JakJazz 2008. Perhelatan tahunan yang makin cihuy aje’.
Foto mulu, mana narasinya..? Baca entri selengkapnya »
JakJazz 2008. Perhelatan tahunan yang makin cihuy aje’.
Foto mulu, mana narasinya..? Baca entri selengkapnya »
Olim miminise iubavit – selalu menyenangkan mengenang hal-hal yang telah lewat.
Maka ketika kantor saya melaksanakan kenduri dan diskusi bertempat di Museum Bank Indonesia –Jakarta Kota, pribahasa latin tersebut terasa sangat tepat.
Unik memang, ketika diskusi dengan judul “Pemanfaatan Media Online sebagai Sarana Pembelajaran dengan Kemasan Marketing Online” dengan banyak nuansa kekinian-bahkan masa depan, dikupas dan didiskusikan dalam salah satu ruangan dalam museum. Seakan-akan menandakan kerelaan “masa lalu” untuk menyambut “masa depan”.
Diskusi ini dihadiri oleh Ninok Leksono, redaktur senior Kompas, Ibu Amalia E. Maulana, Senior Research & Integrated Marketing Communication Consultant, dan Enda Nasution. Baca entri selengkapnya »
Kenduri itu purna sudah. Menyisakan banyak cerita, hikmah dan harapan yang semakin menumpuk. Perasaan syukur? Tentu saja…!
Entah mengapa, kenduri yang awalnya saya hindari, menjadi sebuah pengalaman yang asyik untuk dinikmati.
Bagaimana tidak? Susah juga menahan diri untuk tidak berfoto bersama ndoro panitia. Stasiyun tipi sekelas Trans Tipi aja dengan susah payah menjadwalkan dan mengiming-imingi Ndoro untuk diajak ngobrol dengan tipu-tipu masuk telepisi. Ane sih ndak yakin itu kamera nyala dan merekam wawancara.
Selamat berkenduri…
Entah, apakah panitia sudah memikirkan ini sebelumnya. Blogger terbagi menjadi dua bagian besar. Perokok dan (sampai saat ini belum) bukan perokok.
Jadi, melihat susunan acara PB2008 yang hingga larut senja, maka sudah bisa ditebak bagaimana penuhnya asap rokok di bagian toilet (baik pria atau wanita) bila selama atjara, peserta dan semua pihak dilarang membuang asap.
Juga atjara hanya akan ramai di pembukaan dan (mungkin di penutupan) layaknya sidan paripurna…
Maka, sebaiknya persis seperti terminal Lebak bulus, ruang atjara PB 2008 dibagi bukan semata-mata acara yang berbeda, namun juga ruangan yang berbeda, dengan kategori ya itu tadi, perokok dan bukan perokok.
Misalnya pada tahap atjara paralel jam 2 siang..para blogger setelah makan siang, mestinya paling enak bagi perokok adalah kongkow-kongkow sambil ngisep…bisa-bisa di acara paralel, banyak yang kabur-kaburan dan malah asyik kangen-kangenan dan kenalan di luar seluruh kegiatan paralel ituh..
Jadi setiap atjara juga sebaiknya ada dua ruangan…
Misal, nanti ada ruangan acara photoblogger dari Mas Iman di ruang A1 dan dibuatkan teleconfrence dari ruangan A2 yang isinya para blogger perokok yang mengikuti atjara yang sama. Mungkin pimpinan kloter dari ruangan ini dikepalai oleh mbak ayu nan wibawa Tikabanget dot kom.
Sedangkan di ruangan A1 akan diimbangi dengan kehadiran mbak Chici Marichic dan mbak Chika Mariska..
Lho kok mereka sih..
Lha, khan biar bisa sekalian jadi model kalo ada acara praktek moto sgala..
Dan begitu seterusnya, sehingga seluruh susunan atjara akan diselenggarakan dengan dua tempat yang berbeda, seperti rapat tim komisi di DPR sana. Baca entri selengkapnya »
Gambar di atas dari koran kompas hari ini, 21 November 2008. Iklan lumayan besar di halaman 53.
