5 Pertanyaan Kepada SBY tentang Soeharto

sby.jpg soe 

Ijinkan saya, sebagai WNI, bertanya pada Bapak, Pak Presiden..

Ini adalah sebentuk rasa cinta saya kepada Bapak, seperti rasa cinta saya kepada yang lain, rakyat kebanyakan, para tukang parkir, tukang odong-odong, pekerja seks komersial, lurah, camat, anggota dewan, dan penjual jamu pegel linu…  Karena saya paham, Bapak sama seperti kita semua..lahir dari seorang bunda yang luar biasa! 

Ijinkan saya memohon Bapak untuk berkenan menyimaknya…, karena saya lupa nomer sms hotline yang dulu Bapak berikan kepada kami…

Satu

Saya paham siapa Jaksa Agung saat ini, Hendarman Supandji, dan saya dapat mengerti mengapa beliau memberikan statement akan tetap memperkarakan Bapak Soeharto.

Beliau paham hukum, saya pikir. Lembaga yudikatif berdasarkan ajaran Montesqieu, sepertinya sejalan beriringan dengan lembaga eksekutif yang Bapak pimpin dan lembaga legislatif yang Agung Laksono pimpin.

Pertanyaannya: Mengapa engkau cegah pemimpin kami yang lain untuk melaksanakan kewajibannya? Itu satu. 

Dua

Saya juga paham Bapak doktor ilmu pertanian, bukan doktor hukum, namun bukankah setidaknya dalam masalah hukum, lebih baik serahkan kepada ahlinya.

Doa buat Bapak Pembangunan kita, selalu kami sematkan sepanjang malam..masalah apa yang kami doakan, apa yang kami panjatkan, biarlah kami yang tahu, yang pasti..doa kami adalah doa anak negeri, yang meminta kebaikan dan kesejahteraan selalu kami nikmati… masalah keadilan, biarlah tuhan yang menentukan, walau kami masih percaya pada semua pengemban amanah “rasa adil” yang ada di gedung-gedung berpalu itu…  

Pertanyaan kedua: Mengapa Bapak meminta kami berdoa, sedangkan kami tak boleh berusaha mendapatkan rasa keadilan kami? 

Tiga 

Saya paham, Bapak Soeharto meninggalkan banyak masalah… baik sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, maupun sebagai Presiden negeri kita tercinta. Bapak Soeharto bapak yang baik. Bapak yang cinta keluarga, anak istrinya dan tentu saja cinta negeri ini seperti yang sama-sama kita cintai..

Bapak yang baik, mewariskan berbagai kebaikan kepada anak-anaknya. Bapak yang baik akan menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan lewat agama yang dianutnya…  

Bila tiba waktunya, saat ajal menjemput Bapak kita satu ini, maka dalam agamanya, ahli waris akan bertanya kepada khalayak ramai: Bbarangkali ada urusan utang piutang yang belum diberekan, maka hubungi kami”.  

Saya percaya, sebagai penerus tampuk kepemimpinan bangsa, Bapak akan menghadiri pemakamannya.. dan Bapak akan mendengar sekalimat tadi. Maka, bawalah para ahli fatwa MA, ahli fatwa MUI, utang apa sajakah yang dapat ditagih kepada keluarganya…bila itu adalah terbatas harta benda, maka Bapak, yang kami percayai untuk mewakili kami, yang telah mengemban amanah kami, sampaikan rasa duka cita kami.. 

Namun jangan lupa, untuk memberikan kembali sederetan utang Bapak almarhum kepada kami. Cukup utang harta benda saja. Berapa jumlah rekening yang beliau miliki dan beliau wariskan kepada anak-anak beliau… berapa jumlah uang di dalamnya.

Kami percaya beliau tidak berniat mengambil, namun sekadar membantu menyimpankan di berbagai rekening dalam dan luar negeri.  

Kami percaya bila itu dibagikan kepada kami, maka akan habis dalam semalam sekadar membeli henpon, kamera dijital, laptop, apartemen ukuran studio, dan beberapa barang konsumtip yang sebetulnya tidak kami perlukan, namun tak sempat kami beli berhubung kami tak memiliki nyali dan tak ada daya beli… 

Pertanyaan ketiga: SBYku, berkenankah dikau untuk mempertanyakan itu kepada mbak Tutut dan keluarga.. kapankah harta benda kami akan dikembalikan? 

Empat

Bapak SBY tercinta… saya tahu Bapak suka mengarang lagu, suka juga membaca buku.. apalagi sekadar membaca pikiran dan perasaan kami, rakyat Bapak yang engkau pimpin.

Jangan anggap ini sekadar kewajiban Bapak yang nanti akan dipertanggungjawabkan dalam sidang di senayan maupun di hadapan Tuhan, namun adalah sebuah kesukaan bagi Bapak.

Sebuah pengabdian yang pahalanya melampaui seluruh doa kami, anak negeri..Semoga Bapak senantiasa bersama Tuhan dan bersama kami.

