Pembuat Group di Facebook ‘Say No To Mega’ Terancam Pidana
Ada-ada saja ulah anak jaman sekarang. Bisa maksudnya melucu, guyon, atau serius, namun yang jelas ancamannya bisa bikin jantung dag-dig-dug-duerrr!
Detik.com melansir:
Pembuat grup ‘Say No To Mega’ di jejaring sosial Facebook bisa diancam penjara 1 tahun dan denda Rp 24 juta. Pembuat grup ini bisa dikenakan pasal 270 Undang Undang (UU) Pemilu.
Mengapa sih tidak secara elegan saja menulis surat terbuka, dengan sikap jantan? Eh, kok ya malah bikin group diskusi dengan “Say No To Mega” yang malah menimbulkan polemik, apalagi kriminal.
Ayo jangan golput. Pilih saja Mas Nobody dari Partai Awang-awang. Karena Nobody keeps his promises.
Jangan lupa tanggal 9 kudu milih. Minimal milih menu sarapan, milih channel tipi dan milih mau kemana liburan panjang 4 hari.
##
artikel terkait
+ http://ryosaeba.wordpress.com/2009/04/05/say-no-to-megawati/










bisa dikenakan, asalkan yang bikin halaman (BUKAN GRUP!) tersebut adalah anggota partai peserta pemilu.
Ah hukum berlaku buat rakyat jelata…oBOs…Mah tuenang aze
diskusi tersebut justru sangat elegan..!!! tidak di lakukan di jalan raya,yg dapat menimbulkan kemacetan ..merupakan refleksi juga thd rakyat yg sudah sangat jenuh dengan tingkah Beliau ini ..
salam,
Saya rasa bikin surat terbuka useless, mungkin bikin grup di facebook bisa jadi suatu cara untuk menyuarakan aspirasi. Bukan begitu?
enaknya jadi rakyat jelata, ndak kena UU itu ya? asek asek!!!
kan masih “bisa”… jadi blom tentu kan…
Kalu begitu seluruh tokoh politik bisa terkena pidana, karena semua Say No to lawan pilitiknya..benar nggak..
ayo pilisi berani nggak nangkap semuanya ?
benull… itu kan cuman untuk menakuti orang aja… lagian megawati kan bukan siapa2x, baru juga ketua umum partai…..
ciri pemimpin idaman: pemimpin yg bisa menurunkan tarif internet jadi 50 ribu/bulan kecepatan 1 Mb dedicated
Jangan setengah-setengah kalo ngasih info mas kopdang, tolong dicantumin juga bahwa yang quote itu adalah bapak Mulyana W. Kusumah, yang notabene seorang…. jadi siapa yang ngerasa paling bener???
wah,, serius tuh mau dijerat pasal 270 Undang Undang (UU) Pemilu . ??
iii… atuut de…
Halah….Kalo suporternya kena pasal ga ya?Wkwkwk,jadi penuh 85 rb orang d pengadilan
Negara demokrasi, rakyat berkuasa. Right?
Ini negara demokrasi….masa menyampaikan pendapat ko di tangkap….gemana seeh….
Kunjungi—> http://www.konsultan-arsitektur.com/
iya neh..anak – anak muda jaman sekarang kalo ga nyindir, pake kekerasan. Kalah ma anak muda di luar negeri. harusnya kita punya cara atau buat media yang bagus yang lebih terhormat dan mandiri untuk melakukan sesuatu. Be Creative and Innovative untuk segala macam hal…
sepertinya sudah mentok kesulitan menangkap koruptor… carinya yang bikin grup-grup kaya gitu…
Keren… Klo dulu sering dibilangin Say No to Drugs, sekarang ada trend baru
Apa sih bedanya dengan polling online lainnya ? kalo ada yg sewot & merasa black campaign berarti memang kurang besar hati untuk menerima kritik
suara rakyat tidak bisa disalahkan….
ah gak apa2 itu… memang kebanyakan para pahlawan dan orang hebat kita pernah dipenjara terlebih dahulu baru kemudian dia sukses…
wahh kok sekarang jd gak bisa di akses yah… (00:56) badahal mau refresh halamannya bwt liat komentar2 yang baru… di tutup kayaknya neh..
kalo denda 24 juta trus angkanya dah tembus 100.000 urunan wae to kang, 1 orang urunan 240 rupiah (ah enteng itu) he he he
Yeileh masih enakan bapak suharto dulu skarang orang ngerti dikit demokrasi pada teriak2 alasan negara demokrasi alasan ham yg ini yg itu INDONESIA MEMERLUKAN DIKTATOR SEPERTI SUHARTO BR DPT DAMAI LG masukan bui saja yg sok bicara ini itu BUKTINYA AMAN PEMERINTAHAN SUHARTO TDK KACAU SEPERTI SKARANG ancurrrr ancurrr indonesiakuuuu pada goblok kabeh ditumpangi ambisi politikus dpt kursi siapapun yg jd tetap bayar sarana weleh
OK…. Saya mau milih menu TV apa ya yang bisa dipercaya untuk menghilangkan stress ini?