Kok ada kalimat “Bersama Kita Bisa..” ya..? Kok hebat bener ya pengaruh kabinet SBY -JK sampe Pesta Blogger pun ikut-ikutan jargon mereka saat PEMILU 2004 hingga kini… Baca entri selengkapnya »
Ya. Rizal akhirnya memilih mundur, setelah bosnya kawan baiknya pun menyatakan mundur dari Kabinet SBY.
Maka RM09 yang sempat menghebohkan itu pun sekadar sejarah. HIStory lucu-lucuan negeri demokrasi.
(TIPS MENGELOLA ENERGI)
Oleh: Sylvia Damayanti Amril*
Memuaskan orang lain jelas impossible jika kita tidak memulai dengan memuaskan diri sendiri.
Kepuasan personal akan terlihat dari ucapan dan tindakan kita yang tenang, pembawaan yang santai bahkan pada situasi yang menekan sekali pun. Energi yang terkelola dengan baik merupakan salah satu indikator untuk membuat diri dan orang lain dalam kondisi win-win solution.
Kita ingin tampil “prima” dihadapan pasangan, ingin menjadi orang tua yang “baik” bagi anak-anak, performa “unggul” dihadapan atasan, namun disisi lain dengan segala keterbatasan, tidak jarang rasa frustrasi, kecemasan, rasa malu mendera diri baik karena level ketidakpastian yang ada dalam hidup maupun karena nilai-nilai yang telah terbentuk karena pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan.
Terlalu banyak hal yang membuat kita cemas dan menguras energi sehingga membuat lemas. Baca entri selengkapnya »
Senja di sudut Jakarta. Meremang dengan cahaya kota. Aku telah selesai dengan tugas. Tapi pasti akan ada “tugas” yang lain.
Suara Zach Condon dan ukulele bersenandung, Postcards from Italy menyejukkan jiwa-jiwa yang lelah.
The times we had
Oh, when the wind would blow with rain and snow
Were not all bad
We put our feet just where they had, had to go
Never to go
Kriiiingg…! tilpun di sudut cubicle berdering. Sial, apakah masih ada tambahan tugas saat ingin pulang? Aku angkat dengan was-was.
Mas Kopdang, I have a question for you…
Okey..(keminggris Mode: ON).. Ada perasaan lega. Di sudut ujung tilpun sana, Tika, sahabat malamku yang berbicara.
Kamu sudah menikah berapa lama..?
Hm…menikah? Pertanyaan apakah ini. Jebakan Batman!
Perempuan yang menanyakan bukan saja status, namun seberapa besar kesetiaanku dapat bertahan.
Berapa ya..hampir empat. Memang kenapa?
Seberapa besar sih kamu bisa menjaga kesetiaan itu? Apakah selama empat tahun kamu tak pernah tergoda?
Alamak..! konyol bagiku untuk menjawabnya. Goda. Tergoda. Gado-gado? Bukankah justru aku yang biasanya menggoda? Apakah kata tergoda selalu milik penghuni Mars dan penggoda adalah milik makhluk planet Venus? Baca entri selengkapnya »
Terkadang, kreativitas pun butuh contoh yang menjadi tumbal. Maka, ketika serombongan anak Al-Izhar membikin karya editing film plus dubbing suara, maka cara yang paling gampang adalah menumbalkan film asli.
Mau bagaimana lagi.
Maklum, mereka masih SMA (atau malah SMP)..
Lucu, katrok, ndeso tapi menyenangkan…
bisa dilihat di youtube
Kata forbes.com, Aburizal Bakrie sudah menyampaikan pengunduran dirinya dari Kabinet SBY-Kalla dan akan fokus pada dunia amal dan kemanusiaan, Jumat minggu kemaren, sehari sebelum dirinya ultah ke 62.
