Kami Indonesia Kami

Wes-ewes-ewes..
Duplak-dubleng-genjrengg…
Pak-ketipak-ketipung..
Adegang-adigung..
Genggong…
Ah..ah..ah..ih-ih..!

Ada yang bilang Indonesia akan bangkrut, bukan bangkit. Itu bullshit! Ada yang bilang Indonesia akan terpuruk. Bohong besar. Ada yang menulis Indonesia akan masuk jurang dan terperosok dalam lubang kehancuran. Ah, Ngelindur..!

Indonesia itu negara besar. Jauh lebih besar dari Malaysia, Singapore, Jepang, Inggris, Rusia, bahkan Amerika Serikat. Percayalah…

Jangan pernah meremehkan bangsa besar ini. Jangan pernah pesimis akan masa depan bangsa ini, Mister. Jangan pernah berencana menghancurkan negeri ini, Kacung. Kami adalah manusia-manusia yang berjiwa besar. Bangsa yang mampu menghadirkan kebahagiaan di tengah-tengah penderitaan. Mampu tertawa di saat sedih. Mampu bercanda saat susah. Kami adalah himpunan semesta yang menjelma dalam wujud manusia. Ya..Manusia Indonesia.

Kekayaan alam kami bukan terletak pada batubara, minyak bumi, tembaga, sawit, merbau, jati, tapi sejatinya ada dalam sanubari kami. Silahkan Mister coba ambil milik kami. Seluruh kekayaan kami tanpa kecuali. Tapi sesuangguhnya tak ada sedikitpun sesuatu yang Anda curi.

Silahkan Misis coba tipu kami. Sepertinya Mister dan Misis berhasil menjadikan kami bangsa konsumen. Sepertinya Engkoh berhasil menjadikan kami pembeli sejati. Sepertinya Wan telah menjadikan kami pedagang wanita. Tapi tidak. Kami bukan seperti yang Anda semua lihat.

Kami bukan sedang tertidur. Kami bukan bangsa yang malas. Kami bukan bangsa dengan mental inlander. Kami bukan bangsa yang gemar korupsi. Kami bukan negeri inflasi.

Kami sejatinya adalah bangsa terdidik. Bangsa besar. Bangsa Gedhem! Lebih besar dari sekadar Besuaaarrrr…

Budaya kami luhur. Alam kita tak ternilai harganya. Otak kami lebih mumpuni dibanding otak Bangsa Yahudi. Jiwa kami lebih relijius dibandingkan bangsa lain dimana pun juga, bahkan di Timur Tengah sekalipun.

Bila ada pertanyaan mengapa negeri kami banyak utang. Mengapa bangsa kami masih gemar mengimpor. Mengapa bangsa kami suka hal-hal instant. Mengapa masih banyak yang buta aksara. Mengapa ada korupsi. Mengapa kami masih dilanda fanatisme buta. Maka kami menjawab, MEMANG!

Bangsa kami memang banyak utang. Memang bangsa kami senang mengimpor. Bangsa kami senang hal-hal instant. Betul kalau bangsa ini masih banyak yang buta aksara. Jitu bila Anda tebak negeri ini masih penuh dengan kegiatan Korupsi sendirian maupun berjamaah. Kami Masih mabuk keimanan adalah 100% betul.

Tapi kami sejatinya telah bangkit. Kami sejatinya telah insyaf. Kami sejatinya telah belajar dari kesalahan masa lalu. Kami lebih kritis. Lebih demokratis. Lebih optimis. Dan yang terpenting kami lebih BERANI!

Kami bukan inlander dengan perangai minder. Ingatlah itu Mister!

Boleh saja Anda bilang kami sedang bermimpi. Boleh saja anda bilang omongan saya itu ngawur! Boleh juga Anda bilang saya mengada-ada.

Tapi lihat saja lah.

Budaya kami akan mendunia, namun tidak menghegemoni. Kekayaan kami akan menumpuk tapi tidak menguasai. Kekuatan kami akan mendominasi namun kami tak berminat untuk intervensi. Kami tak akan membenci Kanan atau Kiri. Kami tak akan menghancurkan siapa pun termasuk Yahudi. Termasuk pembuat film Fitna. Termasuk para kapitalis global.

