Kapan sih Indonesia maju, Mas..? Punya pemimpin yang oke, gak hobi nyanyi tapi ngurusi warga..Bukan pengusaha kaya yang jago bicara hingga berbuih-buih..warga yang gak ngeyel dan berpendidikan..Ndak saling pukul… kapan ya itu terjadi, Mas..?
Bentar lagi..!
Hah..!? beneran nih..?? Gak mungkin..!
Ya. Bila intelektual dan kaum terpelajar sudah menjadi arif-bijaksana.
Maksudnya…? Kaum terpelajar? Intelektual? Siapa tuh Mas..Tolong jelaskan pada sobatmu ini, Kawan..siapa gerangan kaum intelektual, terpelajar, cendekiawan itu..?
Ya persis apa yang dipertanyakan Romo Mangun dalam tulisannya: Cendekiawan dan Pijar-Pijar Kebenaran mengenai apa dan siapa intelektual itu?..
Apa aja yang beliau tanyaken, Mas..
Apakah seorang dosen yang hampir setiap tahun naik tingkat dan asal ia sabar, tekun (dan alim) menunggu saatnya, pada suatu ketika akhirnya pasti akan didatangi keputusan bahagia bahwa ia sekarang boleh mencantumkan sebutan professor di muka namanya, Apakah beliau yang semacam itu disebut cendekiawan?
Padahal anak sulungnya belum mendapatkan gelar sarjana sejumput pun jua..
Apakah seorang doctor yang membuat disertasi magna cum laude tentang metode baru pemetaan galaksi-galaksi angkasa jauh tergolong cendekiawan, padahal di Negara itu yang masih berkembang (-kempis)belum lagi bisa membuat potlot dan jarum pentul…?
Apakah seorang jenderal maupun pengsiunan jenderal yang kampiun memberi konsesi minyak dan mengalirkan uang ke kas Negara (dan kas pribadi-tentunya) dan karenanya mendapat gelar doctor honoris causa ilmu ekonomi adalah seorang intelektual?
Apakah Robert Oppenheimer dan Edward Teller yang membuat bom atom dan bom Hidrogen masih terhitung kaum intelektual?
Apakah Snouck Hurgronye, si konsultan adapt yang mengikuti Jenderal van Heutz selama perang Aceh?
Apakah Kong Hu Cu, Ronggowarsito atau Mangkunegoro IV terhitung kaum inteletual..? Dan Sukarno, Gandhi cendekiawankah mereka..? Mao Tse Tung yang bukunya dibaca oleh lebih dari milyar penduduk bumi serta gambar wajahnya diabadikan oleh Malik Abdul Azis alias Mike Tyson di lengan kirinya? Atau bolehkah kita menganggap bahwa Bung Pram atau Chairil Anwar sebagai kaum terpelajar, sama seperti HB Jassin, sang pengamat mereka..?
Atau justru Ki Hajar Dewantoro, HAMKA, Sutan Sjahrir yang tak pernah menggondol ijazah universitas..?
Atau seorang Ndoro dan Paman bijak bestari yang jago berpuisi juga bisa disebut kaum cendekiawan?
Lha, kita mesti memahami apa sih perbedaan cendekiawan atau intelektual atau inteligensia, dan orang arif-bijaksana..
Maksudnya Mas?
Apakah kaum inteletual harus pandai? Tetapi tidak perlu bijaksana? Tetapi apakah orang intelektual itu selalu (dipastikan) pandai…?
Bukankah seorang intelektual belum tentu bijaksana dan seorang petani yang bijaksana belum tentu intelek..?
Mas..Udah jangan banyak kalimat tanya terus …saya kan yang nanya, kok malah situ yang kebanyakkan mikir..Situ mau dibilang intelek?
Saya nanya..Jadi Indonesia bisa maju dalam waktu dekat nih..? Penerawangan Mas Kopdang sebagai murid Almarhum Mbah Ma’il Kota Pati dan Bah Reggae Kota Wedus Gembel bagemana..? Saya butuh kepastian donk…! Kalo gak, mending sayah merantau saja ke Hongkong atau ke Singgapur..
Nah, mbagus…! Cari kerja gih sono..!….Harus hati-hati…jangan nyopet..!
Hihihi..udah ah… Indonesia Maju gak Mas…? Makmur gak Mas… Presiden kita kan Doktor Tani. Wapresnya kan Lulusan Prancis dan jago berpidato juga..Masak gak makmur sih kita…?
Hm…ane’ masih belum yakin tuh…
Kenapa?
