Oktober 31, 2008
Jogja, kota yang bagi banyak orang merupakan kota yang asik, keren, nyenengke, dan lebih banyak lagi yang bilang, ngangeni, alias bikin kangen.
Jogja emang bukan kota biasa, banyak seniman besar lahir di sini, macam Ebiet G. Ade, Affandi, Emha bahkan SO7. Jagoan IT juga banyak yang lahir dari sini, seperti beliau.
Jogja, saking kerennya, juga pula diabadikan dalam sebuah lagu oleh sebuah grup musik pop progresif terkenal, KLa Project. Jogja, saking istimewanya, Gubernurnya ndak perlu dipilih, karena masih ada Sri Sultan. Jogja, saking dahsyatnya, sampai punya komunitas blogger gemblung bernama Cahandong.
Kebetulan, para penghuni Cahandong itu banyak yang duitnya meteran tapi kurang kerjaan. Makanya, mereka bikin wajahjogja.com. Sebuah web yang berisi para jagoan lokal Jogja. Tapi bukan para silibrintik seperi mereka yang sudah saya sebut di atas. Tapi para jagoan seperti tukang becak, mbok gendong, pecinta sepeda, bakul kopi bahkan sampe ustadz kampung.
wajahjogja.com memang ingin menampilkan wajah Jogja yang lain. Yang humanis dan dekat dengan keseharian kita. Karena di sekitar kita, tersebar para pahlawan yang sering tidak kita sadari kehadirannya. Oh ya…, anda semua juga boleh kok ikutan nulis di sana.
hal yang sama rencananya juga saya tulis di sini. gambar ngembat dari sana.
& Komentar |
Budaya | Ditandai: cahandong, ebiet, emha, jogja, kla project, so7, wajah jogja |
Permalink
Ditulis oleh ngodod
Oktober 30, 2008

Ditulis oleh Koko diwaktu malam, diuplot di waktu siang.
Setelah ngomong tentang suku, marilah kita berbicara dengan bahasa, mumpung Sumpah Pemuda lagi anget-angetnya.
Ada yang tahu peringatan sumpah pemuda di Atmajaya? Untuk mengenangkan sebuah sumpah yang 80 tahun yang lalu, Universitas Atmajaya bekerja sama dengan Universitas Al Azhar dan Universitas Indonesia mengadakan acara 80 jam non stop memperingati Sumpah Pemuda.
Judulnya : Reborn Indonesiaku. Wadezig! <Memutar lagu Ironic – Alanis Morissette>
Tapi saya pikir lagi, mungkin reborn adalah kata yang tepat. Mungkin kalau judul acaranya “Indonesia Terlahir Kembali” dengan harga lima ribu rupiah per huruf, spanduknya menjadi cukup mahal.

Bahasa menurut saya adalah baju. Jika bajunya sudah tidak sesuai, jangan ubah badan pemakainya, namun ubahlah bajunya. Apakah bahasa Indonesia menjadi baju yang terlalu ketat dan membatasi keinginan kita untuk berekspresi?
Kata mengunduh dan mengunggah dalam konteks download dan upload, belum terdapat di KBBI Daring. Anjuran berbahasa Indonesia yang baik dan benar dengan baju yang sama sejak saya masih SD terus didengungkan, namun tetap saja semua selebritis, politikus, jurnalis, mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir dan blogger sekalipun menyisipkan satu dua kata bahasa Inggris dalam ucapannya dan tulisannya.
Ini dilakukan semata-mata anggapan bahwa bahasa Indonesia tidak memiliki kata yang sesuai sebagai pengganti bahasa Inggris tersebut.
Jadi bolehkah memasukkan kata serapan fesyen (fashion), copas dan kupipes (copy and paste), pitalebar (bandwidth), donlot (download), uplot (upload) ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia?
Tapi saya juga mesti mengerti bahwa saya tidak cukup kapasitas untuk mengerti bahasa Indonesia. Wali Kelas waktu saya sekolah pernah bilang begini ke saya, “Ngaku-ngaku orang Indonesia, tapi kok nilai bahasa Indonesianya lebih rendah daripada nilai Bahasa Inggrisnya?”
I don’t know about that..
& Komentar |
indonesia | Ditandai: bahasa, bangsa, suku, sumpah pemuda, tanah air |
Permalink
Ditulis oleh akokow
Oktober 29, 2008
Kalau batere epredi dan abese ndak bisa di-charge maka batu batere jaman sekarang yang terbuat dari lithium, bukan lagi kadmium, memang dibuat supaya proses re-charge-ing lebih efisien. Semua itu konon katanya.. Mengapa? Karena ane sendiri gak pernah mengadakan penelitian masalah per-baterean.
Bica charge-ngecas-, maka saat ini ane lagi di-cas. Bukan karena batere ane abis. Tapi semata-mata ane dikirim training terkait Proses Mediasi di Pusat Mediasi Nasional.
Jangan tanya apa arti mediasi, karena saat ini ane lagi gak mood dan gak pengen bahas itu.
Lha, jadi yang pingin dibahas apaan, Mas..?
rupiah anjlok? gosip meninggalnya tom cruise? cerita SBY sedih gara-gara besannya juga jadi “tersangka”..? atau mau cerita BBM gak turun-turun juga..?
Gak.
Ane lagi gak mau bahas begituan.

