Seberapa pentingkah popularitas itu? Perihal sekelumit popularitas yang dielu-elukan anak jaman sekarang, Paman Tyo pernah menulisnya. Cara setiap orang meraih dan menggenggam popularitas pun bermacam-macam.
Di kantor, untuk cari popularitas cobalah dengan cara setiap bulan Anda memberi voucher pulsa ke setiap cleaning service officer yang pekerjaanya selalu antara tenaga dan mulut. Tenaga untuk menyapu, mengepel, membelikan makan siang dan mulut untuk terus bergosip, bahkan ketika naik-turun lift.
Atau Anda coba caranya. Bahkan demi menjaga popularitas, dibuatlah “Pojok Dirinya” di antara stan komersil yang menjanjikan berbagai bonus, diskon dan rabat dalam acara PRJ 2008 yang sampai saat ini masih berlangsung.

Foto ukuran besar yang menggambarkan dirinya dalam suasana kerja. Juga beberapa pigura yang menyajikan imaji bahwasanya ia adalah pemimpin yang pantas untuk (terus) memmpin. Syukur-syukut naik pangkat untuk jadi nomor 1.

Untung saja, pasukan yang mengamankan Pojok JK ini sigap dengan memberikan jarak yang aman agar pengunjung tidak mendekati foto besar ini. Ada spasi 2-3 meter dengan foto Sang Pemimpin. Repot saja kalau ada anak SMA usil yang menambahkan gambar foto dengan spidol. Bisa-bisa di sebelah wajahnya tertulis:
-
“Dos-Q”
-
‘70 was here
-
x-bata childhood
-
turunkan BBM..
Sayangnya, karena itu adalah arena komersil, maka rasanya ruang birokrasi kurang cocok hadir. Maka jadilah sekadar background foto bagi anak-anak muda. Di rumah, mungkin ia akan pamer kepada kekasihnya: “Yang, abang kemaren diundang JK lho..”. Sembari memamerkan potongan wajahnya yang ditatap serius sang pencari popularitas itu.

Ya. Acara beliau mungkin masih tahun depan. Tapi apa salahnya masyarakat paham bahwasanya ia serius untuk memimpin. Entah siapa yang (masih) mau dipimpin olehnya.
Saya doakan Bapak sukses.
NB: Di ruang kerja Pak JK kok gak ada foto Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia..?










Juli 2, 2008 pukul 8:53 am
tumben kagak ade’ yang komentar..?

Juli 2, 2008 pukul 9:39 am
hahaha…, stan yang selalu ada di tiap taon prj.
Juli 2, 2008 pukul 9:49 am
tapi saya setuju JK pasang gambar garuda aja, ga perlu foto beliau dan presiden
Juli 2, 2008 pukul 11:05 am
@ ngodod
dana bikin stan dan nyewa tempat dari mana, Om..?
@ hedi
kenapa Om..?
Juli 2, 2008 pukul 7:12 pm
Bung, setau saya itu memang ada disitu terooos… bukan karena PRJ-nya.
Tanyain aja, sejak kapan beliau duduk dan “manteng” disitu terus…
Juli 3, 2008 pukul 7:42 am
@ slempitanketiakkodok
Wah kalo gitu namanya bukan PRJ donk tapi PRJK: “Pameran Ruang [kerja] Jusuf Kalla”..

Juli 5, 2008 pukul 1:55 pm
kopdang,
aku di jkt sampai minggu sore dong. kalau oom rio berkenan. kita kopdar yuks … :p
Juli 7, 2008 pukul 8:43 am
@ papabonbon
duh sorry Pap…kok ya ane baru baca pesan ini sekarang (senin pagi….)
Pun kalo iya terbaca kemaren , ane lagi sakit gigi Pap.. gak bisa ngapa-ngapain..

ntar deh kalo ane yang ke SBY…atau Papab mau ke JK lagi kapan..?
2009?