngegambar apa, karena hasil dari gambar yang kita buat, itulah kita yang sebenernya..
dan esensi dilakukannya psikotes itu, menurut aku buat ngeliat kita cocok di suatu pekerjaan atau engga…
jadi tujuan utama dari psikotes adalah untuk kita juga…
kalo kita cocok bekerja di suatu bidang, maka nanti kita akan mendapatkan kepuasan dengan bekerja di bidang itu, kan…
dan seandainya kita nyocok2in, yang ada malah cape dan stress karena sebenernya pekerjaan tersebut ga sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan yang kita miliki…
ya ga?
tapi yah…
itu sih terserah dari si pelamar juga sih…
berani nerima resiko atau engga-nya…
hehehehe…
ayo, semangat, semangat!!!
Desember 11, 2008 pukul 1:29 pm |
Dibocorin dikit dah.
Kalo gambar orang ga kelihatan jarinya = ada kecenderungan bermasalah secara sosial (kemampuan adaptasinya kurang baik).
Gambar pohon, batangnya ada ‘kroak’nya (bahasa indonya opo to, mas?) = ada kemungkinan trauma di masa lalu.
Gambar orang membelakangi/ tidak terlihat mukanya = introvert, kurang bisa menghadapi realitas, asosial
Gambar 8 kotak dengan simbol tidak bermakna (wartegg). Kalo titik di tengah di respon dengan menggambar mobil = tidak tepat = kurang adaptif. Tips : respon setiap simbol berdasarkan sifat simbol itu.
CATAT : yang didapat dari psikotes yang gambar2, bersifat interpretasi. Jadi pasti akan dikonfirmasi dengan hasil tes yang lain dan juga wawancara.
Nah, kalo pingin tahu lebih lanjut, bisa pinjem buku2 grafis anak psikologi. Pingin lebih dalem lagi? Kuliah Psikologi aja 4 tahun + 2 tahun untuk profesi psikolog.
Semoga membantu yak
Desember 11, 2008 pukul 7:53 pm |
Betul,gakusah dipusingin itu gambar.gambar aja yg terlintas di pikiran kita,kl mmg bidang kerja yg kita lamar cocok dgn kepribadian kita,maka sejelek apapun gambar kita pasti kita bisa lulus tesnya.me for example,gambar en tulisanku jelek banget,temenku bilang gambar en tulisanku kayak anak SD kelas 5,tp aku selalu lulus tes gambar;di depkeu,bank bumn,en yg terakhir kmrn di BI,nie lg nunggu pgmn tes kesehatan+psikiatrinya.so buat tmn2 yg gambarnya kayak anak SD seperti saya tdk perlu khawatir,ini kan tes psikologi bukan tes mau jadi seniman
Oktober 20, 2009 pukul 3:10 pm |
dear michael,kebetulan ad lowong bi.kudengar anda pernah ikut disana.dan mohon share pengalaman anda selama mengikuti tes.tes tahap pertama apa?kedua,tiga,dst? terima kasih.
Desember 19, 2008 pukul 11:00 pm |
Emm…Kalo gambar pohon..sok tahu saya itu juga bakal mencirikan sifat dari pembuatnya,contoh:kalo terlalu atas,katanya menandakan orang tersebut memiliki sifat tinggi hati,jd jangan terlalu atas,,,truzz..emm..sebaiknya pohon tersebut dibuat pas ditengah-tengah kertas gambar dan daunnya sebaiknya yang rimbun…
Truz buat yang kepengen masuk akmil, ntar dikasih titik2 yg harus digambar.contoh:
1 titik: gambar z bulatan2 di luarnya,yg berarti sasaran panah, 3 titik: gambar z pedang,itu semua bergantung daya khayal dan kemampuan analitis kita.
Sehingga dari psikotest inilah terlihat tingkat intelegensi seseorang..Hooho_
Januari 30, 2009 pukul 2:10 am |
mas editor, saya hanya mau bertanya saja, apakah psikotes itu merupakan suatu keharusan? saya hanya merasa sedih saja jika suatu perusahaan dalam menerima seorang karyawan hanya dilihat dari hasil tes psikotes saja.. bagaimana jika dia lemah dalam test psikotes tapi kenyataan dilapangan dia bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya? atau dengan kata lain dia lemah dalam tes psikotes tapi kenyataannya dia mempunyai sikap yang baik, jujur, bertanggung jawab dan mempunyai skill yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.. apakah ini bisa dikatakan adil n fair? menurut saya, lebih adil dan fair jika seseorang dites lebih berdasarkan skill dan disiplin ilmunya sesuai yang dbutuhkan perusahaan tersebut.. bukankah kepribadian seseorang itu lebih real dinilai jika seseorang tersebut sudah bekerja diperusahaan tersebut? misalnya dia suka telat masuk kerja, bolos kerja, tidak menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, suka menyendri, egois, dsb itu lngsung bisa dinilai ( karena dalam kondisi kerja yang real/sebenarnya )Mohon respon dan jawabannya.. terima kasih
Januari 30, 2009 pukul 9:12 am |
qbonk yang baik,
psikotes bukanlah suatu keharusan. Apa iya, mau kerja menjadi pelayan restoran kudu dites psikotes? Jadi supir pribadi kudu dites juga?