gambar di atas adalah foto Dua perjaka tingting, dengan satu anak kecil tak dikenal nyelusup masuk entah dari mana.
Janu, berjaket, adalah karib ane semenjak kuliah dan sekarang tinggal di Malang bersama istrinya dan seorang putri manis bernama Zakira. Beliau saat ini menjadi pejabat di Syariah Mandiri Pasuruan.
Dahulu, ane pernah bikin sekolahan bareng doi, namanya Janu & Rio Law School. Sebuah sekolahan yang konsepnya sungguh menarik, hingga saat ini. Sayang karena keterbatasan kesempatan bertemu, sekolah itu ya bubar jalan. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
1077890, Cinta Manusia, Hukum | Ditandai: Janu & Rio Law School, Janu Wiyanto, JRLS |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 25, 2008
Ada yang masih patut dibanggakan. Chris John mempertahankan gelarnya. Membalas dominasi motor bebek dan barang elektronik Japon di Indonesia, CJ menjatuhkan pukulan demi pukulan ke wajah Om Sinchan layaknya hujaman bom atom pada Nagasaki dan Hirosima.
Juga dalam perhelatan Pekan Olah Raga Pantai seAsia di Bali, Indonesia menjadi pasukan yang ditakuti lawan-lawannya. Indonesia akhirnya bisa juga mendominasi pekan olah raga.
Toh bila melihat kedua hasil tersebut ane jadi yakin kalau fisik, mental dan semangat anak bangsa jauh lebih unggul dibanding negara lain. Rupanya ada hal-hal di dunia ini yang bisa dikuasai dengan baik oleh anak bangsa. Pukulan laksana Mohamad Ali dan keliatan otot terbakar matahari anak maritim membuktikan bahwa kita memang “bisa”
Terima kasih Chris Jhon, terima kasih juga anak pantai Indonesia. Tanpa dukungan US Embassy Anda semua adalah pahlawan bangsa dan pahlawan ane tentunya.
Indonesia I love You
I love the blue of Indonesia
It’s the flavor in the air
It’s the flavor in you which attract
& Komentar |
1077890 | Ditandai: indonesia |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 24, 2008

Maka sekali-kali belajar lah kita pada orang yang berani atau justru kecelakaan dan terpaksa GAGAL..!
Ngodod. Nama lainnya Odong. Nama berdasarkan pengakuan: Dodong. Asli Surabaya yang berkelana ke seluruh penjuru Indonesia. Bila saja ia daftar Frequent Flyer Salah satu maskapai, mungkin ia dapat menjadi anggota Platinum.
Saat ini menetap di Jogjakarta.
Siapa Tadi..? Ngodod..?
Ya. Ngodod. Mendeklarasikan dirinya sebagai KADOGAMA. Kelompok Anak Drop Out Gadjah Mada. Upps..apakah hal yang tabu..? Ketika kegagalan menempuh ilmu dalam satu bagian kecil lembaga pendidikan formal adalah juga dianggap sebuah kegagalan kehidupan? Ah, entah lah. Ngodod tak pernah berkecil hati, bahkan meringkus diri. Menjadi Kadogama, justru membuka cakrawala dunianya, bahwa hidup tidak sekadar di seputaran Tugu dan Bulak Sumur.
Sepeda, ngeblog, pacaran dan apalagi?
Ah, pacaran sepertinya tak perlu diungkit di sini.
“Anak Muhammadiyah yang baik tidak pacaran, Mas”
..Okelah, tak perlu berpanjang lebar. Tulisan pertamanya silahkan dinikmati.
Selamat Datang Mas Ngodod.
>>> Oh iya, apakah ente suka dengan tampilan baru Blog kopidangdut ..?
& Komentar |
1077890, Blog Kopidangdut, guestblogger | Ditandai: guestblogger, ngodod |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 24, 2008