Alhamdulillah…
Semoga oleh SBY dikabulkan.
“Mengapa Tuhan menciptakan nyamuk..?”
Apakah sama dengan mengapa KPU memperbolehkan banyak parpol berlaga di Pemilu 2009? Padahal jelas-jelas sampe sekarang parpol kerjaannya persis nyamuk: hinggap gak pandang bulu dan ujung-ujungnya nyedot darah kita.
Tentu saja Tuhan bukan KPU. Tuhan jelas tak suka korupsi proyek pengadaan kertas, kotak suara atau tinta PEMILU dan jalan-jalan ke luar negeri dengan dalih studi banding…
Juga Tuhan tak pernah menerima pesanan menggolkan partai ini layak tanding atau sekadar penggembira sesaat. Tuhan membiarkan setiap nyamuk yang layak terbang, punya alat penyedot kuat, sayap prima dan sigap menghadapi geplokan manusia untuk hidup nikmat.
Nyamuk itu seperti parpol? Masak sih…!
Sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya). Kehormatannya telah direnggut oleh seorang pemuda berinisial RM saat sedang pulang dari sekolahnya. RM sendiri telah mendekam di dalam jeruji besi setelah polisi mendapat laporan dari orang tua Bunga tentang kejadian yang menimpa anaknya.
<…..>
Saat ditanya kenapa melakukannya, RM dengan pelan menjawab, “Saya khilaf, Pak. Entah ada setan apa yang merasuki pikiran saya. Saya sedang membaca UU Pornografi dan di situ saya membaca ada pasal tentang persenggamaan, masturbasi, onani, ketelanjangan, alat kelamin, berikut penjelasannya tentang oral seks, lesbian, mencabuli dengan paksaan, penutup tubuh yang tembus pandang.”
“Setelah saya baca itu, entah kenapa saya jadi ingin, Pak.”
Kisah di atas cuma khayalan belaka. Semoga saja tidak terjadi. Agak ironis juga kalau ternyata terjadi. UU Pornografi memang sudah menuai kontroversi dari dulu. Saya sendiri termasuk yang tidak peduli dengan UU tersebut. Mau disahkan atau tidak, kok sama saja. Tapi kalau usul, namanya mbok ya diganti. Teringat kutipan orang besar “I’m not anti war, but pro peace.”
Terkadang orang memfokuskan diri kepada hal-hal negatif dengan bermaksud menentangnya, tetapi justru malah memberi kekuatan kepada hal-hal negatif itu. Kayak orang berusaha melupakan mantan pacar. Semakin berusaha melupakan, malah keinget terus. Dulu namanya UU Anti Pornografi, sekarang UU Pornografi saja. Sebentar lagi orang Indonesia pasti menyingkatnya jadi UU Porno.
Ya sudahlah, Undang-undang, apapun namanya tetap saja harus dipahami dan diamalkan, bukan begitu?
Kemarin Mas Koko izin sama saya untuk memuat tulisannya mengenai Undang-undang Pornografi. Entah main-main atau serius, ia minta izin. Padahal, ia sudah mendapat hak “author” dari saya dalam blog ini, sehingga bila ia menulis, tak perlu ada approval dari saya.
Misalnya ia benar-benar serius minta izin, maka kemungkinannya lebih dekat karena Undang-undang Pornografi lagi hangat dibicarakan dan entah mengapa akhirnya justru malah menyerempet masalah keyakinan (dibaca: agama).
Saya yakin Mas Koko paham bahwa saya paling jarang bicara keyakinan. Saya termasuk pemrotes pencantuman agama dalam KTP. Juga di Facebook. Karena kagak ade hubungannye, Dulll…!
Agama bagi saya adalah sesuatu yang getas sekaligus kokoh. Mengapa getas? Mengapa rapuh..?Dan sekaligus mengapa Kokoh?
Getas! Karena agama sejatinya adalah pilihan.
