Ketika blog “dipaksa” untuk menjadi “niche”, maka itu adalah sebuah pengaruh kuat ilmu marketing yang dijalankan dan diperagakan sebagai upaya menarik pengunjung “tetap” dan “loyal”.
Itu Sah. Kata penghulu pun itu sah, termasuk saksi dan wali nikah.
Salah satu alasannya, menurut Ndoro adalah menghemat energi, ada “pelanggan” dan memiliki kekahasan tersendiri.
Itu sah. Kata ibu Notaris di depan persidangan sebagai pemberi keterangan ahli.
Tapi bolehkan Mas Kopdang membuat kesimpulan sendiri. Bahwa segmentasi, spesialisasi, niche dan hal khusus lainnya “sebaiknya” diterapkan para bloger untuk menampilkan sebuah blog yang oke? Ya. Tentu saja boleh.
Nah, menurut saya, masalah spesifikasi, pengkonsepan diri pada sebuah kotak dan kavling tertentu memang baik, selama bloger tersebut memang memiliki sebuah ketertarikan dan penguasaan pada kavling tertentu. Contoh:
Antobilang? Oh yang jago bikin banner? Ndoro? Oh yang puisinya bombastis dan ulasannya singkat padat dan cerdas? Paman Tyo? Oh yang jago mengangkat masalah sepele menjadi sebuah “dunia yang menarik dan perlu”? Tikabanget? Yang kelihatan gak serius padahal isinya sebuah keseriusan tingkat tinggi? Priandoyo? Yang membimbing dalam meniti karir dan penghasilan?
Ya. Itu adalah ciri khas yang “AKHIRNYA” terbangun.
Namun bagi pemula, seperti saya. Terkadang justru “menulis” itulah sebuah inti tanpa berharap banyak dengan target-target tertentu yang dipatok sedemikian rupa. Contoh: Harus banyak komentar! Harus banyak ditautkan dengan blog kondang! Harus diklik oleh 1000 orang per hari! Maka yang terjadi adalah kekecewaan dan menulis yang tidak sehat.
Toh, blog bukanlah tugas kantor yang harus kejar tayang. Blog bukanlah artikel surat kabar yang harus terbit esok hari. Blog adalah gagasan. Blog adalah semangat untuk berbagi. Apapun itu.
Pada akhirnya kita bisa memanfaatkan statistik blog kita, artikel-postingan mana yang sering dikunjungi dan mendapat perhatian lebih dari pembaca. Lama-kelamaan tumbuhlah sebuah kesesuaian tema dan diskusi yang berlanjut setelah artikel terbit.
Maka, pada gilirannya, niche akan muncul dengan sendirinya, atau justru kkejamakkan tema yang menjadi ciri khasnya.
Toh, kita ngeblog bukan untuk sebuah hal yang perlu mempertaruhkan nyawa.
Maka bergembira lah. Maka berbahagia lah. Maka bersaudara lah. Maka berteman lah. Maka saling menghormati lah. Karena semuanya dibangun dengan semangat berbagi.
Eh, sampean itu kok berani-beraninya bikin tips dan usulan..emang sudah terkenal dan mumpuni binti piawai?
Lha, masa cuma sumbang saran saja ndak boleh? Bosen kan sumbang uang melulu, seperti biasanya yang saya lakukan…
Tangan di atas jauh lebih baik dari pada tangan di bawah. Namun tubuh yang di atas, belum tentu seenak tubuh yang di bawah.
Salam Kopidangdut!
keterangan gambar: “Itu namanya Burung Garuda Pantjasila..”











Februari 25, 2008 pukul 8:03 pm
saya setuju yang *namun tubuh yang daitas belum tentu seenak tubuh yang dibawah*
Mas blog saya dibangun tanpa konsep dan arah yang jelas, cuman mau nulis yang mau saya tulis, itu menganggu norma-norma perblogan ndak ya
Februari 25, 2008 pukul 9:27 pm
“kita ngeblog bukan untuk sebuah hal yang perlu mempertaruhkan nyawa”
saya juga ndak mau klo dalam sehari saya ndak ngeblog saya mati
Februari 25, 2008 pukul 10:02 pm
yang penting ngeblog itu menggembirakan blogger itu sendiri.
Februari 25, 2008 pukul 10:35 pm
sek…hmmm…asal hepi nek blog personal kie…
kl blog yg emg buat serius yo agi digarap brandne… :p
Februari 26, 2008 pukul 9:18 am
ngeblog memang bukan tugas kantor, tapi apa boleh buat kalau ngantor hanya untuk numpang ngeblog
*pengalaman pribadi ini*
Februari 26, 2008 pukul 9:56 am
ngeblog itu suka-suka, sesempatnya, seingatnya…
Februari 26, 2008 pukul 1:22 pm
lagi ga punya ide ya mas?
Februari 26, 2008 pukul 3:05 pm
yup. kalo dipikir blog saya masih kacau nih… dan juga untuk niche topik masih bingung mau ngulas apaan juga.
tapi tetep ngeblog, nanti saya juga akan ketemu pas nya dimana. pokoknya blog for fun dulu…..
salam dangdut-dut-dut
agung paramarta
Februari 27, 2008 pukul 9:20 am
@ regsa
norma opo tho le’..?
@hanggadamai
lha, bener to?!
@ndoro kakung
lha, kenapa poto ndoro malah terkesan bingung?
@ekowanz
hmmm..maksudnya?
@annot
Nyindirrrr…
@ Paman Gombal
se-7
@iway
Ga juga Mas..lagi gak punya duwit sih Iya!
@ paramarta
ngulas tentang kebingungan sampean aja, Mas…
Februari 27, 2008 pukul 12:25 pm
nge-blog? seneng-seneng aja… kadang juga kan gaya bahasa tiap orang beda-beda ya (apa hubungannya sih??)
mau gak ngabsen? ya nggak bakal kena SP juga. mau nulis gak berbentuk? ya gak ada yang negur juga. Ada komen yang gak suka? ya terserah, approve atau delete. Wong blog milik pribadi ini…