Pemimpin yg berhasil yg bisa mendidik anak buah dan tidak dikerjakan sendiri. (Ama Husein)
Semalam, aku benar-benar jenuh. Jenuh dengan suasana tempat kerjaku, yang aku rasa berjalan begitu lamban. Kecepatannya tidak bertambah, masih tetap di gigi yang sama. Seharusnya kami bisa berjalan di gigi yang lebih tinggi dengan menggunakan standar yang lebih tinggi. Namun ternyata, kami masih tetap berada di situ. Dengan standar yang sama.
Aku merasa seperti sedang menggunakan Ferrari dan sedang mengawal mobil Carry. Ingin ku meninggalkan mereka, tapi itu bukan sebuah tindakan bijak. Itu bukan sikap seorang pemimpin, tapi sikap seorang yang egois, yang hanya mementingkan dirinya sendiri.

Memang akan ada kala dimana kita harus bersikap “nuwani” atau kebapakan. Meredam ego dan bersikap sabar.
“Belajarlah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya.” (Harfan – Laskar Pelangi)
“Apakah engkau akan tega meninggalkan Muhammadiyah? ” Diucapkan oleh Muslimah kepada Bakar saat hendak meninggalkan sekolah untuk menjadi guru di tempat lain.
Dan film Laskar Pelangi serta sebuah obrolan di pagi ini telah menenangkanku. Aku hanya mampu berucap terima kasih.. kepada mereka semua…
Ada benarnya nasehat orang-orang suci
Memberi itu terangkan hati
Seperti matahari
Yang menyinari bumi
Yang menyinari bumi
Seperti Matahari – Iwan Fals
Maka, apa hal yang sudah anda beri untuk orang lain hari ini?
& Komentar |
Cinta Manusia | Ditandai: carry, ferrari, iwan fals, laskar pelangi, memberi, seperti matahari |
Permalink
Ditulis oleh ngodod
Oktober 23, 2008

Mungkin ane tergolong orang kuno.
Ane masih menganggap kalau nasionalisme itu paling mudah diwujudkan dengan menomorsatukan negara sendiri daripada negara lain, mengagun-agungkan negara sendiri dibanding negara lain, bangga bila tim olah raga negara sendiri maju bertanding dan menang, bahkan jikalau kalah dibandingkan dengan kemenangan tim negara lain.
Ane juga masih tergolong konserpatip kebandelan. Masih senang dengan simbol-simbol dan panji-panji negara sendiri dibandingkan negara lain. Masih senang menggunakan batik dibandingkan G2000, The Executives, Lebih nyaman dagadu dan dadung dari pada merek peselantjar tanggoeh dari Hawai dan Gold Coast- Ostralia. Masih percaya kalau keris dan bambu runtjing itu lebih besar manfaatnya dibanding Falcon-16, TomaHawk, dan Rudal Patriot.
Ane juga tergolong sombong sok berdikari alias berdiri di kaki sendiri. bukan kaki ente, kaki negara lain, apalagi kaki kakekku kaku-kaku. Ane senang kemandirian. Namun bukan berarti menolak saling ketergantungan.
Maka,
Pesta Blogger amat disayangkan bila akhirnya dianggap berhasil manakala mendapat kucuran dollar dari Kedutaan Besar Amerika. Blogger bagi saya adalah kumpulan orang kuat. Kuat untuk menulis berjam-jam. Pantengin blog orang. Kutak-katik ketek serba gak jelas. Lihat statistik. pencet F5. refresh. Baca buku, baca artikel. Tulis satu, tulis dengan gaya sok tahu. Semangat berbagi. Modal sendiri. Naik angkot ke warnet, colokkin FlashDisk. Updating blog. Postingan diliatin terus.
Juga jadi saling berbagi. Mau berkorban demi sesama. Lebih baik tahu sedikit dan dibagi dari pada banyak tahu tapi untuk sendiri.
Lalu mengapa kekuatan anak-anak potensial bin kuat ini dibiarkan cengo’ hingga 22 November dan akhirnya Menerima “makan siang” dari Amerika?
Katanya kita peduli? Kasian lho Amerika lagi pusing urusan Bail-Out. 700 milyar dollar dianggap kurang. kok ya tega-teganya kita masih menerima uluran dana. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
1077890, Cinta Negara, tanah air | Ditandai: pesta blogger 2008 |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 23, 2008