Tentu saja psikotest dilakukan secara proporsional pada perusahaan tertentu dengan skala yang tertentu pula.
Masalahnya adalah perusahaan yang cukup besar dan “ingin” berkembang, meyakini bahwa salah satu cara mencari sumber daya manusia yang cocok dengan yang diinginkan adalah melalui psikotest.
Minimal psikotes, walau tingkat akurasinya masih dipertayakan seperti yang Mas Qbonk sampaikan, dapat menjadi filter untuk menyaring bejibunnya pelamar menjadi jumlah yang memadai untuk dilakukan ujian selanjutnya, seperti misalnya Wawancara.
Apa iya, pelamar 100 semuanya diminta berkerja dengan uji coba selama 3 bulan namun selanjutnya hanya 4-5 orang yg diterima, tanpa mengenal sedikitpun karakter, dan yang utama: potensi pelamar tersebut.
Memang tidak ada yang ideal, namun setidaknya tata cara psikotest sebagai prasyarat menduduki jabatan tertentu merupakan hal yang umum dan masih dianggap tepat bagi hampir seluruh perusahaan yang concern perihal SDM.
Mungkin jawaban psikolog lebih ok dan mumpuni.
Mbak Sanggita atau Mbak Sylvia mungkin akan menjawabnya dengan runut dan mencerahkan.
Terima kasih.
MK
Februari 1, 2009 pukul 4:56 pm |
mas mau tanya tips klo kita diminta menggambar orang gmbr apa yang cocok..
trus klo pohon…harus yang seperti apa…
trus masalah yang 8 kotak itu jugha ghimana…
waktu itu saya menggambar wanita yg berangkat kerja trus untuk pohon saya menggambar pohon mangga plus mangga2 nya hehehe trus maknanya sendiri itu apa coz saya jugha asal ajah
Februari 2, 2009 pukul 2:09 pm |
wah..hangat sekalee suasana diskusinya
penggunaan psikotes sebagai alat seleksi dimulai di barat, untuk menyaring orang-orang yang hendak masuk ketentaraan..kemudian lambat laun seperti halnya peradaban manusia yang penginnya serba efektif dan efisien, maka psikotes berkembang tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh sektor kemiliteran namun juga ke ranah pendidikan, industri, anything, u name it!..
Penggunaan psikotes sebagai alat seleksi, bener kata mas kopdang,kalo perusahaan skala menengah-besar, jarang yang berminat menyeleksi orang murni berdasarkan tools yang costly, seperti masa uji coba kerja selama 3 bulan, atau dari tes kompetensi ala assessment centre (mengkondisikan seseorang apabila berada dalam situasi kerja riil tapi dalam setting yang lebih terisolir). Biasanya harapan perusahaan salah satunya bertumpu pada psikotes secara massal. jadi bukan satu-satunya lho yaa..
persoalannya adalah alat tes bisa disalahgunakan dan disalahartikan sehingga ketepatan diagnostik kepribadian seseorang berkurang, bahkan bisa melenceng jauh.
Pertama, penggunaannya secara profesional adalah kewenangan dari Psikolog atau s1 yang plus (biasanya yang tahun 80-an lulusnya karena di S1 sudah ada major beda dengan S1 psikologi yang sekarang tidak memiliki penjurusan. Nowadays, bahkan yang jurusan manajemen asal sudah di HR bisa memakainya. Padahal untuk interpretasi hasil tes, bener kata Sanggita min 6 tahun lah ..
Kedua, dari segi tools. alat tes biasanya memiliki peruntukannya masing-masing. contohnya alat tes untuk memotret inteligensi: ada alat tes yang hanya bisa memotret inteligensi khusus untuk yang mengenyam pendidikan minimal SMU,sedangkan apabila tes tsb dipakai bagi yang SD pun tidak lulus, tes tidak memotret kecerdasan ybs. atau ada juga alat tes yang hanya bisa memberikan data yang valid bagi individu yang sudah mengalami gangguan kejiwaan sehingga tidak relevan bila diberikan pada individu normal.
