Teman kita, Liveni (di mana pun dirinya berada), menulis dan menyampaikannya melalui email kepada ane’ sebagai berikut:
Mas Kopdang,
Pertama2 aku mau ucapin Minal Aidin wal faidzin dulu neh mas (semoga dengan terbukanya pintu maaf semua berkat dapat dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih-Amien)
Terus terang mas aku bener2 ngarep eh spy bisa keterima di BI untuk proses MLE-PBP kira2 kalo tes psikologi tertulis itu seperti opo toch mas? dan tujuanne unk apa? terlebih ada tes psikiatri –> itu semacam tes dengan psikiater or what mas?
Terakhir saya juga mau tau kalo THP unk MLE berkisar berapa sih Mas? spt kata Mas Kopdang biar jadi motivasi,hi3.
Many Thanks,
Liveni
Komentar ane’:
- Ya. Terima kasih atas doa Mbak Liveni. Semoga segera mendapatkan Levina.
- Untuk substansi apa itu tes psikologi tertulis dan tes psikiatri tentu saja ane gak bisa jawab. Lha, ane bukan psikolog, dan andaipun dalam posisi itu, tentu saja secara profesi gak boleh memberitahukannya.
- Secara umum tes psikologi tertulis beda dengan tes lisan, karena wawancara bisa jadi merupakan tes psikologi juga. Nah, kalau tes psikiatri itu kayaknya sih berguna bagi user untuk mengetahui kondisi kejiwaan kita, baik dari pola pikir, perilaku seksual, hingga masalah ketertarikan pada aktivitas tertentu. Seperti apa tes-nya, rahasia doank ah. Mungkin saja tiap tes, diberikan soal dan metode yang berbeda-beda. Kalau ndak salah sih, tes psikologi itu domain-nya psikolog (lulusan fak. Psikologi kali yah..?), sedangkan psikiatri adalah domain dokter ahli jiwa (terkait psikologi klinis).
- Jangan lupa, biasanya akan ada tes kesehatan yang dilakukan setelah tes psikiatri. Jadi bila ada yang ndak lulus tes, tinggal pilih saja, jiwanya yang sakit atau kondisi kesehatan yang ndak prima.
- Bukankah dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat..?
- THp lagi-THP lagi bukannya ane udah jawab di sini..?
- Salam buat keluarga. Kalau sudah dapet Levina jangan lupa ane’ ya..
>>>Teman-teman yang berasal dari psikologi atau kedokteran bisa menjelaskan perbedaan psikologi dan psikiatri..? Silahkan…













Posted by ngodod on Oktober 5, 2008 at 11:08 am
yang jelas saya bukan psikopat…
*opo hubungane jal…*
Posted by Catshade on Oktober 6, 2008 at 8:39 pm
Psikiatri, sesuai turunannya (spesialisasi kesehatan jiwa dari pendidikan kedokteran), memang lebih berfokus pada psikologi abnormal atawa penyakit jiwa. Mulai dari stres/depresi sampai skizofrenia biasanya menjadi ranah mereka. Dan karena masalah-masalah klinis ini biasanya salah satu sumbernya adalah gangguan kimiawi dalam sistem saraf otak, psikiater juga punya kewenangan meresepkan obat seperti dokter pada umumnya.
Psikologi, di sisi lain, lebih luas ranahnya dari psikiatri dan cenderung lebih ‘normal’ (meski masalah abnormal non-klinis seperti fobia bisa ikut ditangani juga). Sebut saja masalah inteligensi, kepribadian, penyesuaian diri, harmoni perkawinan, mengurus anak, pendidikan, human resource, seksual, sosial, politik, dan masih banyak lagi. Meski pembagian ini sepintas terlihat jelas di atas kertas, tapi di dunia nyata biasanya sering bersinggungan (di mana psikiater ikut merambah pekerjaan psikologi, damn them!