Ditulis di waktu istirahat oleh Mas Koko
Salah satu arti suku menurut KBBI adalah golongan bangsa sbg bagian dr bangsa yg besar seperti Sunda dan Jawa. Orang Indian terkenal punya banyak suku, seperti suku Apache atau suku Sioux. Suku juga merupakan huruf S pada kata SARA yang tidak boleh dibeda-bedakan. Kalau sudah menyangkut suku, saya terus terang agak bingung dengan suku saya sendiri.
Ibu dan bapak saya dari Klaten, Jawa Tengah. Saya lahir di Bandung. Saya sedikit-sedikit mengerti bahasa Jawa, tapi kalau ngomong kagok soalnya sudah gak ada logatnya. Saya juga mengerti sedikit-sedikit terutama bahasa kasar.
Suku di bahasa Sunda artinya kaki.
Di jaman modern ini, saya merasa sudah bukan menjadi salah satu suku Jawa, Sunda atau Jakarta apalagi Batak. Banyak suku-suku baru yang ada di Indonesia seperti :
Suku Penggemar Anime Naruto
Suku Wisata Kuliner Jalansutra
Suku Pencinta Honda Jazz
Suku Orangtua Anak Autis
Suku Penderita Kanker Payudara
Keistimewaan suku-suku baru ini adalah anda bisa menjadi anggota dari beberapa suku. Anda bisa menjadi Suku Fans Berat Liverpool dan Suku Penggila Fotografi dan Suku Pengguna Blackberry dan Suku Pembenci Microsoft dan …. yah, pokoknya idenya nangkap kan?
Jadi, anda termasuk Suku yang mana?
& Komentar |
indonesia | Ditandai: fotografi, honda jazz, Jakarta, jalansutra, jawa, microsoft, suku, sunda |
Permalink
Ditulis oleh akokow
Oktober 21, 2008

Kerja keras. Kerja tuntas dan Kerja Ikhlas.
Salah satu pimpinan di kantor ane pernah ngomong begitu.
Lha bukannya sekarang lebih ngetrend kerja cerdas. Not work hard, but Work Smart.
Gombal !…
Bagi ane kerja keras itu jauh lebih manfaat. Dengan kerja keras tubuh, jiwa, pikiran bisa konsentrasi pada satu pekerjaan. Jalinan konvergen dalam tubuh. Ndak terpencar-pencar. Ndak disambi-sambi. Ada usaha. Ada keringat. Ada upaya naik kelas.
Lha kerja cerdas juga kan asyik..!
Lebih asyik kerja tuntas. Kerja yang menyiratkan hasil. Selain orientasi proses dengan kerja keras, tentunya juga kita kudu nikmatin hasilnya. Tuntas. Tuntas atau tidak sama sekali. Setengah-setengah, ke laut aje… Berbeda makna namun spiritnya sama dengan jargon anak-anak MBA Harvard Business School. Kita menjadi buldoser atau jalan raya. Yang berkuasa atau yang tertindas!
Lalu kerja ikhlas? Itu mah klise. Ente gantian yang gombal!
Bukan! Bukan itu..! Ikhlas itu berarti tulus. Pasrah. Bukan semata-mata latar-belakang ibadah. Justru latar belakang “kewajiban yang harus dituntaskan” diterima dengan sebaik-baiknya. Mendarah-daging. Bahwa kewajiba adalah sebuah keniscayaan manusia dewasa. Persis apa yang dikatakan Nicolas Cage di film “Weather Man”.
Mudah itu tak ada dalam dunia orang dewasa.”
Lalu ikhlas itu untuk apa? Ikhlas itu ya untuk keihlasan itu sendiri. Kondite bagus? Bukan urusanku. Dianggap pandai? Hanyalah bonus. Karir melesat? Kalau terganjal, apa gak stress..?
Ah, ngomong doang…! mana buktinya..?
Hahahaha. Lumayan. Langkah pertama itu ya baru bisa ngomong. Urusan pelaksanaan itu urusan masa depan.
& Komentar |
Cinta Kerja, Cinta Manusia, Karir | Ditandai: kerja, kerja ikhlas, kerja keras, kerja tuntas |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 21, 2008