Ketiga, konteks pada saat alat tes tersebut diterbitkan. Tools yang dikeluarkan di negara lain, wajib hukumnya untuk diadaptasikan terlebih dahulu. Dibuat kajiannya, diadakan pilot project, diolah lagi secara numerik dan kualitatif untuk memperoleh kesahihan alat tes ala Indonesia (biasanya uji validitas, reliabilitas dan pembuatan norma–hehe bagi yang gak mudeng mohon maaf). Ada lembaga atau oknum yang asal saja melakukan psikotes tanpa melewati tahap uji kelayakan alat tes dimaksud. Padahal alat tes yang diproduksi di Amrik bisa saja tidak cocok bila dipakai di Indonesia karena perbedaan budaya sehingga cara pandang terhadap suatu issues juga berbeda.
Sah-sah saja jika berasumsi dengan beberapa triks dapat mengoreksi beberapa kekurangan dan memperkuat keunggulan di kepribadian. Toh, setiap manusia berupaya untuk berakselerasi ke arah yang lebih baik.
Hanya saya lebih condong agar pembenahan diri tidak dilakukan secara instan, tapi bertahap sehingga hasilnya lebih permanen. Kalo ingin memperkuat social skill, mbok ya rajin2 coba-coba jadi panitia ekskul jangan melulu di depan komputer, berurusan dengan jobdesc harian. atau ingin menguatkan rasa PD, targetkan diri untuk minimal menelorkan 1 pertanyaan pada satu ajang diskusi di kantor, dll. sehingga apa yang sudah jadi habi dan mengendap menjadi karakter akan terpotret dari hasil psikotesnya.
Demikian, moga jadi tambah wawasan yaa
Februari 16, 2009 pukul 4:32 am |
info yang menarik
Februari 24, 2009 pukul 12:07 pm |
kenapa psiko tes yang bkal ak jalani ini adalah tahapan tes TRAKHIR dari serangkaian tes interview toefl dan tes makro teching?. critanya ni mau jadi tenaga guru di salah satu sekolah national plus di jakarta…
padahal biasanya psiko tes tu awal2 sebelum interview dll ntu kan
Maret 5, 2009 pukul 11:15 am |
ak sebentar lg mo ujian psikotest….
jauh2 hr ak dah belajar, krn ak takut sekali kalau gagal. ak mo tanya bagaimana kalau ad soal2 gambar, soalnya bingung mo gambar ap?
plz reply ke email ku yaaa….. tks@lina
Maret 6, 2009 pukul 3:48 pm |
Q jg Ntar Lg mo ikt psikotest
fyuh 1 rmh heboh gra2 q yg bgug
he…he…
Q bkn org yg pnter gmbar
ntar mlh diketawain lg…rival q(ekstrem bgt bhsax) pnter gmbar, apa mgQn Q ntr dklahin ma dy ? ? ?
plisssss saranx y…bls k email Q
athenk bwa kayu thenk yuuuuu
Maret 17, 2009 pukul 12:28 pm |
sebenernya hal apa sich yang menjadi dasar penilaian dlm psikotest?
apa semua kepribadian seseorang akan tergambar dari psikotest?
hal apa yang sebaiknya di lakukan sat mau menghadapi psikotest n saat mengerjakan soal2 psikotest?
bagi yang tau mohon di jawab yaaa..
thanx
“hamba yang bingung”
Maret 18, 2009 pukul 5:41 am |
@Titina07, Lina, Emil, dan Ian…
Coba baca penjelasan nan gamblang dari bu SDA. Baca dulu ya sebelum komen. TQ
Maret 25, 2009 pukul 12:00 am |
duh repotnya kalo harus melewati psikotest. Mending buka usaha sendiri aja, rekrut karyawan and kita sendiri yang ngetes mereka he he he
Maret 27, 2009 pukul 7:19 pm |
mas mau tanya…saya mau tnya ni syarat2nya ngelamar di BI…IPK n IPS prlu brp???
apkah ank2 ekonomi dsna lbh bnyak dbnding ank teknik mas…
hehehe
Maret 27, 2009 pukul 7:20 pm |
soalny sya brminat bgt ni mas..mw tes dsna…hehhehe
Mei 14, 2009 pukul 10:11 pm |
gmn sich caranya bka soal soal psikotest
Mei 16, 2009 pukul 8:02 am |
be your self ajah. baik buruknya, ya itulah kamu!!!
