Hujan

Februari 27, 2009

Hujan. Daun basah. Begitu pun hatiku.

Mengingatmu. Dalam renungan musik efek rumah kaca.

Hinggap wajahmu. Rambut tergerai. Wangi. Kucumbu.

 

Maka percakapan senja pun kembali datang menghampiri. Aku di ketinggian dan ia, entah di mana.

 

Dang, apa kabarmu?” Suaranya serak. Perempuan senjaku. Seperti ada semerbak aroma tubuhnya datang ke pangkuanku.

 

Baik..”.

 Ku jawab singkat.

 

Hey Dang, aku kangen kamu..”

Glek..! Busyet..!

 

Hujan. Basah. Rayuan senja. Ataukah kenyataan hati. Baca entri selengkapnya »


Ponari dan Mpok Nori Minum Pocari

Februari 14, 2009

Pada jamannya, Mpok Nori mungkin lebih cantik dibanding Luna Maya seperti saat ini. (Mungkin lho ya). Mpok Nori adalah artis panggung yang lagaknya Jakarte banget dah! Iya pan? Lengkingan suaranya mirip vokalis Band Serieus. Sang Roker yang manusia. dan die orang (mpok Nori) juga manusie’?

Lain halnya dengan Didi Ninik Towok. Ia seorang penari. Main panggung juga, namun beda sajian. Menghibur, menggelitik sekaligus mengejek. Penuh inovasi tiada henti.

Ia penari.

Mpok Nori dan Didik Penari, bukanlah Ponari. Walaupun sama-sama fenomenal. Tentu saja di jamannya masing-masing.

Nah, yang mirip dengan Ponari justru adalah air rasa nano-nano dalam kaleng biru penyegar tubuh. Namanya Pocari. Mengapa sama? Konon katanya Pocari dan Ponari sama-sama dapat menyehatkan.

***

Kompas hari ini, 14 Februari 2009, dalam tajuknya beranggapan bahwa keberadaan Ponari adalah akibat “masyarakat yang sakit”. Benar? Kompas bilang bahwa Ponari adalah hasil dari ciri masyarakat yang absurd-irrasional. Betul?

Lain halnya yang disampaikan Ingki Rinaldi, pada harian dan tanggal terbit yang sama (page 1). Kepercayaan pada kesaktian, lama dan mahalnya pengobatan secara medis (Hello para dokter?), serta keengganan mengurus akses pengobatan gratis dari pemerintah adalah musyabab dari munculnya fenomena Ponari.

Cukup menarik komentar Ndoro Kakung dalam status facebooknya.

“Tak tega mencemooh pasien ponari, krn di mata mereka, para facebookers seperti kita pun irasional.”

***

Dalam dunia psikologi kedokteran inilah yang disebut dengan Placebo. Sugesti alam pikiran pada suatu hal yang dianggap menyembuhkan dan terbukti efektif. Apakah itu irasional?

Efek placebo adalah fenomena penyembuhan yang sifatnya individu. Bukankah obat medis pun dikatakan juga sebagai salah satu sumber sugesti penyembuhan?

Walau bertalian antara fisik (yang sakit) dengan kondisi psikologi, maka apa yang dilakukan oleh para pasien Ponari, adalah sugesti efek placebo yang justru muncul bahkan sebelum si pasien mendatangi Ponari.

Kabar baik adanya anak kecil yang “ketiban kesakten” adalah obat itu sendiri bagi para pasien. Maka membludaklah para pengunjung.

Apakah itu sesuatu yang irasional dan muncul dari masyarakat yang “sakit” serta absurd?

Jangan-jangan, tak ada bedanya dengan kita yang rela ngantri berjam-jam dan atau pesan dulu di daftar pasien dokter anak favorit, dokter jantung kesayangan atau suster genit yang aduhai.

Jangan jangan kita pun berlaku sama dengan mati-matian sungkem-nunduk, rela dibanting kanan-kiri-atas-bawah oleh atasan, bahkan istri atasan, demi kesehatan “karir” kita.

Juga dengan secara berlebihan kita bersungut-sungut rela menghabiskan uang tabungan demi gadget, gaya hidup, dan kewewahan pangan sandang kita, demi kesehatan sosialisasi kita di hadapan teman, kawan, kolega, musuh, mertua, dan selingkuhan kita.

Apakah itu masih rasional?

***

Kata Placebo berasal dari latin. I will please. “Placebo domino in regione vivorum”. I shall please the Lord in the land of the living”.

Ada kepasrahan yang dahsyat kepada pemilik jiwa. Percaya. Tawakal. Berusaha sembari memasrahkan diri. Apakah itu irasional?

***

Eksmud muda lagi pusing, ia merokok dan dugem. Supaya pusingnya ilang. Anggota caleg ingin punya suara banyak, maka ia membayar dosen-dosen mengkampanyekan dirinya –meminjam corong orang lain- untuk meraih massa, apakah itu rasional?

Terkadang kita terlalu jumawa sebagai orang yang selalu berlogika tanpa jeda. Merasa sistematis logis dalam mengambil keputusan, lalu mengapa plat mobil dengan angka tertentu masih digandrungi kaum berpunya? Bahkan nomor hape yang dianggap hoki.

Maka POnari sejatinya adalah keniscayaan. Bahwa di balik kesulitan yang kita hadapi, akan ada jalan keluar. Entah dari seorang Presiden, entah dari seorang Ponari.

Karena sesungguhnya, dunia lebih dibangun atas “kepercayaan”, bukan sekadar “common sense” dan logika berpikir orang an yang merasa modern dan tak sadar terperangkap dalam pengkotak-kotakan pola pikir yang justru lebih irasional!

Akhir kata:

Mpok Nori suka Pocari, Beli pocari di Papua Nugini.

Itulah sebabnya kita jarang melihat ia di layar tipi.

:lol:


Gamelan Yang (Mulai) Mewabah

Februari 8, 2009

astorygamelan

 

Ada yang menarik dari Acara TED 2009 di Amerika. GamelanX, tampil sebagai pembicara utama sekaligus mempegelarkan kebolehannya.

 

Sayang seribu sayang, Gamelan X tak beranggotakan satu orang Indonesia pun juga.

 

Dari pada saya susah-susah menulis lagi tentang gamelan, silahkan baca selengkapnya di kopdang.com

 

{+}

bonus postingan terkait Gamelan di blog ini yang sempat ditampilkan.