Katanya kita ini hidup di negara demokrasi???
yang harusnya ditangkap itu yang koar2 ngajak golput!!! karena mau dibawa kemana bangsa ini kalo peserta pemilunya pada golput semua!!!
aparat terkait dan berwenang pada ga punya nyali kalo mo nangkap tokoh kelas kakap satu ini…
Asli gw gag suka ma ibu “m” tuh,oon,s1 ja gag lu2s.gag malu pa ma bokapnya yg thn sblm kmerdekan udah insinyur.gw gag rela dpimpin presiden bego!
Apakah karna pembuatan group ini trus berpolemik, harus dibawa ke area hukum? kasian juga ya, masih banyak urusan kaitannya dengan politik uang pada kampanye dll yg kayaknya lebih penting dari pendapat suatu komunitas di FB.
ya udah…tingkatkan aja ke Say NO to pdip…kkekekkek
Saya kira tidak baik sedikit-sedikit main ancam tutup,pidanakan dll mengenai apa yg ditulis di facebook itu jelas kok dan sesuai waktunya/kampanye dan pendapat2 masyarakat lebih valid dan benar adanya.
jadi nulis di facebook/blog lebih baik dibanding langsung mencaci maki di TV yg dilihat oleh semua kalangan masyarakat yg efeknya bisa mahal sekali.
jadi introspeksi dulu sebelum mencalonkan presiden atau ngaku mewakili rakyat.
Kok bisa ya……? biasanya UU Pemilu itu yang paham hanya parpol, dan bahkan yang lebih mengherankan walau mereka paham tetap ajah melanggar tapi gak di hukum. Nah sekarang Apalagi rakyat yang tidak tahu secara jelas tentang UU pemilu tsb dan issuenya mau di hukum…….Negara apa ini…Rakyat makan Rakyat…
Mungkin aja sih dipidana, kalo yang buat itu termasuk dalam salah satu partai politik. Itu merupakan pelanggaran dalam UU Pemilu….
Artikel terkait: http://engeldvh.wordpress.com/2009/04/06/say-no-to-megawati/
Belum tentu juga dapat dipidana …
Menurut pasal 84 UU Pemilu, yang dimaksud dengan pelaku (subjek hukum)adalah peserta, pelaksana dan penyelenggara pemilu.
Apakah sipembuat group ini memenuhi unsur dari pasal ini ? Sulit rasanya untuk melacaknya ?
Kalau hanya subjek biasa yang tidak memenuhi unsur pasal tersebut, dan group tersebut dibuat hanya sebagai media untuk menyalurkan aspirasi saja, apakah salah ?
Weleh…yang penting jangan lupa tanggal 9 April… contreng !!!
Wajar itu, dari pada gontok2an di jalan …Rusuh, mending mana..?
ayooo….
Contreng apa copy/paste? or click
pilih saya aja, hayooooo !!!!
http://www.jadilahyangterbaik.wordpress.com
sudah pantas sy no to mega….
mega gak tau malu dan gak tau diri….
kalo dia terpilih nanti apa lagi yang mau dijual????
kapal tengker udah, indosat udah, telkom udah, sipadan dan ligitan udah….
gimana kalo mega aja dijual???? kira2 masih laku gak ya??????
mungkin karena udah jenuh aja,muak denger janji2 kosong terus, jadinya diungkapin lewat cara begituan.
Memang apa ci isi group say no to mega kok ga djlaskn mreka mbahas say no…itu dgn bgm?
Jangan salahkan groupnya. Wajar. Itu ‘kan ekspresi ketidakpuasan pada Mega. Dan yang gabung itu pun ‘kan juga sukarela tanpa paksaan.Kalau Mega telah memberi citra positif trus dijelek-jelekin, wajar kalo dipidana.
yang jelas mukanya Ibu Mega telah TERCONTRENG duluan… kasian…
Kita butuh presiden yang:
Thingking speednya : 3G/HSDPA
Yang ketajaman matanya : 2 megapixel.
Yang wide screen : berwawasan luas.