Mei 18, 2009 pukul 1:14 pm |
he 3x psikotest aja bingung, gmpng kok yang penting tau tips dan trik nya, semua ada standar nya kok + be your self
Mei 21, 2009 pukul 1:19 am |
mas kondang tadi saya tes psikolog lulus trus masuk ke tes wawancara tapi ga lulus gmn tips biar lulus wawancara soalnya saya baru lulus dan baru pertama kali tes kerja jadi msh blm tahu?
Mei 21, 2009 pukul 1:28 am |
@v-kong
Coba lihat tulisan ane tentang tips wawancara.
Mei 29, 2009 pukul 9:49 am |
hahaha
mek sangking!!!!!!!!!1
Mei 31, 2009 pukul 5:18 pm |
TTTTTTTTTTTTOOOOOOOOOOOOOOOOOLLLLLLLLLLLLLLLLLLOOOOOOOOOOOOOOOOOONNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGG………….!!!!!!!
Besok Ana mw psikotest untuk masuk ke SMA unggulan gt…
Apa yang haruz ana lakuin…?????????
Pusingggg…..!!!!
Juni 8, 2009 pukul 6:18 pm |
Mas minta tolong soal2 buat psikotest ya…kirim ke email aku budi_caraka@yahoo.com
Juni 9, 2009 pukul 4:26 pm |
@ budi
Bukannya di toko buku banyak tersedia?
Juni 9, 2009 pukul 4:11 pm |
besok lusa mw psikotest di perusahaan otomotif,panik jg neh buat ngadepin psikotest..kira2 apa aja ya kiat2 ngadepin psikotest truz masalah gambar menggambar tu aku bingung bnget,gambar ap ya yg cocok?minta tlong ya mas kopdang buat tipz n trik nya…tQ
Juni 9, 2009 pukul 4:25 pm |
Apa adanya saja. Pikiran yang fesh dan kondisi badan yg bugar justru psikotes dijalani dengan rileks dan hasilnya sesuai harapan.
Jangan kuatir mbak.
Juni 29, 2009 pukul 9:55 pm |
mas bisa minta soal2 psikotestnya,,
tlg kirim ke ardy_nna@yahoo.com
Agustus 19, 2009 pukul 12:20 pm |
mas gmn caranya utk menghadapi psikotes masuk perusahaan?????
Agustus 22, 2009 pukul 11:00 pm |
http://resep-masakan.talen.biz
memang harus psikotes agar kepribadian dan kompetensi dapat diketahui
Agustus 31, 2009 pukul 6:37 am |
hehehe.. psikotest emng bikin deg2an ya.. soalnya kita seperti berhadapan dengan test yang cara penilaiannya ga kita ketahui.
cmn klo menurut saya sih lakuin aja apa yang terbaik yang kita bisa. push diri kita agar bisa berhasil (aga ngotot nih tapi ga pke otot..),sisanya berdoa..
Ora et Labora.
Agustus 31, 2009 pukul 8:08 am |
Terima kasih Mas, atas masukannya..
September 7, 2009 pukul 4:31 pm |
Psikotest ya sama aja dengan test2 yang lain hadapi aja gak sah binun n takut. Dari hasil gambar dll kan nanti tinggal di cross gak mesti menggambarkan sikap and sifat qta yang sebenarnya karena itu tidak bersifat mutlak alias pribadi manusia bersifat dinamis. Mau menggambar orang pincang kek orang buta kek mobil ga da bannya kek pohon gak da daunnya kek terserah, yang penting qta mengerti apa makna yang qta gambar ( buka asal gt loh….)
September 7, 2009 pukul 9:48 pm |
saya rasa tak ada hubungan gambar dengan kepribadian….orang bali pinter ngegambar dan lukis..berarti orang selain bali ga pinter menurut psikotst donk….
Oktober 29, 2009 pukul 10:47 pm |
Setahun ini dua kali saya menghadapi psikotes untuk promosi jabatan. Alhamdulillah semuanya sukses. Saya adalah orang yang sama sekali tidak bisa mengggambar dan selalu buntu saat harus menggambar sesuatu, seperti tidak ada koordinasi antara otak, mata dan tangan. Tapi kesimpulan yang saya dapatkan adalah psikotes diguakan tidak untuk menentukan apakah seseorang lebih pintar daripada yang lain, melainkan untuk menentukan apakah orang tersebut cocok dengan pekerjaan yang ia akan jalani.
November 16, 2009 pukul 6:29 pm |
Psikotest cuma omong kosong, sbenarnya yang BEGO tuh psikolognya, coz MANUSIA itu gak bisa dipelajari hanya bisa di mengerti!!!
Coba aja LO semua tes PSIKOTES dengan jawaban yang beda atau pun dengan beberapa gambar yang beda pasti diterima juga.
Psikolog Edan!!