parkir di BPK..Mau???
Ada lowongan. Sekadar membantu. Masalah lainnya ane kagak ngarti.
P E N G U M U M A N
Nomor : 01/S.Peng/X-X.3/10/2008
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI
TINGKAT SARJANA DAN DIPLOMA III
TAHUN ANGGARAN 2008/2009
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, lembaga negara yang mempunyai tugas pokok memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara, membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia, pria dan wanita, lulusan Sarjana dan Diploma III untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II / III dan ditempatkan pada Kantor Pusat/Kantor Perwakilan BPK-RI di seluruh Indonesia dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
biar valid baca di sini ajah: http://cpns.bpk.go.id/
& Komentar |
Lowongan | Ditandai: 2008, badan pemeriksa keuangan, BPK, lowongan BPK 2008, lowongan cpns |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 17, 2008

Ditulis oleh Koko selepas jam kantor tapi masih di kantor
Saya suka ngeblog, eh, ralat, saya suka menulis. Mungkin dulu kalau saya lebih berani, saya sudah masuk fakultas Sastra. Lebih berani di sini, tentu saja dalam arti lebih berani hidup tidak berkecukupan. Saya juga tidak bilang bahwa kalau jadi penulis nanti hidupnya tidak berkecukupan, contohnya juga cukup banyak. Namun, menjadi penulis sukses membutuhkan sebuah keberuntungan kecil.
Apa yang kita ingin tulis, ternyata sesuai dengan keinginan pasar.
Selebihnya, dua kemungkinan, kita menulis yang sesuai dengan keinginan pasar, dan membenci tulisan kita sendiri karena kita tidak menginginkannya. Kemungkinan lain adalah kita menulis yang tidak disukai pasar, dan kita harus mengencangkan ikat pinggang atau meminjam duit dulu ke tetangga yang sukses.
Mungkin kita memang tidak bisa menghasilkan uang dari apa yang kita senang lakukan.
Mungkin yang bisa kita perbuat hanyalah mencintai apa yang kita lakukan untuk menghasilkan uang.
Benarkah? Pasti banyak pembaca yang bisa memberi contoh orang-orang yang menghasilkan uang dari apa yang mereka senang lakukan, tapi pasti banyak juga yang bisa memberi contoh mereka yang berada di kutub yang berlawanan.
Bagaimana pembaca? Mau berbagi pendapat soal ini?
Inspirasi dari Seth Godin’s Maybe you can’t make money doing what you love
& Komentar |
1077890 | Ditandai: Blog, harta, hidup, mapan, penulis, seni, seniman, uang |
Permalink
Ditulis oleh akokow
Oktober 16, 2008

