<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mas Kopdang</title>
	<atom:link href="http://kopidangdut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kopidangdut.wordpress.com</link>
	<description>central banker, investigator, blogger &#38; mass maven</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Nov 2009 09:23:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kopidangdut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/df048300fe6aee2692541a7e6497167c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mas Kopdang</title>
		<link>http://kopidangdut.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Apakah Kita Cinta Negeri Ini?</title>
		<link>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/21/apakah-kita-cinta-negeri-ini/</link>
		<comments>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/21/apakah-kita-cinta-negeri-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 09:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[1077890]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/21/apakah-kita-cinta-negeri-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Semua ada maqamnya. Ada tempatnya. Positioning, kata orang bisnis.
Tapi ada yang lebih akurat untuk hal ini: proporsional dan kontekstual.
Bila semua pihak saling berlomba-lomba lari mencapai garis finish, lantas tak ada penonton dan tak ada wasit, maka namanya bukan lagi lomba..melainkan lari dari kenyataan.
Sekarang, bahkan semua beramai-ramai mempertanyakan sikap Presiden Republik Indonesia. Entah kenapa semenjak Presiden [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopidangdut.wordpress.com&blog=1069716&post=1867&subd=kopidangdut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Semua ada maqamnya. Ada tempatnya. Positioning, kata orang bisnis.</p>
<p>Tapi ada yang lebih akurat untuk hal ini: proporsional dan kontekstual.</p>
<p>Bila semua pihak saling berlomba-lomba lari mencapai garis finish, lantas tak ada penonton dan tak ada wasit, maka namanya bukan lagi lomba..melainkan lari dari kenyataan.</p>
<p>Sekarang, bahkan semua beramai-ramai mempertanyakan sikap Presiden Republik Indonesia. Entah kenapa semenjak Presiden RI ketiga BJ Habibie, dilanjutkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, kemudian Presiden Megawati Soekarno Putri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kewibawaan Presiden tak sehebat zaman Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.</p>
<p>Bahkan Presiden Abdurrahman Wahid yang biasa disebut Gus Dur digantikan Ibu Megawati lewat pemakzulan. Impeachment.</p>
<p>Sedih. Prihatin. Bangsa yang besar dan akan terus besar terancam dikerdilkan.<br />
Energi dihabiskan untuk terus saling menyalahkan. Saling serang. Saling tidak percaya. Saling curiga.</p>
<p>Malaysia, Singapura dan negeri tetangga lainnya sudah melaju penuh akselerasi menuju Negara Gemah ripah loh jinawi. Sedangkan Indonesia berputar-putar seperti berada di labirin tak berujung.</p>
<p>Apakah ini yang dinamakan ongkos demokrasi?</p>
<p>Boleh saja kita menaruh curiga jangan-jangan ini adalah pengkerdilan yang disengaja. Grand design yang sistematis meluluhlantakkan sendi-sendi keguyuban bangsa. Negeri Gotong royong yang tinggal sejarah. Entah berpijak pada prinsip apa.</p>
<p>Saling mengejek ideologi, saling menuduh kepercayaan yang dianut, proses pri kehidupan yang makin lama-makin mereduksi kekayaan moral, bathin terlebih kekayaan alam dan sumber daya manusia Indonesia.</p>
<p>Bagaimana mau jadi bangsa unggul jika tak ada jiwa kebersamaan. Indonesia sudah bukan lagi Indonesia yang bersatu. Melainkan Indonesia tak bertuan yang menjadi gugusan pulau tempat tawuran. Namun, di sisi lain, negeri asing berlomba-lomba menjarah kekayaan negeri ini dan menghabiskan kantong rakyat dengan pola konsumsi yang tak tahu diri.</p>
<p>Bukan zamannya lagi kita terus menerus berdiam diri untuk dikerdilkan. Bangsa ini bangsa yang besar, Kawan..</p>
<p>Semoga, kita semakin paham di mana kita berdiri. Semakin sadar tantangan masa depan yang makin menantang, bukan lagi urusan perseorangan, kelompok tertentu, umat tertentu. Masalah kita, adalah masalah bersama. Masalah negeri nyiur melambai. Negeri subur makmur. Negeri yang terlampau lama tertidur.</p>
<p>Kawan, kita bangsa yang Merdeka. Bukan bangsa para koruptor. Bukan bangsa kuli. Bukan bangsa kaum fakir. Bukan bangsa terjajah. Kita adalah ANAK INDONESIA, yang memiliki kewajiban melahirkan anak-cucu penuh martabat.</p>
