
Rupanya bibit unggul lebih disukai masyarakat Jawa Pusat dari pada bangsad dan susu.

Saya ndak menurunkan hasil statistik suara pilkada, hanya saja hasil ini memberikan sedikit gambaran bahwa masyarakat Jawa Pusat lebih menyenangi “pertanian” dengan memilih “bibit” unggul. Dibandingkan dengan ilmu birokrasi dan industri jasa yang dipenuhi preman dan “bangsad”.
Juga masih belum siap dengan kemajuan industri “susu”.
Pak Bibit Naruto Waluyo, tumbuhlah dengan baik, jangan sampai Jawa Pusat kecewa dengan amanah yang sudah dipercayakan kepada Anda.
“Mas..kok Pilkada Jawa Pusat sih..Bukannya kemaren yang baru milih gubernur dan wakilnya itu dari Jawa Tengah..?”
![]()
“Lha.. Central Java itu bahasa Indonesianya Jawa Tengah..??? Nah kalau Mid Java apa donk terjemahannya..”
![]()










Juni 24, 2008 pukul 2:20 pm
Mid Java itu tengah-tengahnya Mid Plaza mas….
btw, itu nanti yang jadi gubernur bakal lupa ingatan juga gak ya?
Juni 24, 2008 pukul 2:23 pm
@ ilalang
Betul kalau malam di Mid Plaza ada acara yang namanya Mid Dodareni..
Semoga bibit unggul tidak lupa ingatan..

kalau ternyata nanti lupa, ya terpaksa, nasibnya akan sama dengan ilalang:
“Babat Abissss…!”
Juni 24, 2008 pukul 2:53 pm
tsah awan awan posting
keliatan lagi ga ada kerjaan
Juni 24, 2008 pukul 3:23 pm
padahal saya berharap bukan bibit unggul yang menang. lah waktu acara debat kandidat klo jawab cuma ’siap! siap!’ dasar tengtoro hahaha….
Juni 24, 2008 pukul 3:58 pm
wah lagi lagi masih pada senang milih mantan militer, ntar tau rasa
Juni 24, 2008 pukul 4:27 pm
@ iway
berdasarkan disposisi staf senior Mas MB,
maka posting id siang hari merupakan bagian daripada iman..
menghilangkan kesuntukkan dan menimbulkan gairah kerja..!
@evi
daripada jawabannya:
“susu–susu–”
@ sam siza
mantan militer berarti kan sudah jadi sipil…
Juni 24, 2008 pukul 6:12 pm
pilihanku gak masuk babar blasss :((
*emangnya milih?*
Juni 24, 2008 pukul 6:32 pm
@latree

pan uda ane’ bilang kalo ane baru ikut pilpres taun 2024…?
Juni 25, 2008 pukul 9:16 am
jadi keingetan pas liat debat kandidat, sang calon wagub bibit
yang cantik jelita itundak sabar ingin segera ngikut njawab pertanyaan para panelis yang cuman dijawab siap terus sama pak cagub. ato memang isi di balik topi baja itu sama saja…? hahahaha.Juni 25, 2008 pukul 9:32 am
Ah, wacana dikotomi sipil militer udah gak jaman sebenarnya..

lha, malah sipil banyak yang mengagung-agungkan dan bergaya militeris..
dan banyak militer malah yang sipilis..
Juni 25, 2008 pukul 1:21 pm
wah aku kok gak dong… emang baru ada pilkada ya di jawa pusat? ah, yang penting Pekalongan aman… bisa nyaman mbatiknya… tinggal nyari punggung orang lagi untuk latian mbatik langsung di kulit…
bung kopdang mau??
Juni 25, 2008 pukul 3:22 pm
Ya memang barusan Pol..
Saya mau dibatik, tapi jangan di punggung..
sekali-kali bikin yang glow in the dark ya..
masalah target mbatik di bagian mana tubuh saya, akan diberitahukan lebih lanjut..
Sanggup..?

Juni 25, 2008 pukul 4:31 pm
Moga2 nanti Bibit gak mbok2en. Dikit2 wadul ke si Ibu di jkt gara2 si Mbak wakilnya terlihat lebih gesit dan mumpuni. Dan klo itu terjadi, boleh jadi si Mbak itu yg justru akan frustrasi. Apalagi, kabarnya, belum2 si Mbak itu sudah minta pembagian tugas. Maklumlah selama ini si Mbak itu bukan orang yg terbiasa sbg pajangan doang.
Juni 26, 2008 pukul 8:53 am
[...] kapan? Lha waktu jaman nulis Yusuf Kalla ..? Oh..iya lah.. masak Yusuf Kadonk! Juga tentang Bibit unggul yang menang dan calon lain yang [...]