Bila pelangi kita muncul dari cuaca yang tak menentu, sinar mentari yang salah jadwal dan hujan asam yang membelenggu, apakah itu yang dinamakan cinta, Sayang?
Ketika sinarmu terkadang menciptakan pelangi lain, pada hujan yang lain dengan warna yang juga lain, apakah ini namanya kesetiaan, Cinta?
Apakah kamu mengerti, terkadang pelangi kita yang kau kira adalah karena sinaranmu, padahal kutahu pasti itu hanyalah lampu sorot stadion yang salah arah, apakah Engkau masih memercayaiku, Kasih?
Lalu, bila hujanku tak layak menciptakan pelangi dan dengan seenaknya kau panggil pawang hujan atau setidaknya meminta menteri pertanian membikin hujan buatan, apakah itu bukan sebuah penghianatan, Kanda?
Dan bila kekuatan sinarmu meniadakan kelembaban hatiku, yang menjadikanku sirna, apakah ini yang dinamakan KDRT, Honey?
Ah, sudahlah dalam alam kita tak perlu bermuram durja, pikiran buruk yang tiba-tiba hinggap hanya akan membuat atsmosfer hidup kita AMBRUK…
“BRUK…. !”
Itu saja…












Posted by ndoro kakung on Maret 10, 2008 at 11:14 pm
kenapa aku baru tahu posting ini sekarang ya? thanks mas