<p>Bangsa besar yang mampu bersatu, mampu menegakkan keadilan tanpa perlu mengorbankan pri kemanusiaan yang adil dan beradab.</p>
<p>Kita cinta diri sendiri? Cinta keluarga sendiri? Cinta kelompok sendiri? Cinta partai sendiri? Cinta umat agama sendiri? Semoga tidak!<br />
Karena kita Cinta tumpah darah Indonesia.</p>
<p>Apakah Anda cinta negeri ini?</p>
<p>INDONESIA,<br />
4:21:48 PM Sat, Nov 21, 2009</p>Posted in 1077890  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopidangdut.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopidangdut.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopidangdut.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopidangdut.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopidangdut.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopidangdut.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopidangdut.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopidangdut.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopidangdut.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopidangdut.wordpress.com/1867/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopidangdut.wordpress.com&blog=1069716&post=1867&subd=kopidangdut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/21/apakah-kita-cinta-negeri-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da260a8b5aa3c2cca8c82bda1827975a?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Kopdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Sosial (Media) Budaya</title>
		<link>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/09/pahlawan/</link>
		<comments>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/09/pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 16:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[cipta rasa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[10 november]]></category>
		<category><![CDATA[Affandi]]></category>
		<category><![CDATA[Basoeki Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Darma]]></category>
		<category><![CDATA[Chairil Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[Gombloh]]></category>
		<category><![CDATA[hari pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Ismail Marzuki]]></category>
		<category><![CDATA[Pramoedya Ananta Toer]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[romo mangun]]></category>
		<category><![CDATA[Soedjatmoko]]></category>
		<category><![CDATA[Sudjojono]]></category>
		<category><![CDATA[Sumitro Djojohadikusumo]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Toto Sudarto Bachtiar]]></category>
		<category><![CDATA[umar kayam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopidangdut.wordpress.com/?p=1863</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

Sudah saatnya kita luruskan arti pahlawan. Bukan lagi kaum ksatria pembela negeri yang memanggul senjata, berlumuran darah, dan berbau milterisme. Ya, memang bukan berarti jajaran &#8220;pahlawan&#8221; Indonesia melulu dipersepsikan dengan kaum militer, namun setidaknya dominasi dan yang terngiang di benak kita arti kata pahlawan adalah pria berani mati yang bertempur dan menyusun strategi dalam perlawanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopidangdut.wordpress.com&blog=1069716&post=1863&subd=kopidangdut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://fc06.deviantart.net/fs50/f/2009/290/8/2/Romo_Mangun_by_lasigared.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1864" title="Romo_Mangun_by_lasigared" src="http://kopidangdut.files.wordpress.com/2009/11/romo_mangun_by_lasigared.jpg?w=248&#038;h=320" alt="Romo_Mangun_by_lasigared" width="248" height="320" /></a></p>
<p>Sudah saatnya kita luruskan arti pahlawan. Bukan lagi kaum ksatria pembela negeri yang memanggul senjata, berlumuran darah, dan berbau milterisme. Ya, memang bukan berarti jajaran &#8220;pahlawan&#8221; Indonesia melulu dipersepsikan dengan kaum militer, namun setidaknya dominasi dan yang terngiang di benak kita arti kata pahlawan adalah pria berani mati yang bertempur dan menyusun strategi dalam perlawanan fisik.</p>
<p>Pahlawan lahir juga dari kaum sipil. Diplomasi tiada henti, mendidik anak negeri, pemrakarsa cipta rasa karsa dalam budaya yang mengisi kemerdekaan, juga dapat dikatakan pahlawan. <span id="more-1863"></span></p>