Kami takkan membasmi walau kami mampu. Kami justru akan mngayomi seperti Ibu yang menasehati anak atas kesalahan yang pernah dibuatnya. Kami akan menjadikan kemerdekaan nurani sebagai alas hak semua bangsa. Kami takkan melukai. Kami akan memangku. Kami takkan menjadi adi daya dan adi kuasa. Kami adalah mitra.

Kami sungguh tak berminat dengan segala embel-embel tak berguna itu. Karena kami sudah istimewa dari sananya. Kami sudah luar biasa semenjak ada. Majapahit, Sriwijaya, Singosari, Mataram, Kutai, Pajajaran tak ada apa-apanya bila dibandingkan kejayaan Indonesia kelak.

Percayalah. Percayalah. Percayalah.

Wasweswosweswus..
Zagazigizuguzagazaguzagi
Adegang-adegung-adigung-genggong..
PUHHH!…

Bila Anda tanya kapan itu akan terjadi, maka akan kami jawab: NANTI ….TAPI PASTI!

Dunia akan bersabar menunggu kehadiran kejayaan kami. Mungkin bukan dari, oleh dan untuk kami, anak kami atau cucu kami. Mungkin baru Cucu-Cicit-Cucut-ENCRUT kami yang mewujudkan hal ini. Tapi hal yang perlu digarisbawahi INDONESIA adalah bangsa yang besar dengan jiwa-jiwa yang besar. Mungkin saat itu kami sedang asyik makan mie ayam pangsit di pintu surga sembari mengantri.

Tak ada lagi Wan, Koh, Mas, Cep, Tuan, Om..Bos..

Kami punya panggilan yang lebih demokratis: BUNG..!

Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Bung Chairil, Bung Kusan, Bung A Citra Lestari….

Sekali lagi Percayalah!

Yakinlah!

Seperti kami meyakini semua itu selama ini…

 

Kayumanis, 20 Mei 2008, 23.11 WIB

 

 

NB:

Pak SBY dan Pak JK..acara kebangkitan nasional di Gelora Bung Karno Senayan lumayan rame dan menghibur.…seluruh stasiun meliput..tapi sayang beribu sayang, saya lebih senang nonton kartun dengan anak saya, Ciprut, di Indovision,..karena kata Ciprut kartun jauh lebih realistis…

:lol:

 

Mohon maaf..

 

 

 

10 Tanggapan ke “Kami Indonesia Kami”

  1. Mas Kopdang Berkata:

    Kopdang termasuk warga yang optimis akan masa depan bangsa…!
    Doakan 2024 saya dipaksa menjadi RI-1…
    :lol:

  2. iway Berkata:

    hahaha segalanya menjadi anomali bagi bangsa ini, termasuk sampeyan dan anak sampeyan
    kartun kok realistis, kartun ya kartun, sedih kalo melihat kartun dari kacamata realistis :D

  3. Hedi Berkata:

    saya juga optimistis, tapi saya juga ga nonton acara semalam…tv saya matiin dan tidur :D

  4. papabonbon Berkata:

    baru tahu kalau harpitnas .. eh, kebangkitan nasional, setelah sekitaran maghrib liwat didepannya gubernuran. lagi ada hajatan gitu .. wahahahaha :)

  5. Chic Berkata:

    yaaaah… bersama kita bisa… itu sih katanya mereka dulu jaman kampanye…
    sekarang? bersama kita bisa apa ya??? :roll:

  6. ngodod Berkata:

    pas acara semalam cuma mikir. semoga rumput lapangan gak rusak buat dipake pertandingan pssi lawan munchen keesokan harinya.

  7. latree Berkata:

    optimisme yang guedhem tenan!

  8. putradi Berkata:

    terus apa yang salah dengan Indonesia .. dari dulu kita disuguhi wacana kalo Indonesia itu negara yang kaya akan SDA .. ini lah .. itu lah .. tapi .. angka kemiskinan .. menurun .. menurun ke anak cucu [ucup kelik]

  9. bangzenk Berkata:

    halo mas kopdang, tulisannya kecil nih.. repot :D

    Bung Heri Latif tinggal dimana?

    salamhangat buat lkeluarga..

  10. ven Berkata:

    pak kopdang…..

    jd penasaran pilem kartun yg realistis yg mana yaaa???

    tp pak kopdang tiap aku baca berita ttg negri tercinta rasanya puyeng setengah mati…tapi aku tetep rindu dg negri tercintah

Tinggalkan Balasan