)
Saya rasa, tes-tes psikologi yang akan dijalani akan lebih menyentuh masalah inteligensi, kepribadian, EQ, minat-bakat, dan gaya bekerja anda, sementara tes-tes psikiatri (mungkin, saya sendiri belum pernah menjalani ini) akan melihat potensi penyakit jiwa yang mungkin sedang atau akan anda derita. Memang sebenarnya melanggar etika kalau saya membocorkan apa spesifiknya tes yang digunakan dan bagaimana cara mengerjakannya yang benar, tapi menurut saya rata-rata psikotes itu serupa; sekali anda sukses mengerjakannya (misalnya di seleksi kerja terdahulu), saya yakin anda juga akan berhasil mengerjakan semua psikotes-psikotes yang mungkin akan anda hadapi di masa depan. Ndak perlu repot-repot beli buku ‘contekan’-nya segala…
Posted by Mas Kopdang on Oktober 6, 2008 at 9:06 pm
@ ngodod
yang jelas ente mah senengnya patgulipat..
@ catshade
Waks..makasih banget uda ngasih sumbang saran dan pencerahannya.
Posted by ct on Oktober 17, 2008 at 9:29 am
Ass. Uwwwhah….. asik yah berkompetisi di BI.
Makasssiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih byk bwt mas kopdang yg kasi info2 ptg bwt qte2.
Moga amal ibadahnya diterima ALLAH SWT.
Mas, aq tuh selama ni selalu gagal di tes akhir, kesehatan. di PLN, Depkeu, dll.
sekarang aq pengen brusha lebih baeq lagi.
klo tes psikiatri aq pernah EEG di PLN, kayak gitu gituh mas contohnya? aq teh asa belum pernah tes psikiatri. Trus tips nya apa ajah bwt lulus tes kesehatan n psikiatri?
da aq teh mas, ga ada penyakit berat atau menahun, alhamdulillah….
makasih byk y. jazakallah kk. (Moga dibales ALLAH SWT dg yg lbh baeq bkali lipat). Aamiin.
Posted by ita on Oktober 20, 2008 at 8:47 am
Mas Kopdang,
Biasanya kalo habis pskikotest tertulis n diskusi kelompok berapa lama sih pengumumannya karena kemarin ga dikasih tau kapan pengumumannya. Trus apakah melalui sms atau ttp melalui situs ppm. Mohon jawabannya ya maaaaaaaaaasssssssss.
Posted by ita on Oktober 20, 2008 at 8:48 am
Mas Kopdang,
Biasanya kalo habis pskikotest tertulis n diskusi kelompok berapa lama sih pengumumannya karena kemarin ga dikasih tau kapan pengumumannya. Trus apakah melalui sms atau ttp melalui situs ppm. Mohon jawabannya ya maaaaaaaaaasssssssss. ohaya jawabannya kirim ke email aja kali
Posted by Budi on Oktober 21, 2008 at 11:40 am
Mas Kopdang,
Aku juga ingin nimbrung nich… boleh ya?…
Iya pengen tau juga, emang pengumuman Tes Psikologi & Diskusi Kelompok nyampe 3 minggu ya? Soalnya kemaren panitianya ga ngasih info yang jelas ttg pengumumannya. Klo menurut pengalaman Mas Kopdang berapa lama ya????
Ya Insya Allah lulus semua…
Posted by noel on Nopember 8, 2008 at 11:09 am
mas kopdang…mohon pendapat
sekarangkan lagi musim test kpu dan anggota legislatif..nah sekarang itu test psikiatri lebih diutamakan, jadi dokter psikiatri menghadap direktur RS bahwa test psikolog tak perlu diadakan(lebih menonjolkan psikiatrinya), jadi mohon pendapatnya mana yang lebih penting nih..karena ini menyangkut dua profesi yang hampir serupa tapi tak sama
Posted by andi on Nopember 24, 2008 at 11:32 pm
psikiatri mirip tes psikologi, cuman lebih mendetil ke masalah kejiwaan kita, hal-hal yang disukai dan tidak di sukai. hal yang ditakuti, dll. kayaknya ngetes kita waras apa ga, stress apa ga, skizo apa ga, bengis apa ga, beradarah dingin apa ga, …..mungkin lho
Posted by atan suciya on Juli 10, 2009 at 10:16 am
kopdang bijiq
Posted by atan suciya on Juli 10, 2009 at 10:19 am
ga jelas u blog kacau nie..lancau kopdang
Posted by Mas Kopdang on Juli 10, 2009 at 1:24 pm
Hahaha..

Tengkyuu atas masukkannya ya Brur.
Selamat hari jumat.