INDUSTRI KREATIF NUSANTARA
Saya pikir masalah indutri kreatif sebagai perwujudan ekonomi berbasis pengetahuan sudah lama dilakukan oleh bangsa ini.
Memang betul, untuk menuju nilai ekonomis sebesar-besarnya, kita belum terlalu mengarah ke sana, walaupun sudah banyak dilakukan.
Salah satu contoh nyata dan terlupa dalam paguyuban kreativitas [dan bukannya patembayan kreatifitas] adalah sebagai berikut:

Kelompok sandiwara, ludruk, teater kampung sudah mengurat akar sedari dulu. Mungkin, semenjak sungai Bengawan Solo belum mengalir sampai jauh.
Untuk hitung-hitungan ekonomis, aktivitas paguyuban ini memang tidak dapat dikatakan baik, namun sebagai sebuah gaya hidup sekaligus kultur budaya masyarakat, posisi sandiwara tradisional, ludruk, teater kampung mutlak adanya.
KELOMPOK BERBASIS PENGETAHUAN
Apakah kelompok kesenian tersebut berdasar pada pengetahuan? Ya. Memangnya tampil di panggung mengenakan kemben lurik-lurik memainkan lakon tertentu dengan disaksikan oleh puluhan penonton tak memerlukan ilmu? Wawasan? Gairah berkesenian? Dan tentunya pengenalan dan memperkenalkan budaya pada masyarakat luas.
Bukannya yang mau kita bahas itu justru industri kreatif yang berbasis pengetahuan demi kepentingan ekonomis, Mas…?
Betul..! Tapi apakah itu cocok dengan jiwa ruhaniah warga nusantara? Lha wong kita itu kan pinginnya rame’-rame’..? Kalau industri kreatif maka relatif daya serap yang dapat ditampung adalah sedikit. Seupil.
Lho..? Kan kita memang arahnya ke sana. Bukan lagi padat karya, seperti jaman Orba, tetapi padat modal..!?
Oke..oke..kalau ente maksa, ane kasih liat padat modal, bersumber dari ilmu pengetahuan, namun justru tak rasional, dan itulah yang seharusnya diketahui masyarakat global dengan Indonesia.

Apaan tuh Mas..? Industri apa..? Film…? Blog..?
Bukan..!
Musik? Oh iya, pantas aja kita sekarang banyak yang pingin jadi anak Band..Cepet kaya plus beken, kan..?
Ah, itu kalau tidak disokong perusahaan rokok, saya gak yakin bisa seperti sekarang..malah jangan-jangan sekarang justru sedang bubble.
Lantas..? Apa donk…?
![]()
Dunia Paranormal.
HAH…! Serius..
![]()
![]()
![]()
Ya. Serius. Sebuah industri yang berangkat dari kondisi tradisional. Akibat pengaruh kebudayaan timur yang melakukan quantum leap dari tradisi lisan langsung menuju tradisi gadget technology, tanpa melalui fase yang benar: fase tulis-menulis.
Modal ngoceh, pengetahuan mengenai kondisi psikologis klien sekaligus memanfaatkan “kebutuhan ruhaniah” dan sugesti baik, maka aliran dana yang besar dapat berpindah tangan dari Pejabat Publik yang dikejar-kejar KPK, Artis sinetron yang mulai gak laku, istri simpenan yang minta harta warisan, mantan jenderal yang kebelet ingin memenangi pertempuran “pilkada’.
B
Maka, pahlawan industri kreatif Indonesia barulah sebatas: Bos Eddy, Jeng Asih, Ki Joko Bodo dan Mama Lauren…
Maaf, sepertinya kita baru sebatas itu.
[Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi blog yang diadakan oleh British Council dan akan dilanjut dengan tulisan lain yang berkaitan...]
—
Tulisan ane’ sebelumnya yang [mungkin] terkait:
tulisan terkait Industri Kreatif:
[+] Bahasa Inggris seperti Semanggi lho…
[+] Bedanya JK Inggris dan JK Indonesia
[+] Acaranya Ultah Jakarta
[+] Kreatif itu kere dan aktif..? (update-29 Juni 2008)
[+] Sekolah desain, sekolah masa depan.
[+] Ramalan Mas Kopdang.












Posted by Mas Kopdang on Juni 19, 2008 at 2:32 pm
Mbah Dukun… tulungin saya biar saya menang kumpetisi yah..?
(*membakar menyan sembari baca mantra dan menyelipkan amplop…*)
Posted by Mayce on Juni 19, 2008 at 3:53 pm
Uhhhhhh……yang suatu kreatifitas anak yang terpinggirkan tapi menghasilkan suatu karya yang bagus.sapa sangkan orang yang selalu liat sebelah mata jadi terkesimak apalagi suatu karya yang di cirebon….tolong ditampilkan donk maz.
Posted by Mas Kopdang on Juni 19, 2008 at 3:58 pm
Oh iya..
perihal hasil pentas yang di Cirebon, hasil jepretan kurang bagus, Tante..
sayang kan..?
Tapi ntar coba ane’ unggah..
Posted by Kreatif: Kere dan Aktif..? « Mas Kopdang on Juni 20, 2008 at 12:32 am
[...] buktinya di tulisan Mas terdahulu, malah bersikap skeptis. Bahkan Indonesia dianggapnya masih gurem dan belum mengandalkan [...]
Posted by ngodod on Juni 22, 2008 at 9:07 pm
irrasional itu enak…, ndak susah. ndak pake rumus2 logikan dan ndak kenal jurus2 kesalahan berpikir.
Posted by KopiDangdut » Blog Archive » Tulisan Inspiratif on Juni 26, 2008 at 4:10 pm
[...] Industri kreatif di Indonesia..? Siapkah kita..? [...]
Posted by kopdang » Pangantar Indistri Kreatif Indonesia on September 8, 2008 at 10:43 am
[...] buktinya di tulisan Mas terdahulu, malah bersikap skeptis. Bahkan Indonesia dianggapnya masih gurem dan belum mengandalkan [...]
Posted by kopdang » Beda Antara Dua JK on September 8, 2008 at 11:20 pm
[...] terkait sebelumnya: [+] Urusan yang kere dan aktip [+] Urusan paranormal yang irrasional [+] Urusan sekolah desain yang makin [...]