Paskah Yang Pantang Menyerah

Paskah dan Kaban itu bukan orang Jepang, jadi kita jangan banyak berharap mereka berjiwa besar untuk mundur teratur dari Kabinet SBY.

 

Malah bisa-bisa mereka justru galak. Merasa dibela SBY, Paskah malah kemlinthi, sampe cari gara-gara bikin acara kritik segala ke Bank Indonesia.

 

Info dari Bah Reggae, Paskah bikin ulah dengan menyerang Boediono dengan satu pelor:

“Menurut Paskah (Kompas, 8 Agustus 2008, hal 18), kebijakan BI itu kebijakan kuno. Kuno.

Soal kritik Paskah ke BI sebenarnya bukan barang baru. Persis plek dengan apa yang selalu dilontarkan Kalla. Yakni, kecenderungan BI yang bisanya cuma menaikkan bunga bank (lewat BI Rate) untuk meredam inflasi. Tingginya suku bunga inilah yang membuat sektor riil tambah sulit bergerak.” {quote Bah Reggae.}

 

Sekarang kita tanya ente aja deh.. Raden Mas Haji Paskah Suzetta EM-BE-A, kira-kira yang modern itu seperti apa? Lha, ente sendiri aja ditunjuk batang hidungnya sama Hamka Yandhu urusan duit dari BI, reaksinya malah lebih kuno. “Kita lihat sama-sama proses hukumnya”.

 

Ah, jangankan ente sebagai bagian dari Kabinet SBY, lha gubernur kepala daerah aja yang deket sama Istana, kalau mau diperiksa, aparat penegak hukum kudu bikin laporan lewat Sekretaris Kabinet. Dibahas berminggu-minggu tanpa juntrungan. Hitung-hitungan politis digelar. Lolos dari SesKab, kudu ijin Presiden lagi untuk menjadikan tersangka. Ini yang bikin Penyidik pada pusing-tujuh-keliling.

 

Dan untungnya ente anak Beringin. Lha, kalau ente dicopot, mesti Kalla minta jatah pengganti dari partai Beringin yang sama. Uh…makin berat beban SBY. Sama saja nendang curut, suruh milih himpunan mermut. “Pusing, bow..!”

 

Jadi, boro-boro kita berharap Paskah mundur. Justru kalau orang baru selamat dari lubang jarum malah makin merasa kuat. Merasa ada yang mbela. Merasa dilindungi.

 

Ya, ndak papa lah. Namanya juga usaha. Terkadang dengan cara menyerang, bola kemungkinan kecil untuk jebol ke gawang sendiri. Ngikutin gaya Brasil. Pertahaan terbaik adalah menyerang.

 

Tapi ia lupa siapa yang diserang: Boediono, anak emas SBY di kabinet sekarang.

 

Justru kesannya malah lucu, diduga dapet uang dari sono, malah nyerang sono!

Ah, kau Paskah, keliatan banget kau orang susah yang pantang menyerah!

9 Tanggapan ke “Paskah Yang Pantang Menyerah”

  1. ngodod Berkata:

    pertamax…
    *ini bukan catatan dari insider BI kan… wakakakka

  2. Hedi Berkata:

    entahlah, jika saya ada di posisi Paskah, apakah akan mundur atau sama seperti dia.

  3. petak Berkata:

    Dia kan sudah bilang kalo ga pernah korupsi saat jadi menteri
    Lha kasusnya kan kasus lama
    pertahanan retoris kali yaks :D

  4. Koko Berkata:

    ya waktu itu sih waktu ditanya tentang kebijakan, Bu sri mulyani nanya, “Pas kah?” yang lain ngejawab, “Pas kok.” kecuali Pak Paskah yang ngejawab “HADIR!”

    hehehe, sorry ngegarink

  5. evi Berkata:

    sabar sabar……
    ga trima ya Bapake dikritik…?
    orang baiknya kayak gitu kok ya? coba bandingin ama yang perempuan, jauh beda lah. *hus!kok malah ngerasani* hahaha….. :)

  6. Mas Kopdang Berkata:

    @ ngodod
    100% hooh!

    @ Hedi..
    Kok mau di posisi Paskah..?

    @ Petak
    Maklum..orang susah!

    @ koko
    Ah, koko bisa aja..ngomong2 koko eletronik sama koko listrik di Bandung kok bukannya cuma sampe jam 7 malem..? Kecuali koko material..bisa ampe jam 9..
    :lol:

    @ evi…
    sabar? perempuan…?
    jadi inget sama wawancara ini:

    http://kopidangdut.wordpress.com/2007/06/25/wawancara-ekslusif-dengan-mas-kopdang/

  7. Laler Istana Berkata:

    Oktober. He is out …. Bareng sama temennya itu …
    Salam,

  8. mudawaly Berkata:

    Presiden pemerintahan babi berkaki dua menolak pemecatan dua orang mentrinya. Karena dia yakin masyarakat akan memakluminya (sama-sama babi berkaki dua)!
    #-o

  9. aRuL Berkata:

    wah pengamat politik nih… saya hanya bisa mengamati dari luar.. blum bisa berkomentar byk :D

Tinggalkan Balasan