Maka, ijinkanlah saya mengajukan pertanyaan yang lain:  

“Bersediakah Bapak mengerahkan penegak hukum yang jujur, berani, dengan integritas tinggi untuk “memohon dengan sangat kepada anak cucu Bapak Pembangunan kita untuk menyumbangkan sedikit informasi, dimanakah aset bapak disimpan, kepada siapakah aset tersebut dititipkan, nama siapa saja yang dipinjam olehnya sebagai upaya  pengelabuan hukum, dan biarlah upaya damai yang dijadikan alas…  Bukankah bangsa kita cinta damai?  

Lima

Bapak SBYku tercinta, yang kami hormati, kami cintai..yang gagah perwira sejati, yang penampilannya gagah berani, dengan badan yang kekar dan tinggi besar, Bapak bukanlah goliath bagi kami, rakyat kecil… tetapi Bapak adalah david kami yang cerdik pandaii…

Yakinlah Bapak adalah pahlawan bangsa yang akan dikenang sepanjang sejarah negeri ini.. Kami meminta Bapak, pahlawan kami untuk berani…menghadapi serbuan goliath bangsa lain…raksasa-raksasa yang hendak mengelabui kami, memandirkan kami, membodohi kami..  

Kami bukan pembenci kapitalisme, kami bukan pembenci liberalisme, kami juga bukan bangsa komunis, sosialis… kami hanya ingin hidup sederajat.. kemusliman kami, kekristianian kami, kehinduan kami, kebudhaan kami, kekonghucuan kami, bahkan keateisan kami merindukan hidup sejahtera.  

Hadapilah bangsa lain dengan penuh percaya diri, jangan takut, karena kami ada di belakang Bapak…

Berdirilah dengan sikap sempurna. Kami tak mengharapkan suara anda menggelegar menyuarakan “Amerika kita setrika, Inggris kita linggis”..

cukup suarakan hati nurani kami, suara hati Bapak dan suara hati nak cucu kita… Percayalah bila itu yang dapat Bapak persembahkan kepada kami, yakinlah tahun depan pemilu masih milik Bapak..Bahkan pusat antariksa yang mbesuk kita dirikan, di dekat Biak sana akan dinamakan:”SBY Air Space”..yakinlah..

Dan dengan suka cita tahun 2024, kepresidenan anda akan dengan senang hati saya gantikan.. 

Pertanyaan terakhir…:

Mengapa Bapak sering kami lihat ragu-ragu melakukan sesuatu..apapun itu..?

Sekian dari saya,

Mas Kopdang,

Salah satu rakyat Bapak.. 

28 Tanggapan to this post.

  1. ringan tapi padat berisi…
    ohya salam kenal :p

    Mas Kopdang: Lha, sampeyan ngomentari artikel opo bojone wong liyo? :D

    Balas

  2. Pak SBY, sayah mau tanya, kenapa sayah belum lulus-lulus juga?! *kaburrr!*

    salam kenal ;

    Mas Kopdang: Tadi Pak SBY sms, kataaya: “gimana mau lulus, Mas..utang di kantin aja masih nunggak..”

    Balas

  3. Posted by tehaha on Januari 14, 2008 at 1:19 pm

    hmm….
    sama2 merindu mas..
    merindukan keadilan…!!!
    -lam kenal-

    Mas Kopdang: tehaha siapanya Tehaer?

    Balas

  4. Wah makin bermutu nih tulisan kopdang. Biasanya aduh.. ampun deh!

    Mas Kopdang: Maklum, Mas..dulu saya sering menyambangi blog sampean..tapi sekarang saya jarang lagi..maaf ya..tapi hasilnya lumayan, pengaruh gaya penulisan sampean tidak berimbas lagi pada saya… :D

    Balas

  5. wah, posting sampean nendang banget. sayang, yang ditendang gak ngerasa :(

    Mas Kopdang: ndak apa-apa, besok-besok tak banting sekalian… :D

    Balas

  6. Posted by suko on Januari 14, 2008 at 8:42 pm

    pas dibuka
    pas ketemu yang jahilnya
    tapi saya suka ….
    ngapunten ya mas

    Mas Kopdang: Perasaan lebih jail Pak Presiden deh, mau ngurusin beginian.. :D

    Balas

  7. Keren banget artikelnya.
    *sedih, nggak pernah bisa nulis kaya gini*

    Mas Kopdang: *Duh, jadi sedih, bisa gak ya rendah hati kaya sampean…?* :D

    Balas

  8. jadi ?? pemilu besok milih sapa neh ?? hahahaha

    salam kenal yah..

    Mas Kopdang: Yang jelas gak milih yang sekarang… paragraf terakhir cuman bikir GR beliau saja… :D

    Balas

  9. Posted by inibudi on Januari 15, 2008 at 6:30 pm

    Sekedar Komen buat yang no 1. Lembaga Yudikatif yg dimaksud Mbah Montesqieu adalah Mahkamah Agung, yang kedudukannya sejajar dengan Presiden.
    Kalo Jaksa Agung mah kedudukannya teteup dibawah Presiden…. Ya, terserah Tuan Presiden mau disuruh ngapain ajah….

