Pendek

pendek.

Menulis pendek bukan berarti pikiran kita pendek. Kalimat pendek bukan berarti kemampuan bahasa kita pendek. Otak dekat dengan telinga. Biar mendengar langsung dicerna. Mulut harus jauh dari kaki. Buat apa? Supaya ucapan salah tak mesti harus dibalas tendangan.

Pendek dapat diartikan ringkas. Hemat namun cermat. Enak dibaca dan pertanda kita sayang pembaca. Tidak bikin pusing kepala.

Saya suka pada kalimat pendek. Suka sekali. Sungguh!

 

Daripada tulisan panjang yang bertele-tele, tidak jelas apa yang mau disampaikan, sehingga terkesan memaksa dan akhirnya malah bikin bingung yang membaca karena alih-alih gampang dicerna, justru kalimat panjang paling riskan untuk tak terbaca atau sengaja dilewati oleh pembaca, seperti kalimat ini contohnya.

 

Betul?

 

Mencari perhatian justru muncul dari kesederhanaan.

 

“Aduh sakit..”

“Awas…”

 

Bandingkan dengan kalimat berikut:

 

“Ternyata saya sakit sekali lho rasanya karena baru saja terantuk batu!”

“Jangan lupa hati-hati kalau menyeberang ya, bisa-bisa terserempet bajaj di jalur cepat!”

 

Pendek. Mudah dikenali. Gampang diingat.

 

Blog. Lebih popular bila dibandingkan weblog.

Mas Kopdang. Enak didengar daripada Mas Kopidangdut.

 

SBY lebih keren daripada Susilo Bambang Yudhoyono. Hanura. Hati Nurani Rakyat. Gerindra. Alat potong?

 

Muchdi. Munir. Polly. JK. UI. UGM. PSSI. Hape.

ATM. Golput. PKS. ASU. Pabu Sacilat. Dagadu. SMS. BBM. Gaza.

 

Pendek. Ringkas.

 

Itu saja.

:P

Betul?

 

@ foto dari flickr creative commons

3 Tanggapan ke “Pendek”

  1. Menulis dengan Kalimat Pendek « Ide Untuk NgeBlog Berkata:

    [...] dengan Kalimat Pendek Mas Kopdang memberikan alasan mengapa kita sebaiknya ngeblog dengan tulisan yang pendek-pendek: Pendek dapat diartikan ringkas. Hemat namun cermat. Enak dibaca dan pertanda kita sayang pembaca. [...]

  2. bah reggae Berkata:

    Benar juga yak. Di film2 itu sering yg paling ditunggu juga bagian “ah-uh”. Malah klo banyakan ngomong langsung dicepetin.

  3. paijos Berkata:

    tapi kalo dah ber istri, enaknya yg panjang2 mas…hihih. lam kenal ya..:)

Tinggalkan Balasan