Beda dengan warna kulit, ras, atau etnis. Karena tiga terakhir tersebut adalah ada dengan pasrah bongkokan, alias hanya Tuhan yang punya hak memberikan saya berkulit coklat, termasuk Melanesia dan berbudaya Jawa. Sebelum Njendul dari rahim Ibu, saya ndak sempet tawar-menawar dengan Tuhan dan bilang:
“Han, ane tulung dilahirkan dari rahim Angelina Jolie, berkulit kuning langsat, rambut hitam, dan hidung mancung..! oh iya, Han..bikinin sifat ane doyan minum ASI ya..”
Itu adalah hil yang mustahal Sodara-sodara !
Juga ketika saya sudah besar, apakah saya bisa berganti warna kulit dan merubah ras? Hanya Michael Jackson yang nekat mencobanya.
Sudah pernah lihat iklan layanan masyarakat yang ini untuk menyambut Hari Pahlawan?
Bapak tua memakai topi petani tampak lelah menatap kamera dan bilang, “Saya pahlawan.”
Pemuda dengan pakaian seragam sekolah SMU, menatap kamera dan bilang, “Saya pahlawan.”
Ibu mengenakan blazer lengkap berkacamata bilang, “Saya Pahlawan.”
Hakim bilang, “Saya Pahlawan.”
Olahragawan bilang, “Saya Pahlawan.”
Guru bilang, “Saya Pahlawan.”
Anak perempuan berseragam SD, bilang, “Saya Pahlawan.”
Ada yang sudah pernah melihat? Kalau sudah saya malah heran, soalnya saya cuma membayangkan itu dalam pikiran saya.
Selamat Hari Pahlawan, Teman.
Anak saya, Ciprut, selalu memanggil lelaki dewasa dengan sebutan “Om”, dan perempuan dewasa dengan sebutan “Tante”.
Maka, ketika riuh rendah pemberitaan mengenai Obama disiarkan via televisi nasional maupun luar negeri (via tv berbayar), maka yang ia tangkap pria botak, hitam, murah senyum dan bersuara lantang itu adalah “Om-Bama”. Seorang lelaki dewasa bernama Bama. Maka disebut Om-Bama.
Minggu pagi tadi, ketika menyaksikan pertandingan basket antara New Orleans Hornet versus Miami Heat, ia berujar:
“Yah, Om Bama main basket…”
“Jikalau Ibu Sri Mulyani jadi mundur, maka berita ini pasti akan benar-benar heboh, bahkan lebih seru dibandingkan SBY mundur di tengah jalan…!”
Sahabat saya berkata demikian.
Itu lah repotnya kalau satu rumah, apalagi anak yang diserahi tugas bagian keuangan, dirusuhi oleh Ibu tiri bernama Bu Klara dan anak sulung yang yang punya banyak usaha roti alias Bakery. Apalagi ada anak tetangga bernama KADIN yang makin nggaya dan punya posisi tawar tinggi. Baca entri selengkapnya »
Sudahlah. Obama sudah menjadi orang nomor satu Amrik. WASP sudah usang. Ide yang tak perlu dibawa pulang, cukup diringkus dan buang ke jurang.
Lalu bagaimana dengan kita? Pemilu yang adiluhung yang konon katanya akan dimeriahkan kontestan baru semisal Sri Sultan dan RM 09.
Kalau saya terus terang saja senang berpolitik. Tapi saya tak senang dan tak berniat mencoblos maupun mencontreng, baik Caleg apalagi Presiden.
Tapi ada baiknya kita harus tetap optimis, seperti teman saya Juned:
“Bayangin nDang, cewek Bandung oke banget euy! Dari 4 cewek yang ane liat, yang cantik ada 5…!”
Busyet!
Oke lah, untuk mengakomodir pembicaraan pemilu maupun pembicaraan mengenai wanita cantik, bagaimana kalau saya posting-kan tulisan mengenai Pemilu, oleh perempuan cantik, ayu, kenes lan ngangeni berikut ini..? Baca entri selengkapnya »