Yang memory internalnya: 160 GB.
Yang multitasking
Yang batrenya Lithium
Rakyat bosan dgn koneksi yg lambat, putus2, gampang drop. Improvement everytime. We need powerfull president.
makanya berhati-hatilah kawan…. saat ini sedang dibuat konvensi internasional mengenai sangsi pidana berkaitan dengan penggunaan dunia maya…. gunakanlah dengan santun….
hmmm sebegitu parahnya kha?
mega oh mega… gw anggota yang 100,000 sekarang ada yang jilid 2, semalem gw ikutan baru 5ribuan orang.. sekarang dah lebih dari 14.000 an orang.. ayo,, ikutan juga!!!
kenapa dipermasalahkan…..kebebasan berpolitik ga apa2 dong…
urusan provokasi yang penting yang diajak mau ga, orang2 yang ikut facebook kan orang2 berpendidikan, n melek teknologi. berarti mereka telah berpikir matang soal grup itu…
kasih contoh dong dari nyang diatas..bagaimana seharusnya hak berpendapat..?! bukan sekedar nakut-nakuti anak kecil..(kalau yg beginian saya juga sudah pinter..)
Bukan bermaksud kampanye, tapi demokrat bisa jadi contoh politik yg santun..kecuali beberapa anggota/tokoh baru yg berasal dari partai lama..
indonesia emang negara dgn hukum yg aneh!
lulusan S1 aja msh byk yg nganggur.
lah ini cuma lulusan SMA (kuliah jg DO) mau nyalonin presiden!! apa ga gila hukum negeri ini?!!
coba kalian bayangin, para menteri, anggota DPR, bahkan guru sekalipun, minimal punya gelar S1. masa presidennya cm lulusan SMA. BEGO!!!!!!!!!!
namanya juga demokrasi…..kalau menyuarakan pendapat, ya…pakai segala cara.
bukankah suara rakyat = suara tuhan?
itu dinamika politik ….
salam,
http://bursasepatu.wordpress.com
http://planetshoes.wordpress.com
waduh aneane aja bu mega
pake midana segala .
sila pertama: ketuhanan yang maha esa.
sila ke-dua: kemanusiaa yang adil dan beradap.
sila ke-tiga: persatuan indonesia.
sila ke-empat: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
sila ke-lima: keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
kayaknya para caleg dan para capres perlu pahami itu dulu deh. biar tidak ‘pathing pecothot’. mau bilang sembako murah…apa ya mikir harga pupuk sekarang berapa? mau bilang teruskan…apa ya masih kurang? mau bilang pilih yang bersih…apa ya dirinya bersih? mau bilang ketika tuhan tidak hadir…apa selama ini dia tidak bertuhan? mau bilang bekerja untuk rakyat…selama ini dia bekerja untuk siapa?
atau yang mau…mau…mau?
Susah yang orang paham dan menghargai kalau manusia gak bisa bikin semua manusia di dunia suka padanya.
website: http://www.gangsir.com
bukan black campaign tapi kenyataan..
Mengapa saya kurang setuju sependapat dengan “Say No to Mega”
1. Maksudnya ndak jelas. Kenapa yang lain ndak di “say no” khan? Memilih “Asal bukan” itu pikiran orang yang malas memilih dan tak punya alasan yang jelas. “Mau makan apa, Boss? Ya, apa aja deh asal jangan babi…”. Lalu diberikanlah padanya tai kebo dua piring.
2. Anjuran yang aneh. Halaman ini tentunya terkait Pemilu. Penolakan dan penghindaran pada “hanya” salah satu “kandidat” adalah suatu kejanggalan. Lantas pilihan ente itu siapa? Kalau ideologi golput jelas. Memilih untuk tidak memilih.
3. Bermuatan kebencian. Pemasangan gambar Mega dengan tanduk seperti gambaran sosok lucifer adalah tidak perlu. Maksudnya mungkin adalah tanduk banteng. Tapi apakah hal yang penting dalam halaman dimaksud? Mengutrakan kebencian pun perlu cara yang tepat dan tak berlebihan.
4. Sifat Blog dan Halaman facebook berbeda. Lewat blog, tak perlu bawa supporters. Suara opini pribadi blogger, kecuali diterangkan lain. Sedangkan dalam “Say No To Mega”, intinya adalah “ajakan” dan dengan opini yang tidak jelas. Kalau ingin mengemukakan pendapat ?