<p>Mari kita ingat-ingat siapa sajakah pahlawan dari latar belakang sosial budaya ini? WR Supratman? Ismail Marzuki, lantas siapa lagi..?</p>
<p>Susah ya untuk menemukan pahlawan yang tak berkaitan dengan dunia perlawanan fisik? Karena memang alur pikir kita sengaja dibentuk oleh dominasi kaum militer jaman dulu untuk mengiyakan militerisasi kepahlawanan.</p>
<p>Bagi saya &#8220;Manusia Pelaku&#8221; seperti Tan Malaka, Chairil Anwar, Affandi, Sudjojono, Basoeki Abdullah, Raden Saleh, Ismail Marzuki, Soedjatmoko, Sumitro Djojohadikusumo, Nurcholis Madjid, Romo Mangun, Umar Kayam, Pramoedya Ananta Toer, Budi Darma, Toto Sudarto Bachtiar, bahkan Gombloh pun dapat dikatakan sebagai pahlawan. tentunya dengan caranya yang berbeda-beda.</p>
<p>Pengertian pahlawan perlu diperluas dalam hal memperkaya batiniyah rakyat Indonesia. Mengagungkan jiwa, menambah kepercayaan diri, meningkatkan martabat bangsa dan menciptakan keselarasan hidup bagi kebanyakan orang, juga disebut &#8220;berjasa kepada negara&#8221;.</p>
<p>Mereka membawa pengaruh yang luar biasa!</p>
<p>Pengaruh patriarki yang melebih-lebihkan gaya heroisme dalam persepsi yang &#8220;jantan-maskulin-berotot-dan berjuang secara fisik&#8221; bukan berarti dihilangkan, namun ada baiknya upaya-upaya yang telah dilakukan orang-orang &#8220;besar&#8221; sebagaimana yang saya sebutkan di atas juga memiliki &#8220;pengaruh&#8221; kebangsaan, membangun karakter, dan mengutuhkan jiwa raga dan tumpah darah rakyat Indonesia, sehingga rasa nasionalisme, rasa patriotisme dan rasa altruisme menjadi makin kokoh dan diamalkan dalam keseharian kita.</p>
<p>Selamat hari pahlawan.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>Posted in Budaya, Cinta Manusia, Cinta Negara, cipta rasa, indonesia, Pendidikan Tagged: 10 november, Affandi, Basoeki Abdullah, Budi Darma, Chairil Anwar, Gombloh, hari pahlawan, Ismail Marzuki, Pramoedya Ananta Toer, Raden Saleh, romo mangun, Soedjatmoko, Sudjojono, Sumitro Djojohadikusumo, Tan Malaka, Toto Sudarto Bachtiar, umar kayam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopidangdut.wordpress.com/1863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopidangdut.wordpress.com/1863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopidangdut.wordpress.com/1863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopidangdut.wordpress.com/1863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopidangdut.wordpress.com/1863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopidangdut.wordpress.com/1863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopidangdut.wordpress.com/1863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopidangdut.wordpress.com/1863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopidangdut.wordpress.com/1863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopidangdut.wordpress.com/1863/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopidangdut.wordpress.com&blog=1069716&post=1863&subd=kopidangdut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/09/pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da260a8b5aa3c2cca8c82bda1827975a?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Kopdang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kopidangdut.files.wordpress.com/2009/11/romo_mangun_by_lasigared.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Romo_Mangun_by_lasigared</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Sosial Sesungguhnya</title>
		<link>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/05/revolusi-sosial-sesungguhnya/</link>
		<comments>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/05/revolusi-sosial-sesungguhnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 07:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arus-Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Iptek]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmo]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[politics]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kopidangdut.wordpress.com/?p=1859</guid>
		<description><![CDATA[Orang Eksakta (bahasa jadul ortu kita) sudah punya karya besar (opus magnum) sehingga kemajuan ilmu pasti mengalami lompatan besar (quantum leap), seperti yang dilakukan oleh Galilei, Newton dan Einstein. Lantas bagaimana dengan Orang sosial?