Karena kita tidak sedang hidup di negeri Galia, dengan pemimpin seorang Obelix dengan badan yang bongsor namun tunduk dan patuh pada Asterix, si kecil cabe rawit. Dan karena sejatinya Obelix lebih sakti, ndak perlu ramuan ajaib yang berasal dari dedaunan dan benalu.
Apa sih yang bisa kita harapkan dari para benalu itu?
***
@ gambar orang gila yang pura-pura kaget adalah dokumen pribadi
Romo Mangun pernah bertanya mengenai inteletual, cendekiawan dan perihal kebenaran dalam buku PRISMA tahun 1976-an.













Posted by alex® on Juni 13, 2008 at 6:04 am
Banyak orang pintar di negeri ini, Mas. Tapi saya yakin diantara mereka banyak yang orang bijak.
Kebijakan lebih tinggi dari sekedar pintar. Saya sering bertemu dengan yang pintar secara akademis dan memiliki setumpuk teori dari Tata Negara, Politik, Hukum, Agama sampai ke urusan syahwat… tapi *maaf* tolol dalam kehidupan nyata.
Apa yang menunjukkan intelektual akademik ini makin tolol adalah kekeras-kepalaannya utk bersikukuh bahwa SEMESTINYA-SEHARUSNYA-SEPANTASNYA teori-teorinya akan bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik. Kehidupan dimana ia sendiri tak mau mencemplungkan diri utk bergabung mengubah apa yang dianggapnya rusak…
Pandai teori politik, dengan segudang kritik yang ditembakkan pada siapa saja yang (sedang sial) tertangkap matanya. Bahkan terhadap yang bikin gerakan perubahan sekalipun. Bahkan yang turun ke jalan cuma buat njemur keringat di persimpangan utk unjuk rasa kelas kodok sekalipun.
Sayang saja… orang-orang pintar ini berada di menara gading intelektual mereka…
Betewe, Romo Mangun?
Saya menganggap karya terbaiknya itu Burung-burung Manyar…
*sori.. OOT*
Posted by iway on Juni 13, 2008 at 8:19 am
di galia pun masih ada satu kekuatan yang ditakuti bersama yaitu langit akan runtuh menimpa kepala mereka, lha di republik ini mana ada kekuatan itu **republik yang aneh**
Posted by -tikabanget- on Juni 13, 2008 at 9:28 am
kok jadi nunjuknya ke sayaaaaaaa….
huwaaa….
**depresi menjelang deadline**
Posted by ngodod on Juni 13, 2008 at 10:09 am
yang bisa kita harapkan dari para benalu itu adalah…
manusia-manusia
bodoh dan tidak berguna sehingga mendingan mati sajaitu tidak melarang saya naik sepeda..!!!!Posted by ndoro kakung on Juni 13, 2008 at 10:14 am
iki opo to mas?
Posted by latree on Juni 13, 2008 at 1:45 pm
itu orang gila dari mana mas?
Posted by rama on Juni 13, 2008 at 4:44 pm
semoga ini semua benar adanya
Posted by edoth on Juni 13, 2008 at 5:23 pm
pura2 kaget apa beneran kaget mas? abis liat gus dur ya? hehehe…
Posted by paman tyo on Juni 13, 2008 at 9:35 pm
saya tidak pinter puisi. saya bukan cendekiawan maupun cerdik-cendekiawan. siapa itu cendekiawan? “mereka yang berumah di atas angin,” kata buku lama. eh ingat rendra.
Posted by sam siza on Juni 13, 2008 at 10:53 pm
dadi wong urip ki sing sak madyo kata mbahku
Posted by pelajarpeduli on Juni 14, 2008 at 12:01 pm
Memilih pemimpin yang tepat memang susah , tapi paling tidak mendekati tepat lah. Kami dari Komunitas Pelajar Peduli ingin juga turut serta memilih pemimpi yang tepat yang bisa menampung aspirasi para pelajar seperti kami.
Btw, kami mengundang bapak/ mas untuk mampir ke Blog kami di pelajarpeduli.wordpress.com. Kami sangat senang jika Bpak/ mas bersedia meberikan komentarnya.
Terima kasih
Posted by bah reggae on Juni 14, 2008 at 1:06 pm
Katanya (artinya boleh se7/gak), cendekiawan itu gerombolan yg bersedia melakukan apa saja untuk rakyat, kecuali turun dari punggungnya.
Posted by SlempitanJempolKaki on Juni 14, 2008 at 3:43 pm
hubungan isi ama pose gambarnya apa ya? kok gak ada mirip2nya…
pisss