seperti inilah hidup kita...serasa maju, padahal di situ-situ juga..
Apa sih tugas paling utama dari seorang ayah? apakah mencari duit buat keluarga? Apakah mendidik sang Bunda dan si anak? Atau jangan-jangan cukup membuahi si Ibu..?
Dalam ekonomi serba ngepas, harga kebutuhan pokok, tambahan, hingga “mewah-dipaksa”, dan semuanya seperti tiada ujung, maka sang Ayah sepertinya harus jumpalitan. Kepala jadi kaki, dan kaki biar mikir sendiri mau jadi apa.
Pengeluaran bulanan membludak. Gaji yang sebulan hanya cukup buat beli macem-macem keperluan selama 2 minggu. Sisanya biarlah improvisasi tiada akhir! Beruntunglah bilamana si Ibu pun pandai mencari tambahan. Konsekwensinya tentu saja, rumah dikuasai sang abdi dalem. Para ajudan yang baru datang dari kampung. Merawat si Kecil, merangkap protokoler, sekaligus mencuci dan mengepel.
Jika Anda adalah pegawai yang digaji bulanan, jangan pernah mengumpulkan slip gaji. Bakal makan ati!..Setumpuk kertas dengan angka-angka yang tak bersisa. Jadi apa?
Kita hidup seperti naik odong-odong dengan musik favorit diperdengarkan. Naik turun seperti berjalan. Padahal, ndak kemana-mana. Ya di situ-situ saja. Setiap ganti lagu, kocek kita pun berkurang lagi.
Curhat nih ye..?”
Sebagai seorang Ayah sekaligus suami, tak ada kata berhenti. Maju terus, goyang-goyang lagi, ndak peduli perut kosong, pikiran mampet, yang penting hidup harus terus dijalani. Masalah bahagia, masalah suka-duka, yang terpenting adalah demi keluarga.
Apa iya…?
>> Selamat Malam, Boy…Apakah ente merasa sudah makmur saat ini?
& Komentar |
Budaya, Cinta Manusia, rumah tangga | Ditandai: ayah, ekonomi, Keluarga, makmur, odong-odong |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 15, 2008

Maaf, ini bukan postingan mengenai Sultan. Apalagi polemik talik ulur pemilihan Gubernur Jogja. Sama sekali bukan. Berikut ini adalah tulisan dari Sylvia Damayanti Amril, psikolog lulusan Universitas Indonesia.
Bilamana memungkinkan Sylvia akan menulis rutin satu artikel pada setiap minggunya dan berkenan menjawab pertanyaan seputar karir, pengambangan diri dan semesta kehidupan!
Selamat menikmati. Salam kopidangdut.
Mas Kopdang
Leadership For Beginner
Oleh Sylvia DA*

dari Suara Pembaruan dot com
Kepemimpinan merupakan obyek yang terdengar usang dan aus akibat terlalu sering diperbincangkan. Tapi layaknya jins, semakin belel semakin enak dipakai. Dari diskusi dan teori yang berkepanjangan, satu hal yang disepakati dan tiada yang memungkiri bahwa kepemimpinan krusial bagi eksistensi dan kemajuan manusia sebagai individu, sebagai kelompok, sebagai bagian dari lingkaran masyarakat dan organisasi dan bagi kemajuan suatu peradaban.
Mari berkiblat pada aliran positivistik –setiap orang memiliki peluang untuk berkembang di setiap aspek kehidupan. Dengan kata lain setiap orang memiliki kualitas kepemimpinan, tinggal bagaimana setiap individu “melakukan sesuatu” untuk mengoptimalkan derajat kepemimpinan yang sudah dimiliki.
Siapa yang menyangka bahwa seorang la petit corporal (kopral kecil) macam Bonaparte bisa memimpin Perancis menuju kejayaannya. Atau seorang Winston Churchill yang sempat tidak naik kelas bisa mengeluarkan gagasan-gagasan brilyan demi kemaslahatan bangsa dan perdamaian dunia. Tentunya ada suatu awal bagi sesuatu yang besar. Lompatan kecil untuk sebuah lompatan kuantum.
Kiat-kiat kepemimpinan yang berikut ini akan dijelaskan sebenarnya berangkat dari kualitas yang disampaikan oleh guru-guru manajemen terkemuka dunia. Hanya saja porsinya dikecilkan agar muat dicerna secara ringan namun tetap bergizi. Menurut Warren Bennis, Peter Drucker, John Kotter dan Max DePree ada beberapa inti sari pemimpin yang sukses yang coba dielaborasi dengan kiat-kiat praktis untuk mengasahnya:
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Budaya | Ditandai: leadership for beginner, sultan, sylvia damayanti amril |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 15, 2008