5. Namanya juga opini, silahkan ente perdebatkan kalo gak setuju sama ane’.
Habis mega sih kecakepan mau nyalon jdi presiden lgi…akhirnya orang yang ndqak suka sama mega buat situs itu degh…wong dulu pas jadi presiden aja g becus..cus..cus…piye toh mega….:-)
salam kenal….jgn lupa kunjungan ke blog saya
say no to “perusak kehidupan” ajah deh…
yang jadi masalah apakah sesuai atau tidaknya perilaku yang di beri opini dengan opininya?kalau sesuai ya no problem tapi kalau tidak ya terserah pembaca mau beropini apa.
salam genmuda.
IMHO : Setuju bgt kalo kirim surat ugh..ga bakal ada effect na dech…
kita kan tau bahwa media punya peran sangat penting untuk membentuk opini publik, jadi yg buat group itu sadar betul pilihan media internet akan sangat efektif…
kalo memang kena pasal UU pemilu, bener bgt semua para politikus yg “maen” di pemilu 2009 pada kena semua dunk…
lagi masih inget dunk Ibu kita yg satu itu menggunakan Media juga waktu maen bales pantun sama Bapak kita yg satu itu….
^_^
wah kayak Orba aja..
face book bikin sensasi lagi, ada gak yah negara lain manfaatin fb kaya’ ini
Terbukti, suara rakyat bukan suara Tuhan kan?
Salam kenal, nderek nimbrung komentar Mas Kopdang
saya kira SAH-SAH SAJA JIKA….
Selama disertai argumen yg kuat, saya kira sah-sah saja orang mempunyai sikap demikian, sekalipun hal itu berupa propaganda. Sekali lagi asal didukung alasan jelas, faktual dan data konkrit justru berimplikasi positif agar supaya para “negarawan” dan politisi tidak asal bicara, tdk mudah obral janji, dan tidak suka plin plan. Sebuah pembelajaran politik yg berharga dalam konteks demokrasi. Hendaknya kita tak usah gumunan dan kagetan. Tetap bersandar pada penilaian obyektif dan jangan mengesampingkan etika/nilai kepantasan moral.
Dengan adanya peristiwa say no to mega, mudah2an menggugah kesadaran semua “politisi kancil” agar lebih bijaksana dan hati-hati mengobral janji di depan publik.
Saya percaya karma, siapa menanam mengetam, siapapun yg suka menghina org lain akan dihina orang pula bahkan lebih kejem.
Ibarat meludah ke arah datangnya angin, pasti ludah sendiri akan menerpa wajah sendiri. Sing becik ketitik, olo ketoro.
Satu lagi; mengemukakan pendapat dan sikap adalah hak asasi manusia yg merdeka.
salam, rahayu
sabdalangit’s web
“Membangun bumi nusantara yg berbudi pekerti luhur”
jalan setapak menggapai spiritualitas sejati
Wah, ternyata Megawati disamakan dengan Drugs.
Klo gw sih gak masalah pada mau bilang apa, yang penting jangan nyenggol2 gw ya, gw mw golput!
Kalo saya milih ngomong sendiri mas(entah golput entah enggak):
http://awamologi.wordpress.com/2009/04/08/kalau-kami-golput-kalian-mau-apa/
pasal 84 UU Pemilu, yang dimaksud dengan pelaku (subjek hukum)adalah peserta, pelaksana dan penyelenggara pemilu.kalo bukan yg 3 ini susahkan mas dipidanakan?..
jangan serius gitu bro’… Mendingan milih tar kamis. Perkara suka atau tidak pada seseorang, sah-sah aja.
Say no to Golput!
Boss, menurut saya fenomena ini biasa saja. Justru sekarang ini momen yang bagus, biar rakyat ngerti. Statistik pengguna internet di indonesia bagaimana? terlepas dari media massa, bukankah dengan internet rakyat dapat leluasa mencari info partai, data2 tertentu, opini orang, hingga rakyat makin tau mana yang lebih baik. Masalahnya, slama ini partai kurang konsen pada internet, padahal, media yang bagus untuk dokumentasi. Bayangkan masyarakat pelosok, mereka mungkin fanatis, tanpa melihat update an dinamika partai. Jujur, taun 2008-2009 ini, tarif internet terjangkau. Temen2 saya hampir semua jadi melek internet, karna tak mau dibìlang gaptek, dan mereka bisa bersuara di dunia maya. Blog inipun sangat bagus. Dijadikan forum oleh masyarakat yang ingin maju, mendapat info lebih. Dengan ìnfo dari internet, makin kreatif orang berusaha mencari nafkah. Kemajuan lho. Beriklan makin murah. Jadi kalau ada partai yang jeli, maka salah satu janji yang bakal laku, program kerjanya ialah regulasi jaringan internet murah dan infrastrukturnya. Lihat konten internet, banyak manfaatnya buat rakyat kecil. Cuma kita2 saja yang perlu membantu mengemasnya, sehingga info dari internet siap pakai. Masih banyak hal di internet yg lebih parah daripada kampanye negatif. Tapi saya yakin, rekan2 sudah pandai memilih. Buktinya memilih untuk berkunjung di blog ini. Artinya kalau kita berpredikat ‘berpendidikan’ maka jangan golput. Itu intinya.
