Boed, let’s play the blues..
Ia berjalan sendirian bagai Sang Musa yang menuju bukit Tursina.
Ia tak mengeluarkan jutaan pekik dan mengobarkan panji-panji heroisme. Tak berjubah, tak membawa pasukan. Namun ia membawa staf yang cukup. Sidiq, tabligh, amanah dan fathonah.
Di belakangnya segerombolan kelompok bersungut-sungut kecewa. Namun tetap mengikuti langkahnya. Jutaan jubah beriringan, milyaran doa dirapalkan, penuh gegap gempita kehidupan.
Ia tetap tenang. Senyum menghiasi bibirnya.
Karena ia, umat yang katanya paling beriman kebakaran janggut dan rumbai-rumbai. Dipilihnya ia, menjewer banyak pihak. Bahwa kekuasaan itu perkara biasa, tak perlu ngotot dan berteriak sampai segitunya.
Ia Boediono. Tak menggunakan panji merah, kuning apalagi hijau. Ia mewakili kaum rasional. Mewakili kaum yang tak terlalu emosional.
Ia terus berjalan menuju bukit Tursina. Walau tak lagi muda, namun tetap tegap berjalan penuh semangat kerja.
Kerja..kerja..dan kerja. Kuasa akan menghampiri dengan sendirinya. Oke lah Boed, let’s play the blues. Dendangkan suara-suara kehidupan tanpa perlu banyak gaya, tawa atau atas nama agama..
Selamat hari Senin sodara..
Semoga gerombolan pengais kekuasaan tak larut dalam kecewa..
*) boed, let’s play the blues diambil dari notes Bah Reggae @ facebook.
Posted by 9000/4.6.0.247










Let’s rock and roll, rio
sebel nih ane. PKS masih aja mendompleng gerbong kekuasaan … mbok sekali sekali percaya diri di pinggiran, menjadi oposisi profesional gitu lho …
Wehwehwehweh…..
Sepertinya ada indikasi pujian biar naik jabatan, yess??
Mbalelo juga, di artikel katanya ngga dukung, iki piye tho…??