Boy…ssst..boy…(*Mahar Mode ON*)
Apakah kemiskinan patut dibicarakan? Sedangkan saat kita membicarakannya, ada sang miskin jatuh sakit dan menghadapi maut…Perlukah kita bicara padahal setiap detik begitu berharga? Dan perlukah sebuah tanggal kita tandai, kita isi dengan buih-dan buah pikiran tentang kemiskinan.
Boy…boy..ada beberapa jenis orang sebagai berikut:
- yang sukanya berteriak-teriak bicarakan suatu masalah tanpa memberikan solusi…
- ada yang berteriak tentang persoalan sekaligus memberikan solusi..
- ada juga yang tanpa berteriak dan bicara masalah ia langsung memberikan solusi atas masalah tersebut..
- namun cilakanya adalah sudah tidak berteriak tentang suatu masalah, eh..juga tak memberikan solusi..Itu namanya tikakebangetan, Boy…
Lalu pengkategorian tersebut cobalah disematkan kepada kita..di manakah kita? Lalu untuk apalah juga bila engkau, Boy, masuk salah satu nomor itu, bila pada akhirnya masalah kemiskinan hanya sibuk dibicarakan.
Tahukah boy, Sepupu saya yang saat ini sekolah di Stockholm (bukan untuk menjemput Hasan Tiro), pernah berkata:
“tantangan kemanusian selama usia dunia ada hanyalah dua: Kebodohan dan kemiskinan dalam arti seluas-luasnya”.
Ya. Kemiskinan secara sederhana berarti di bawah standar hidup minimal. Makan susah, mau beli baju sulit, dan tak punya tempat berteduh. Namun apakah miskin adalah seobyektif itu?
Miskin bagi ane’ sejatinya adalah lebih dari itu. Selain secara materi serbakekurangan, bagi ane Boy, miskin juga adalah sebuah dasar piramida dalam struktur masyarakat. Sehingga di manapun ente berada Boy, si miskin akan selalu ada. Karena si miskin adalah yang “si kurang” dibandingkan “yang lain dengan lebih” pada situasi sosial apapun. Masyarakat miskin maupun masyarakat kaya.
Gawatnya, si miskin di negeri ini, secara obyektif merupakan jenis yang betul-betul kekurangan dan jumlahnya dalam semesta penduduk mendominasi dalam segala arena kehidupan.
Saat parkir motor, ada si miskin, saat masuk Mal ada si miskin, saat pacaran nongol si miskin, saat mau berangkat sholat jumat banyak si miskin, saat di mikrolet sempat-sempatnya si miskin ikut nangkring, saat ngeblog makin banyak ketemu orang miskin, bahkan saat kita terdampar pada sebuah pulau terpencil pun yang tak ada penduduk dengan gambaran klasik sebuah pulau sepetak kecil dan sebatang pohon kelapa tumbuh subur pun ada si miskin, yaitu: Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Cinta Manusia, pandir dunia | Ditandai: kemiskinan, miskin |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang
Oktober 14, 2008

Apakah isu WASP (dahulu saya menyebutnya WAP) masih berlaku bagi perjalanan politik dunia barat seperti Inggris dan Amerika? Ketika pada ujungnya yang dibutuhkan adalah sekadar White, Anglo-Saxon dan Protestan…?
Bagi ane’ itu adalah sebuah momok yang menakutkan. Ketika kemungkinan berdemokrasi pada akhirnya berujung pada pilihan tertentu dan tak ada pilihan lain.
Begitu akan sangat menarik dan mendobrak mitos WASP itu, bilamana pada akhirnya tanggal 4 November bulan depan, warga Amerika mayoritas memilih Obama dibandingkan McCain. Hal ini menunjukkan Obama, dipilih oleh warga Amerika yang rasional dan berlandaskan akal sehat untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik, mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat kelas menengah.
Kita lihat saja bersama-sama, sejauh mana negera yang gembar-gembor meneriakkan demokrasi dapat menerapkannya sendiri.
Lha Indonesia sendiri bukannya JAMUL..?
Apaan tuh..
Jawa, Muslim, dan Lelaki..
Hahaha, bukannya untuk “lelaki” sudah didobrak oleh ibu Megawati..? Dan “Jawa” sudah dibuktikan tidak berlaku oleh BJ Habibie?
Kalau “muslimnya?”
ehh…..
Emang ada yang berani..?
& Komentar |
Budaya, indonesia, tanah air | Ditandai: agama, barack obama, habibie, jamul, mcCain, megawati, politik, presiden, presiden ameriaka, sara, sby, wasp |
Permalink
Ditulis oleh Mas Kopdang