Salam.
derita dia. hahha
Kalo beneran dipermasalahkan… bakal ada demo lagi gak yaaahhh… Kalo buat gue sih, itu hanya salah satu cara untuk mengekspresikan aspirasi. Gue sih lebih setuju dengan cara itu daripada demo anarkis, bakar2, kan tidak mendidik… Page itu kan sekedar bentuk pendapat, kalo yang berbeda pendapat yah silahkan buat page yang kontra… Kalo sampe diadili berarti kita ga bebas dong mengemukakan pendapat kita… berarti kita belum dewasa karena belum bisa menerima perbedaan dunks…
wahh..kasian tuh yang bikin blog klo cuma mo ngutarakan pendapat di kolom blog pribadinya aja sampe masuk hotel prodeo….sabar yaa…
seingatku klo sampe ambisinya ibu “em” itu besar and pada tau semua kan, klo pendukungnya itu fanatik karena kharisma ayahanda yang memang patut di hormati, tapi apa iya negara bisa makmur klo anggotanya cuma mo cari untung sendiri?? balikin modal.., maka kesan premanisme-nya pasti muncul lagi,bakalan ada kejadian perusakan sarana umum lagi deh, klo yang bicara cuma emosi…trus apa untungnya buat negara…malah kacau….
duuh jadi takut nih…mudah – mudahan aja rakyat indonesia makin pinter dan gak gampang di provokasi…biar aman indonesia….amiinnn…
ini merupakan salah satu bentuk ekspresi ketidakpuasan, bosan, muak dari sebagian Rakyat Indonesia terhadap sosok “M” karena mereka bisa menilai dan sudah tidak mau lagi disuguhi janji2 doank..
say “No” to GoLPuT
say “YESS” to Pasha Pulsa | solusi pulsa anda | pulsa gprs mentari, im3 | daftar gratis |
Lho Katanya Demokrasi itu bebas berpendapat, wajar donk kalu ada yang ga suka sama tu orang….. group ini kan gak mempengaruhi orang lain cuma ngumpulin orang yang senang ama tu orang…. eeee ternyata banyak banget yang gak suka ha..ha..ha kasian deh….
ada-ada saja,…yang namanya demokrasi, sapapun boleh berdiskusi, apa semua uneg-uneg rakyak harus disampaikan secara surat terbuka?
misal:
“bu mega, ibu nggak usah jadi calon president lagi ya,
ibu lebih baik jadi ibu rumah tangga.
karena kami rakyat telah mengamati dan menganalisa selama ini.”
apa kata dunia????…
lalu apa jawaban ibu mega?
yakin, bu mega nggak langsung tunjuk2 hidung orang tersebut?
ada-ada aja khan…
bagaimana dengan forum FFI?
mending donatur dan pembuat forum pembenci ummat islam itu yang dikejar dan ditangkap lalu di pidanakan
Memang Bangsa kita sudah tidak punya Rasa Malu, Sudah tahu tidak berhasil kok maksa maju lagi. Bahkan ada Bupati sudah menjabat 2 Periode, masih mencalonkan lagi periode ke tiga sbg Wk. Bupati. Itu namanya serakah…
Mungkin kita tidak perlu mengatakan say no to …….. karena kebanyakan rakyat indonesia sudah lebih pintar dari para politisi, komentator, tim sukses dll.
Kecurangan dalam Pemilu tetap ada,tapi itu tanggungjawab kita semua karena yang curang itu para caleg sewaktu Pemilu Legislatif dan para tim sukses dalam pemilu PILPRES, tapi bukan kecurangan KPU sebagai pelaksana pemilu, Kalau terjadi kekeliruan KPU mari kita sempurnakan karena KPU bukan orangnya siapa-siapa tapi adalah komisi yang independen dan dipilih melalui mekanisme undang-undang dalam koridor politik, tapi untuk saat ini mari kita dukung siapa saja yang memenangkan PILPRES dan bukan lagi mencari-cari kesalahan karena idola kita dikalahkan.