Belum ada orang yang secara mengagumkan membuat karya besar untuk ilmu sosial dan implementasinya. Benarkah?
Sejatinya, menurut saya, ilmu sosial malah jauh berkembang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopidangdut.wordpress.com&blog=1069716&post=1859&subd=kopidangdut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Orang Eksakta (bahasa jadul ortu kita) sudah punya karya besar (opus magnum) sehingga kemajuan ilmu pasti mengalami lompatan besar (quantum leap), seperti yang dilakukan oleh Galilei, Newton dan Einstein. Lantas bagaimana dengan Orang sosial?</p>
<p><span id="more-1859"></span>Belum ada orang yang secara mengagumkan membuat karya besar untuk ilmu sosial dan implementasinya. Benarkah?</p>
<p>Sejatinya, menurut saya, ilmu sosial malah jauh berkembang dibandingkan ilmu eksakta saat ini. Tentunya, atas hasil lanjutan dari kemajuan tekonologi yang diciptakan kaum ilmu pasti itu.</p>
<p>Lihatlah revolusi sosial di Indonesia. Forum diskusi, blog, twitter, facebook, yang dikuasai dengan baik oleh kalangan menengah dan cukup berpendidikan di Indonesia menjadi kekuatan baru dan dapat menentukan atau minimal mempengaruhi arah kebijakan hukum terlebih politik.</p>
<p>Yap, tentu saja, media lawas, model koran dan tv yang disiarkan berulang-ulang masih paling berpengaruh menciptakan <em>buzz</em>, namun komponen sosial media adalah sebuah piranti ampuh untuk menciptakan<em> tipping point</em> (lihat bukunya Malcolm Gladwell dengan judul yang sama) sebagai arus utama opini publik. Ingat, karena sosial media dikendalikan secara adil merata oleh individu kelas menengah yang cukup berpendidikan.</p>
<p>Kekuatan baru ini perlu dirayakan, namun tentunya berkat adanya kebebasan informasi yang relatif wajar di prikehidupan bangsa saat ini. Sensor terhadap dunia maya semoga saja tak akan pernah terjadi. Karena ia lebih representatif menyuarakan pendapat masyarakat. Bukan pada media lawas, besar dengan tanpa dipungkiri telah dimiliki, dikendalikan, dan memiliki kepentingan tertentu.</p>
<p>Semoga saja perihal kehidupan lain pun dapat terbantukan dengan sistem jaringan model ini. <em>Getuk tular</em> urusan bencana alam, soal bantu-membantu untuk yang sangat darurat. Juga perihal pendidikan yang dapat diperoleh secara gratis dari jutaan informasi berbahasa Indonesia, lewat situs, blog, dan berbagai jaringan sosial lainnya.</p>
<p>Ini adalah revolusi sosial sesungguhnya.</p>Posted in Arus-Utama, Budaya, Digital, Iptek, Jakarta, komunitas, Kosmo, Media, politics, politik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kopidangdut.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kopidangdut.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kopidangdut.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kopidangdut.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kopidangdut.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kopidangdut.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kopidangdut.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kopidangdut.wordpress.com/1859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kopidangdut.wordpress.com/1859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kopidangdut.wordpress.com/1859/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kopidangdut.wordpress.com&blog=1069716&post=1859&subd=kopidangdut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kopidangdut.wordpress.com/2009/11/05/revolusi-sosial-sesungguhnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/da260a8b5aa3c2cca8c82bda1827975a?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Kopdang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>