    Mas Kopdang: Wekss, terima kasih..betul sampean..! ;)

    Balas

  10. pertanyaan keenam:

    Sudikah bapak SBY memberikan jawaban atas 5 pertanyaan yang diajukan oleh sdr kopidangdut ini?

    Saya yakin SBY pun akan ragu menjawabnya!

    Mas Kopdang: Pasti…!

    Balas

  11. pertanyaan terakhir bagus bangeeet…”kenapa selalu ragu2 melangkah pak?”–> yakinlah apa yg terbaik saja..ikuti hati nurani..jgn bisikan sana sini..*laaaah jd serius gini…*

    Mas Kopdang: Lha, saya menulis dengan serius lho..jadi semestinya Anda juga bersikap serius..MENGERTI..!!! :D

    Balas

  12. Tidak jadi membangun pusat antariksa di biak. Liat saja di blog saya .

    Kenapa ga jadi ya? :P

    Mas Kopdang: terima kasih atas info baru dari sampean..

    Balas

  13. SBY pasti punya tidak cukup waktu buat jawab pancatanya sampeyan di atas, Mas …

    Mas Kopdang: Saya ndak butuh jawaban.. hanya butuh bukti nyata… *cailaaah* :D

    Balas

  14. Oya, satu lagi, sayangnya SBY nggak ngeblog, jadi … ya jadi gitu …

    Mas Kopdang: Nggak papa, tapi laporan dari BIN mengenai blog saya sudah diterima beliau, koq…

    Balas

  15. ayo bikinken blog buwat SBY kalo begituh..

    Mas Kopdang: Lha, bukannya SBY singkatan dari Seleb Blog Yogyakarta :D

    Balas

  16. Mau koreksi, tapi ternyata udah dikoreksi ama inibudi :-)
    Kalau begitu, lebih baik saya mendengarkan kopidangdut sambil nunggu jawaban SBY

    Mas Kopdang: Wah, itu sama saja menunggu Godot, Om.. !

    Balas

  17. saya akan sampaikan ke pak SBY
    *menyamar sebagai andi malarangeng*

    Balas

  18. mas kopdang di fwkan ja ke http://www.predeidensby.info/ …itu blognya sby khan yach….wehehehe.pasti mas kopdang semakin terekenal n nyeleb….mantab2 nich pertanyaan2nya

    Mas Kopdang: Terima kasih atas infonya.. :D

    Balas

  19. jawaban:
    1. you know lah, saya kan kadang gak enak sama keluarga mantan bos.
    2. apa salahnya sih berdoa,mas? ya sudah kalau gak mau mendoakan dia, doakan saja saya jadi presiden lagi.
    3. Sttt..gak usah minta sama mbak tutut. Khusus untuk sampean saya kasih henpon, laptop, dan benwit tanpa batas. Tapi jangan bilang siapa2 ya..
    4. Oh iya..saya setuju itu. Saya kan sudah pasrahkan sama Jaksa Agung. biar dia aja yg urus, sementara saya mau nyiapkan diri untuk pemilu 2009.
    5.Oh..itu bukan ragu2 mas. Cuma ati2..Saya juga ndak takut sama siapa2 kok, selain..ehem2.u know lah..

    Balas

  20. suharto dah mati tu mas/……

    bikin pertanyaan lagi dong?

    Balas

  21. [...] kabur! Ini bisa jadi preseden buruk buat wajah yudikatif kita yang sudah busuk! Silakan baca referensi dari Mas Kopdang [...]

    Balas

  22. [...] + Mas Bambang Yang Tak Menjawab-jawab [...]

    Balas

  23. [...] Kampret-Desus, ketua Aingem-ep tergopoh-gopoh menemui Bapak tiri Mas Bambang, si Eyang yang waktu itu masih menjabat sebagai Lurah. Dalam pertemuan itu Pak Kampret minta si [...]

    Balas

  24. emang kelihatan ya kalau SBY ragu-ragu? maaf, jarang liat YBS soalnya, beda pergajulannya :-)

    Balas

  25. indonesia membingungkan…

    Balas

  26. [...] kabur! Ini bisa jadi preseden buruk buat wajah yudikatif kita yang sudah busuk! Silakan baca referensi dari Mas Kopdang [...]

    Balas

  27. [...] gak Mas…? Makmur gak Mas… Presiden kita kan Doktor Tani. Wapresnya kan Lulusan Prancis dan jago berpidato juga..Masak gak makmur sih [...]

    Balas

  28. [...] Kampret-Desus, ketua Aingem-ep tergopoh-gopoh menemui Bapak tiri Mas Bambang, si Eyang yang waktu itu masih menjabat sebagai Lurah. Dalam pertemuan itu Pak Kampret minta si [...]

    Balas

Respond to this post